Anda ingin memiliki layanan email dengan domain anda sendiri seperti aku@siapa.com, atau siapa@rajelas.com? Memang anda dapat melakukannya dengan cara berhosting email. Namun anda dapat saja membuat sendiri dengan layanan GMAIL yang gratis, 6 GB, multilanguage, antispam, pop dan smtp support. Yaitu dengan layanan Google Apps.

Layanan ini pada prinspinya adalah, kita meminta layanan email GMAIL dengan domain kita. Otomatis, kita harus mengarahkan service mail kita ke Google. Dengan demikian, kita wajib memiliki domain sendiri. Lho kalau demikian, bayar dong? Iya, namun dapat juga menggunakan service gratis untuk co.cc dengan pilihan melakukan pengarahan DNS sendiri. DNS diarahkan kemana? Kita dapat menggunakan service gratis DNS yang ada di internet. Banyak sekali Free DNS yang dapat anda ikuti. Untuk Free DNS dan layanan co.cc, mungkin akan kita bahas saja dalam judul yang berbeda.

Langkah-langkah utama melakukan pembuatan service mail berbasis google:

1. Mendaftarkan pada http://google.com/a/
2. Mendapatkan email, berupa verifikasi, yang akan unik tiap domain dan user.
3. Melakukan setting pada domain pointing kita,
4. Finishing

Untuk mendaftarkan Google Apps tidak perlu susah. Syaratnya adalah, anda punya email, domain, dan domain-panel ditangan anda. Ingat, domain panel berbeda dengan CPanel. Domain panel adalah, tools untuk menentukan record subdomain pada sebuah domain. Biasanya tiap webhosting memilikinya. Hanya saja, kadang kita hanya memiliki domain saja, dan sebuah pengarah NS. Bisakah? Bisa. Kita bisa menggunakan situs-situs penyedia DNS Gratis yang dapat dicari di mesin Cari Google.

Setelah dipastikan kita memiliki domain panel dan domain, serta emailnya (kalau bisa adalah gmail) langkah pertama adalah masuk ke http://google.com/a/ maka anda akan mendapat halaman seperti di gambar 1 ini.


Gambar 1

Anda dapat segera See Details dan Sign Up.


Gambar 2

Tulisan besar pada gambar 2 ini, Begun Free Trial, jangan digubris duluan :D , Pilih link di bawahnya yang berbunyi, Standard Edition, akan muncul gambar seperti berikut:


Gambar 3

Anda dapat memilih segera Get Started. Dan anda segera akan ditanya domain anda, atau anda akan justru membeli domain. Anda juga akan mendapatkan pilihan apakah anda sebagai administrator atau End User. Kali ini saya masukkan domain saya: motorjogja.com misalnya.


Gambar 4

Anda akan mendapatkan halaman seperti berikut:


Gambar 5

Isilah halaman tersebut dan lengkapi, begitu pula halaman lanjutannya seperti pada gambar dibawah ini


Gambar 6

Langkah pertama sukses ditandai dengan seperti gambar 7 berikut dibawah. Ingat, untuk melanjutkan, anda harus click lebih dulu kata kata


Gambar 7

Verify domain Ownership,
setelah kata kata
To activate Google Apps services you must verify that you own your domain – motorjogja.com.


Gambar 8

Anda akan mendapatkan gambar seperti pada gambar 8 ini. Gambar ke 8 ini menunjukkan anda bahwa anda harus melakukan validasi apakah pemilik domain ini benar-benar anda, dengan melakukan 2 hal pilihan: melakukan upload html file atau dengan penambahan Canonical Name yang akan dipasang pada domain panel anda. Dalam hal ini saya memilih yang ke dua, yaitu membuat CNAME, dengan menurunkan pilihan yang ada di situ, dan mengeklik Verify. Lihat gambar 9


Gambar 9

Bukalah Email anda seperti Gbr 10


Gambar 10

Selanjutnya clicklah halaman yang disarankan tersebut, dan anda akan kembali ke halaman sebelumya.

Langkah berikut kliklah kata kata activate email, pada halaman Service Setting hingga muncul halaman seperti berikut:

Anda akan mendapatkan halaman Setup Email Delivery seperti dibawah ini


Gambar 11

Anda mungkin tidak perlu memilih Any Hosting Company. Justru anda diminta melihat ke bawah dan memasukkan MX Server Address dan Priority, ke dalam Domain Panel anda sebagai SUBDOMAIN

ASPMX.L.GOOGLE.COM. 10
ALT1.ASPMX.L.GOOGLE.COM. 20
ALT2.ASPMX.L.GOOGLE.COM. 20
ASPMX2.GOOGLEMAIL.COM. 30
ASPMX3.GOOGLEMAIL.COM. 30
ASPMX4.GOOGLEMAIL.COM. 30
ASPMX5.GOOGLEMAIL.COM. 30

Cara memasukkan pada tiap domain panel berbeda beda tergantung domain panel masing masing. Catat lebih dulu MX Server Address yang diminta ini. Untuk langkah memasukkan ke dalam Domain Panel, demi menjaga fokus masalah, kita pisah dalam Sub Judul dibawah.

Ketika anda telah melewati halaman ini anda dapat melakukan Klik ke I have Completed These Steps


Gambar 12

Anda akan kembali ke halaman Google Apps anda lagi. Lantas selanjutnya apa?

Pilihlah Pilihan Email yang dalam gambar anda, sedang melakukan updating. Anda akan mendapatkan halaman email setting seperti gambar berikut


Gambar 13

Dalam Email Setting, anda akan mendapatkan baris:


Web address
Your users can access Email at:
http://mail.google.com/a/namadomain.ndes
Change URL

Change URL digunakan untuk memberikan nama yang berbeda, seperti mail.namadomainanda.com. Dalam contoh ini saya gunakan mail.motorjogja.com

Selanjutnya anda akan mendapatkan halaman petunjuk untuk menambah kata kata “mail” dalam domain panel anda, diarahkan pada ghs.google.com, seperti halaman ini


Gambar 14

Klik I’ve completed these steps
Anda akan masuk ke halaman Awal google apps anda tadi, dan anda akan mendapati kata kata :

Sorry, we are currently unable to verify your domain ownership using any of the following methods
CNAME record
MX record

hal ini disebabkan memang karena kita belum melakukan setup MX dan CNAME. Tidak masalah, bisa kita ulang nanti.

Domain Panel

Domain panel adalah suatu alat untuk menentukan record domain anda. Tidak banyak yang tahu dengan domain panel ini, karena kebanyakan membeli domain sudah lengkap dengan hostingnya sehingga telah disetup oleh pihak webhosting.

Kali ini kebetulan saya membeli domain saja tanpa hosting. Sehingga saya harus menentukan sendiri, domain tersebut akan dipointing ke Name Server mana. Nameserver yang anda pilih harusnya dapat memenuhi kebutuhan anda menentukan record subdomain, baik A Record, Canonical Name(CNAME), MX dan lain sebagainya. Jika anda mengerti Sistem DNS, Anda juga dapat menentukan sendiri dengan console BIND

Kali ini saya masuk dalam login domain panel saya pada suatu webhosting. Setelah masuk, saya mendapatkan halaman seperti berikut:


Gambar 15

Tambahkan CNAME dengan cara Click CNAME RECORDS. Ingat, lakukan verifikasi ulang dari Google Apps untuk CNAME
pada halaman https://www.google.com/a/cpanel/namadomainanda/VerifyOwnership, dan anda akan diminta memberikan CNAME pada domain anda, dengan pilihan nomer dua yang ada di halaman tersebut.

Dan masukkan dalam domain panel anda kira kira seperti pada gambar 16 ini. Saya memasukkan melalui halaman seperti pada Gambar 9.


Gambar 16

Tambahkan lagi CNAME record untuk mail.namadomainanda ke ghs.google.com.

Kemudian kali ini anda pindah ke MX RECORDS, dan lakukan pengisian MX seperti pada daftar

ASPMX.L.GOOGLE.COM. 10
ALT1.ASPMX.L.GOOGLE.COM. 20
ALT2.ASPMX.L.GOOGLE.COM. 20
ASPMX2.GOOGLEMAIL.COM. 30
ASPMX3.GOOGLEMAIL.COM. 30
ASPMX4.GOOGLEMAIL.COM. 30
ASPMX5.GOOGLEMAIL.COM. 30

Begitulah yang ada pada daftar saya. Sebagai info, angka 10, 20,30 adalah angka priority. Jika dalam domain panel anda tidak tercantum kolom priority, seperti beberapa produk domain panel, anda dapat menuliskan dengan cara:

10:ASPMX.L.GOOGLE.COM
20:ALT1.ASPMX.L.GOOGLE.COM
20:ALT2.ASPMX.L.GOOGLE.COM
30:ASPMX2.GOOGLEMAIL.COM
30:ASPMX3.GOOGLEMAIL.COM
30:ASPMX4.GOOGLEMAIL.COM
30:ASPMX5.GOOGLEMAIL.COM

Berikut salah satu contoh pengisian MX


Gambar 17

Berikut daftar lengkap MX saya pada gambar 18


Gambar 18

Klik Verify pada google apps anda, dan akan masuk pada halaman panel google apps, dengan status Email yang sedang updating.

Jika anda memegang sebuah server linux, anda dapat melakukan DIG mail anda yang baru dengan perintah
dig mail.domainanda.com, jika benar akan seperti ini

berikut dig saya:

[root@sms ~]# dig mail.motorjogja.com

; <<>> DiG 9.3.1 <<>> mail.motorjogja.com
;; global options: printcmd
;; Got answer:
;; ->>HEADER<<- opcode: QUERY, status: NOERROR, id: 3150
;; flags: qr rd ra; QUERY: 1, ANSWER: 3, AUTHORITY: 7, ADDITIONAL: 0

;; QUESTION SECTION:
;mail.motorjogja.com. IN A

;; ANSWER SECTION:
mail.motorjogja.com. 28800 IN CNAME ghs.google.com.
ghs.google.com. 239782 IN CNAME ghs.l.google.com.
ghs.l.google.com. 111 IN A 74.125.95.121

;; AUTHORITY SECTION:
l.google.com. 66667 IN NS g.l.google.com.
l.google.com. 66667 IN NS a.l.google.com.
l.google.com. 66667 IN NS b.l.google.com.
l.google.com. 66667 IN NS c.l.google.com.
l.google.com. 66667 IN NS d.l.google.com.
l.google.com. 66667 IN NS e.l.google.com.
l.google.com. 66667 IN NS f.l.google.com.

;; Query time: 696 msec
;; SERVER: 203.130.216.50#53(203.130.216.50)
;; WHEN: Tue Jun 23 15:57:01 2009
;; MSG SIZE rcvd: 210

Nah.. proses selesai, anda dapat melakukan testing dengan beberapa situs, atau langsung melihat ke http://mail.domainanda.com. Kalau saya ada di mail motor jogja misalnya :)
Anda akan mendapatkan email service dengan space 6 GB, anti spam, 100 user account, POP dan SMTP support, dan Multilanguage, persis GMAIL.. Luar biasa, Gratis ! !.. Kalau gini, sekarang kerjaan sistem administrator ngapain ya????

Selamat mencoba

Tambahan

MX = pointing domain khusus untuk transport email
CNAME = semacam alias

Saya tidak tahu apakah ini benar atau tidak? Apakah sekedar ingin mematikan email seseorang atau server mail seseorang.. Namun Saya pandang, kesempatan ini menjadi kesempatan besar saya untuk mengungkapkan beberapa pesan buat Telkom Speedy. Akhirnya saya juga ikut melakukan emailling… Berikut salah email saya:

Kesempatan untuk menyebut beberapa permintaan:

1. Tidak harus dapat blackberry
2. tingkatkan mutu customer service Speedy.. jangan ketus menghadapi pelanggan… solusi jangan hanya reset modem speedy
3. tingkatkan mutu teknis speedy
4. hindarkan statement2 speedy yang menyalahkan pengguna seperti ini: http://www.detikinet.com/read/2009/05/03/131706/1125421/328/speedy-dikritik-telkom-sindir-pelanggan
5. Semoga masih bisa dianggap kritik yang membangun.. dalam beberapa hal, kami juga sangat senang, speedy mulai baik. begitu juga dengan alternatif paket.

Buat rekan-rekan yang lain.. saya minta tolong.. jika forward, jangan asal forward.. Jika kita menganggap speedy kurang baik, bangunkanlah dengan kritik anda yang membangun. Jangan menjadi penjilat yang ketika semua orang melakukan kritik, ikut-ikutan kritik, giliran disuruh menjualkan produk Speedy yang dikritik itu, dengan embel-embel blackberry, terus anda ikut menjualkan produk yang anda sendiri tidak sreg..
Jika begitu nanti akhrinya menjadi :

Menjilat bersenjatakan Spam berhadiah BlackBerry

Bagaimana trick menyelesaikan Rubik Cube 3×3 level 1? Tidak ada rumusan pasti untuk menyelesaikannya. Semua berdasar logika dan penalaran anda yang baik, ditambah dengan sedikit action yang berani…
Silakan lihat pada gambar yang saya temukan di internet ini

Perhatikan pada bagian paling bawah. Yang dimaksud dengan layer 1 adalah sisi bawah beserta warna tepi yang telah benar.

Jika anda mengambil sisi merah sebagai dasar layer, maka pastikan warna pinggirnya juga telah seragam.. Tidak ada rumusan pasti, anda mencoba sendiri, dan jika sudah bisa, dijamin untuk lapis yang lain tidak akan mengalami masalah. Justru lapis satu inilah yang akan banyak membutuhkan pikiran, dan waktu..

Bersambung ke Level 2

Rubiks Cube, adalah permainan lama yang hingga kini masih tetap menjadi mainan otak jaman sekarang. Bukan hanya anak kecil. Orang dewasapun sangat jarang yang bisa menyelesaikan. Rubiks Cube, yang paling umum dijual di pasaran adalah Rubiks Cube 3 x 3 x 3. Warna standard dari rubic tersebut adalah Merah, Kuning, Hijau, Putih, Biru, Orange. Memang sepintas Rubiks Cube seperti akan sangat rumit diselesaikan. Karena menyelesaikan sisi satu, akan selalu mengubah sisi yang lainnya.

Pertanyaannya, dapatkah rubic diselesaikan?

Ya, Rubiks Cube dapat diselesaikan bahkan dalam waktu sangat cepat. Rekor saya (penulis) adalah 49 detik bersaing dengan teman satu kost yang saat itu memenangkan dengan waktu masih kepala 3. Bagi penulis, rubiks cube termasuk permainan favorit yang tidak menjemukan bahkan akan dibawa kemanapun. Jika orang lain dalam keadaan nganggur memilih otak atik HP, maka penulis lebih menyukai otak atik rubik ini dibuat berbagai macam Variasi. Penulis belum mencoba menyelesaikan rubik versi hexagonal maupun kubus 4 x 4. 2 x 2 pernah diselesaikan juga. Cukup lucu yang 2 x 2 ini. Cukup kecil namun bisa membuat jengkel. Hanya saja 2 x 2 tidak banyak didapatkan di pasaran.

Bagaimanakah kunci bermain rubik yang benar?

Bermain rubik akan menjadi susah apabila kita:

  1. berpikiran dengan mengandalkan sisi
  2. tidak berani mengeksplorasi kemungkinan, karena dipandang akan merusak yang sudah ada
  3. berpikiran bahwa rubik tidak dapat diselesaikan.. You can because you can thing you can

Ya, ternyata masih ada beberapa saudara yang belum terima bahwa rubiks itu bisa diselesaikan.. hehehe
Lantas harus bagaimanakah?

  1. mengganti pola pikir sisi dengan pola pikir Lapis. Jika berpikiran sisi terdapat 6 sisi yang akan saling merusak. Jika berpikiran lapis hanya ada 3 lapis yang yang bisa disiapkan cara tertentu supaya tidak merusak.
  2. Explorasi segala kemungkinan. Berani mencoba..

Secara praktiknya, bermain rubiks cube memang memerlukan sedikit memori untuk mengingat posisi dan juga langkah operasi yang akurat. Saya telah membuktikan, bermain rubiks setiap pagi sehabis bangun tidur atau sholat subuh, membuat kita lebih cepat “bangun” dalam hari itu, alias tidak aras-arasen orang jawa bilang.

Harga Rubik

Rubik banyak ditemui di tempat-tempat penjualan mainan hanya saja, belakangan terlalu banyak toko yang mulai tidak mnejual rubiks ini, karena dianggap mainan kuno. Justru kalau pun ada, rubik terjual dengan sudah tertempelkan gambar Naruto dan lain lainnya yang dari kertas, sehingga dengan mudah kertas tersebut aus. Begitupula dengan Puzzle 15 karakter yang dulu pernah muncul, sekarang hanya muncul dalam bentuk software. (Saya ingat untuk puzzle ini saya pernah membuat record di SD saya dengan waktu 14 detik). Harga rubik versi mainan berkisar antara 8000 rupiah – 10000 rupiah.
Rubik asli saya dapatkan informasi dari internet, bisa berharga 10 dollar keatas untuk 3×3x3

Trick

Tidak  sedikit trick-trick yang bisa ditemukan di Internet terkait dengan Rubiks Cube ini. Banyak cara menuju Roma, namun jembatan keledai manakah yang akan kita pakai? Trick apapun tidak akan berguna jika kita tidak menguasai posisi bangunruang dari rubiks tersebut. Untuk trick, dapat saya upload setelah saya melakukan foto rubiks hasil pekerjaan saya.. Dengan demikian, posting ini dinyatakan: bersambung

Apa itu logika?
Logika adalah ilmu yang mempelajari cara-cara untuk menyusun sebuah SIMPULAN (EYD) berdasar unsur-unsur logika (premis) dengan penggunaan operator logika yang benar, seperti konjungsi, implikasi, disjungsi dan lainnya.

Dapat dilihat, negeri ini yang tengah disibukkan dengan persoalan politis, ternyata membuat masyarakat dapat menjadi pengamat politik dengan kata-kata “argumentatif” yang sangat lihai. Seorang tukang becak pun dapat menyatakan “kalimat deklaratif” dalam beradu argumen dengan seorang dosen sekalipun. Semua orang dapat menggunakan logika ini sejauh mereka ingin. Seorang pendukung Partai A misalnya, dia meyakini sebuah “kalimat deklaratif” dalam otaknya, bahwa sebagian besar rakyat Indonesia akan memilih Partai A tersebut. Jika kelak hasil Empiris mengatakan sebaliknya, maka Partai A telah dicurangi. Dengan demikian akan mengajukan ke Mahkamah Konstitusi.

Dapat dilihat juga seorang pejabat tinggi yang menjadi tersangka dalam suatu kasus korupsi. Alat hukum yang dipercayanya akan segera memberikan dukungan-dukungan logis, baik pengumpulan fakta sebagai premis, atau dalam bentuk lain.

Sayang sekali, logika yang harusnya digunakan untuk mencari kebenaran, seperti mencari dimana Tuhan, mencari mengapa bumi bisa terbentuk, ternyata digunakan oleh sebagian pihak sebagai alat pembenaran. Seorang berkuliah di Fakultas Hukum, ternyata bisa berubah menjadi alat pencari celah hukum. Seorang Psikolog, mereka mencari juga celah-celah psikologi manusia untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Bahkan kadang seorang yang tidak mengerti ilmu sama sekali telah berusaha bermain logika kata-kata untuk mendapatkan kepuasan dirinya. Sayang sekali, ilmu-ilmu yang didapatnya ketika belajar tidak pernah mencerdaskan dirinya, justru semakin membodohkan dirinya dalam kungkungan tempurung pikiran yang menghambatnya.

Beberapa pesan,
1. Sebelum bermain logika, belajarlah dengan kebenaran premis, dan operator logikanya baik implikasi, disjungsi, konjungsi dan lain sebagainya.
2. Jika anda akan menggunakan logika ilmu-ilmu hayat dan ilmu fisika, silakan belajar ilmunya terlebih dahulu.

Perlu dipahami, bahwa Newton, Einstein, dan tokoh-tokoh ilmu Fisika, selalu menggunakan percobaan untuk memastikan suatu kebenaran YANG AKAN DIA IKUTI. Sehingga, seperti kata Yunus Cengel dalam bukunya Thermodynamics, dia tidak mengatakan sebagai : An Engineering Tools, atau An Engineering Dictionary, namun An Engineering Approach… Hanya pendekatan..

Sebuah tulisan dari harian KOMPAS yang dituliskan ulang dalam blog mas Adi http ://hampala.multiply.com/journal/item/2351/Control_Your_Destiny_or_Someone_Else_Will_The_GE_Way..

Control Your Destiny or Someone Else Will: The GE Way
Kompas.com, Minggu, 28 September 2008 | 00:13 WIB

GENERAL Electric (GE) adalah salah satu perusahaan yang dikagumi banyak
orang, termasuk saya. Banyak hal yang bisa dipelajari dari perusahaan ini.
Berbagai buku tentang GE juga telah ditulis, termasuk karya Noel Tichy dan
Stratford Sherman yang menginspirasi judul tulisan ini, Control Your Destiny
or Someone Else Will.

Satu hal yang menarik diamati adalah perubahan yang terjadi di GE sejak era
Jack Welch sampai Jeff Immelt sekarang. Begitu diangkat sebagai CEO dan
Chairman GE pada tahun 1981, Welch bergerak cepat. Sepanjang dasawarsa
1980-an, Welch bekerja keras merampingkan GE dan membuatnya jadi lebih
kompetitif. Welch dikenal sangat terobsesi dengan shareholder value.
Pidatonya yang berjudul “Growing Fast in a Slow-Growth Economy” menunjukkan
dengan jelas obsesi Welch ini.

Welch mendorong para manajernya untuk bekerja lebih produktif. Ia juga
memangkas birokrasi untuk meningkatkan efisiensi. Welch juga tidak
segan-segan memecat karyawan yang dianggap tidak memiliki kinerja yang
bagus.

Hasilnya? Secara finansial GE sukses besar di bawah kepemimpinan Welch. Pada
tahun 1980, sebelum era Welch, revenue GE sekitar 26,8 milyar dollar AS.
Pada tahun 2000, satu tahun sebelum Welch pensiun, revenue-nya meningkat
pesat menjadi 130 milyar dollar AS!

Nah, setelah era Welch berakhir pada tahun 2001, giliran Jeff Immelt yang
memimpin GE. Sama seperti Welch, Immelt pun langsung melakukan transformasi.
Immelt melihat bahwa GE cenderung sudah tidak inovatif. Ia menilai bahwa
obsesi GE terhadap bottom-line results dan kecenderungan untuk memecat orang
yang tidak mampu memenuhinya—warisan dari Welch—akan membuat para eksekutif
GE tidak berani mengambil risiko.

Maka, Immelt ingin agar GE lebih berani mengambil risiko, lebih
memperhatikan soal pemasaran, dan yang lebih penting, lebih berani melakukan
inovasi. Beda dengan era Welch sebelumnya yang menekankan soal efisiensi,
pemotongan biaya, dan ketrampilan melakukan deal-deal bisnis. Hal ini mau
tidak mau memang harus dilakukan. Lanskap bisnis pada era Welch berbeda
dengan era Immelt.

Pada era Welch, ekonomi Amerika tumbuh pesat pada tahun 1990-an saat
dipimpin Bill Clinton. Sementara Immelt harus menghadapi masa-masa pasca
peristiwa serangan teroris 9/11, ekonomi domestik Amerika yang
pertumbuhannya lebih lambat di bawah kepemimpinan George W. Bush, para
investor yang lebih demanding karena baru saja mengalami dotcom bomb, dan
juga pesaing-pesaing global yang lebih banyak.

Bisa kita lihat bagaimana perusahaan sekelas GE pun terus berubah sesuai
dengan perubahan lanskap bisnis yang dihadapi. Kebetulan MarkPlus Institute
of Marketing (MIM) sendiri tahun 2007 lalu pernah diminta untuk memberikan
pelatihan bagi para eksekutif GE Asia di tiga kota sekaligus: Singapura,
Shanghai, dan Sydney. Jadi, sedikit banyak saya juga bisa belajar dari
orang-orang GE sendiri.

Saya sendiri pernah menginap semalam di Kantor Pusat GE di Fairfield
Connecticut, Amerika. Saya juga pernah dua kali diundang ke Crotonville,
corporate university-nya GE. Kampus yang didirikan pada tahun 1956 ini
sekarang namanya John F. Welch Leadership Development Center, untuk
menghormati Jack Welch yang sudah pensiun.

Di Crotonville inilah para karyawan GE, mulai dari karyawan baru sampai ke
jajaran top management, digembleng dengan berbagai program pendidikan.
Selain Six Sigma, program penting lainnya adalah Change Acceleration Process
(CAP). CAP yang merupakan inisiatif Jack Welch ini bertujuan untuk
menyiapkan para manajer GE agar mampu mengelola proses perubahan secara
lebih efektif.

Welch memang telah membangun fondasi yang kuat di Crotonville ini.
Perusahaan yang kuat itu bukan perusahaan yang ukurannya besar semata, namun
perusahaan yang orang-orangnya siap berubah setiap saat.

Untuk menghadapi perubahan eksternal, sebuah perusahaan sebelumnya harus
bisa melakukan perubahan internal. Perubahan internal ini ada tiga jenis,
yaitu Political Change, Technical Change, dan Cultural Change.

Political Change adalah perubahan di tingkat manajemen puncak. Para
pengambil keputusan harus benar-benar mendukung program perubahan internal
yang sedang terjadi. Technical Change merupakan perubahan yang menyangkut
aspek-aspek seperti strategi, sistem, struktur, dan sebagainya. Technical
Change ini biasanya disusun oleh sekelompok kecil orang yang memang ahli
dalam bidangnya.

Sementara itu, Cultural Change adalah perubahan budaya korporat yang
menyangkut seluruh karyawan tanpa kecuali. Nilai-nilai (values) dan perilaku
(behaviour) baru musti dijalankan dengan konsisten.

GE telah melakukan ketiga perubahan internal tersebut dan hasilnya bisa
sama-sama kita lihat. Jadi, hanya perusahaan yang siap berubahlah yang akan
mampu bertahan di lanskap New Wave ini.

—Ringkasan tulisan ini bisa dibaca di Harian Kompas–

Hermawan Kartajaya

Berikut percakapan yang terjadi saya dan mas Andi rekan saya. Tentang bagaimana Google bisa berkembang pesat

So, What Would Google Do?

  1. Pelangganlah yang memegang peranan. Mereka dapat didengar di seluruh dunia dan dapat mengakibatkan pengaruh besar bagi perusahaan dalam waktu yang singkat, entah itu baik maupun buruk.
  2. Setiap orang baik itu kawan ataupun lawan, dapat saling bertemu dengan mudah tanpa batas ruang dan waktu.
  3. Mass market sudah mati, yang ada adalah mass of niches.
  4. Kunci keahlian utama yang dibutuhkan pada setiap perusahaan saat ini bukanlah marketing tapi komunikasi.
  5. Mengikutsertakan pelanggan untuk berkolaborasi dengan kita, baik dalam pembuatan, distribusi, pemasaran, layanan pendukung, adalah salah satu cara untuk menjadi yang nomor satu di pasar.
  6. Perusahaan yang paling berhasil adalah perusahaan yang berdasarkan pada jaringan – mulailah dari kecil supaya dapat menjadi sebesar mungkin – dan platform dimana jaringan itu dibuat.
  7. Menguasai jalur pemasaran, SDM, produk dan bahkan intellectual property bukanlah kunci kesuksesan lagi. Tapi keterbukaan adalah kunci sukses.

Sudah seperti itukah perusahaan kita?

Halaman Berikutnya »