Pagi itu 27 Mei 2006 adalah pagi yang mencekam bagi warga jogja dan sekitarnya. Bagaimana tidak? Pagi itu tiba tiba, kedamaian Jogja, terguncang habis-habisan oleh serangan balik alam. Hujan genting, rumah rubuh dan akhirnya korban berjatuhan.. Siapa yang dapat melawan serangan alam?
Jelas.. gempa bumi adalah hal yang paling menakutkan bagi saya.. bagaimana tidak, bumi satu-satunya tempat berpijak, berguncang dengan keras..
Kali ini saya langsung yakin.. bukan Merapi ku yang marah.. tapi laut selatan.. keyakinan saya karena kekuatan gempa tersebut amat sangat dahsyat. Seketika itu juga saya langsung ingat keluarga, ingat tsunami, dan hal hal lain yang membuat hati saya makin miris..
57 detik menakutkan itu memang telah menyadarkan saya.
Gempa habat dan dahsyat tersebut, ternyata tidak berhenti disitu.. korban yang membawa korban ribuan jiwa tersebut ternyata berlanjut dengan susulan-susulan yang lamanya sekitar 1 minggu.
Gangguan tidur karena kecemasan, Trauma berkepanjangan dan hilangnya rasa aman, adalah efek lain disamping korban yang kehilangan tempat tinggal, patah tulang, sampai meninggal..
Kami ketuk hati mu sekalian .. untuk Jogja kita, tempat para putra terbaik bangsa bertapa.
Juni 2006
Juni 5, 2006
Juni 3, 2006
Tanggal 4 Juni 2006, jam 00.10, tidak percaya rasanya seminggu setelah kejadian paling mengerikan itu terjadi, aku sudah bisa sendirian di meja client tempat kerja saya. Namun hingga detik ini pun masih terasa kadang-kadang gerakan geliat dari lempeng bumi yang mengapung diatas magma itu. Seminggu yang lalu 27 Mei 2006 saya terpaksa harus tidur diluar dan menghindari tidur didalam bangunan untuk mengantisipasi gempa yang bakal lewat lagi. Meskipun gempa susulan, namun kadang tingkat kepanikan kitalah yang akhirnya bikin Runyam.
Nah Alhamdulillah, blog ini bisa saya buat meski dengan rasa malas sekali, namun toh… ini juga catatan harian saya sendiri.. OK deh.. terusannya ntaar aja.. Tapi.. sip deh buat wordpress











