Juni 2008


Sebelum anda baca, set otak anda: NO “SARA” PLEASE

PROLOG:Cerita ini muncul dengan suatu kejadian di bulan Mei 2001. Saat itu saya didatangi tiga orang rekan pasca Maghrib. Satu beragama Islam, dan dua beragama Nasrani. Mereka mengajak saya untuk bermain di suatu tempat, kebetulan tempat tersebut saya sangat suka karena ada di dataran-dataran pegunungan. Bukit Turgo di bawah lereng Merapi, bukit yang terkena serangan awan panas November ‘94
Setelah ber-enam melakukan perjalanan dengan motor selama 30 menit, sampailah kami pada desa terakhir di bawah bukit Turgo. Setelah memarkir motor kami memasuki area hutan kecil tersebut, tiba-tiba tiga teman yang mengajak kami berhenti di ujung kelokan dan menyuruh kami juga berhenti. Mereka berhenti di semacam kuburan yang lebih saya kenal sebagai petilasan, berdoa bersama, menabur bunga dan berbicara:”Kulonuwun Syeh, Kulonuwun kyai..”
Mulailah kami mendaki, dan sampailah kami di atas Turgo yang indah. Dari sana lelehan lava dapat jelas terlihat.. Indah sekaligus mengerikan.. Di sana terdapat petilasan juga yang dinamakan Petilasan “Syech Jumadil Qubro”. Dan mereka juga tahu bahwa dilihat dari silsilah yang tertulis di batu itu meunjukkan bahwa mereka masih ada garis keturunan Rosululloh SAW. Tiba-tiba 3 rekan kami mengatakan: “Sekarang urusannya sendiri-sendiri, silakan kamu pada mau kemana..”
Akhirnya kita memasak dan melihat pemandangan luarbiasa, sambil sesekali kita melihat 3 rekan kami berbeda agama yang sedang ber-ritual bersama. Membakar kemenyan dan dupa, mereka lakukan bersama. Yang muslim mengakhiri dengan sholat malam.
Akhirnya kegatelan hati saya akan kegiatan mereka terutarakan. Saya pun bertanya pada tiga orang itu:”Kalian beribadah dengan cara yang sama. Agama kalian berbeda, dan yang muslim pun kulihat juga tidak ada tuntunannya”
“Aku menghormati para leluhurku yang telah mendahului kami dengan cara MOKSA, yaitu terangkat ke langit tanpa meninggalkan jasad. Mereka tidak mati. Itulah ajaran orang tua kami. Orang tua kami dari orang tua mereka dan seterusnya”
Dari situlah pertanyaan itu mulai berasal. Penjelajahan dari dusun ke dusun pun telah saya coba untuk lakukan. Salah satu kesimpulannya adalah:”Bagi kebanyakan orang Jawa, agama setara dengan budaya, lengkap dengan ritualnya”..
CMIIW

Indonesia, adalah negara dengan multi budaya. 30 an propinsi di Indonesia, dengan pulau-pulau yang terpencar jelas akan menimbulkan pola kecenderungan adat yang berbeda. Akibatnya, budaya pun menjadi berbeda-beda. Budaya, bagaimanapun menjadi aset bangsa. Karena dengan unsur-unsur budaya yang ada seperti kesenian, dialek, adat, kebiasaan, ritual kepercayaan, tersebut menjadi corak anak bangsa. Sementara di sisi lain, manusia memiliki sesuatu yang dianut yang justru kadang muncul dari luar negaranya. Sesuatu itulah yang dinamakan agama.


… Bagaimanapun budaya adalah aset bangsa. Logikanya: Siapa pemelihara aset bangsa jika bukan pemilihnya?..

Agama juga merupakan suatu anutan keyakinan. Dalam agama dipaparkan aturan-aturan Illahi yang merupakan pedoman hidup dari Tuhan kepada manusia. Di dalamnya berisi nilai-nilai seperti hukum, etika, estetika, sejarah, pembiasaan diri, ritual, hubungan masyarakat, sunnah, dan kewajiban. Ternyata, dalam pelaksanaan di masyarakat, seringkali terdapat hal yang bertentangan. Misalnya: Ritual. Ritual dan kepercayaan seringkali menjadi hal yang dipertentangkan. Bagi orang Islam  tidak diperbolehkan menyembah patung. Sementara dalam aliran budaya animisme dan dinamisme yang muncul di masa lalu yang diyakini orang Islam sebagai hal yang salah, justru merupakan kebudayaan yang jika ditinjau dari hukum negara, itulah salah satu kebudayaan.

Bakar dupa untuk animisme dan dinamisme, sebagai unsur budaya. Bertentangankah dengan agama?

Banyak lagi hal-hal yang bertentangan. Kebudayaan adu ayam, adu kerbau dan kambing, ritual kepada nenek moyang, bertapa brata. Itu dari sisi budaya. Sementara beberapa hal yang berasal dari agama juga akhirnya bertentangan dengan adat. Misal: pemisahan laki dan perempuan dalam suatu acara umum untuk menghindari syahwat, ternyata mendapat tentangan dari kaum budaya, bahwa hal tersebut menutup persaudaraan. Dari sisi agama lain mungkin juga ada, namun kali ini saya tidak begitu paham mengenai hal tersebut.

Mau tidak mau, kita akui, inilah salah satu unsur budaya bangsa. Bertentangan dengan agama

Wali songo, adalah orang-orang yang sangat bijak, sangat supel, dan luwes dalam mendakwahkan agama. Sebelum beliau-beliau wali songo tersebut menyiarkan agama, mereka telah lebih dulu mengenal budaya. Dengan metoda yang sangat cerdas di masa itu, mereka mengambil penyatuan budaya dan agama. Misal: penyatuan metode peringatan orang meninggal seperti 40 hari, 100 hari, 1000 hari yang sebenarnya merupakan kebudayaan animisme dan Hindu, yang terlanjur mendarah di masyarakat. Walisanga menggunakan metoda, tradisi Yasinan untuk acara itu. Sedikit demi sedikit masyarakat pun akhirnya dapat menerima hal itu. Namun ternyata dalam pelaksanaanya, walisanga pun habis karena wafat, dan ajaran yang mereka bawa, evolusi budaya yang mereka bawa pun mati. Maka hingga kini acara-acara kenduri seperti itu tetaplah ada.


.. Walisanga mengadakan evolusi budaya dari budaya Jawa murni + Hindu kepada budaya Islami sedikit demi sedikit. Namun tatkala mereka mati, maka evolusi budaya juga mati.. Jadilah budaya + agama yang tidak tuntas yang ada saat ini..

Di Jawa Tengah juga saya jumpai fenomena lain untuk yang beragama Nasrani. Pendekatan budaya seperti pemanfaatan Sendang Sono di Muntilan, atau Desa Kapencar di Wonosobo sebagai tempat ziarah Bunda Maria (CMIIW). Dalam bayangan saya, ada kesamaan proses yang dilakukan para pembawa misi, sama dengan yang dilakukan para wali. (CMIIW)

Itu adalah bentuk pendekatan-pendekatan agama terhadap budaya sepanjang hal itu tidak melanggar dan tidak bertentangan. Namun bagaimana dengan kekayaan budaya Indonesia yang bersinggungan dengan budaya? Seperti penyembahan patung atau benda-benda lain, adu domba, adu ayam, pernikahan model terbalik (perempuan melamar lelaki sementara agama Islam dijunjung kuat di daerah itu), dan sejenisnya.

Kita juga akan sering menemui wujud-wujud warisan budaya lain seperti pantangan, tuntunan, perhitungan hari, ilmu titen (memperhatikan kebiasaan), ramalan dan sejenisnya yang merupakan budaya dan ilmu-ilmu turunan budaya bangsa ini. Seluruhnya adalah kekayaan bangsa. Semua daerah pasti memiliki hal seperti ini. Namun kini akhirnya akan muncul pertanyaan: bagaimana status budaya dan agama jika mereka harus bertentangan. Budaya itu di hapus, atau kita mempertahankan sesuatu yang berdosa menurut agama, seperti adu domba dan adu ayam ? Atau justru kita akan mengalahkan sesuatu dengan cara berjudi: Meninggalkan agama demi budaya?

CMIIW, sekedar pertanyaan yang untuk saya sudah tahu jawabnya..

Seperti yang saya tuliskan di Multiply

Mau tau bagaimana suasana kerja di Google?
Jika melihat foto-foto di bawah ini saya yakin bahwa semua orang menginginkan bekerja dalam suasana seperti dibawah ini. GooglePlex namanya, termpat kerja Google. Jauh dari yang sebelumnya saya bayangkan. Bayangan saya adalah tempat persis di filem-filem hacker. Ternyata??

So Funny

Kendaraan antar ruang
Disini mainan anak kecil ya..

Suasana salah satu halaman depan

Ngegame di kantor? Mereka milih game tanpa komputer.. Ditempat kita? Bos bakal mencak-mencak

Makan minum? Tersedia… Kerja begitu santai.. pake kaos oblong? ndak masalah. Di tempat kita? Dasi dan jas membuat kita kerdil

Ini lebih mirip tempat penitipan anak

Terdapat kantin yang mirip resto

Sport? Tersedia juga..


Kalau disana, tukang cukur aja tersedia

Gambar di belakang menunjukkan bahwa mereka penuh perencanaan

Dapur?? atau tempat cuci pakaian?

Ruang yang jauh dari kesan resmi

Makanan? Tersedia juga..

Gondrong, pake celana jeans, ngegame lagi.. diijinkan

So Funny

Solarcell Sumber listrik Google. Ada yang teriak hemat Listrik?? Bungkem saja


Wooaaa.. mbawa ASU dikantor

Ruang pertemuan. Resmi?


Penitipan asu


Wah apa ini? Finger print apa atm?

Di googleplex, kebiasaan-kebiasaan cerdas telah lama dibudayakan. Budaya yang akan memicu semangat bekerja, kebebasan bekerja dan berpikir, tidak dibatasi dengan kotak-kotak tertentu..
Masuk kantor, absen, dan diminta menyelesaikan permasalahan RUBIC, kubus dengan 3×3x3 penuh warna warni. Kemudian diminta membuat target hari itu dan perencanaan. Hidup disiplin, bebas, fun yang tidak terkunci oleh budaya-budaya seperti kita.. Jiwa kerja kita kerdil dikunci oleh penampilan jas dan dasi..

Ngambil dari reply blog saya dari http://erryocha.multiply.com

http://bimosaurus.multiply.com/journal/item/187/Musabab_Inilah_mengapa_saya_memilih_Multiply_Mengapa_Saya_Tidak_Milih_fs?replies_read=64

ASAL MUASAL KATA NARSIS
Buat kamu” yang suka Narsis, biar semua tau kenapa disebut narsis…
jadi begini awal mulanya….

Ada seorang Pemuda Tampan Itu Bernama Narcisuss, Adalah Narcissus putera dewa sungai Cephissus dan dewi air Liriope yang sangat tampan wajahnya. Banyak perempuan yang jatuh cinta padanya namun tak ada satupun yang bisa menarik perhatiannya.
Seorang dewi bernama Echo (Gema) benar-benar kasmaran sehingga ia bersusah payah mengejar Narcisuss hingga ke tebing-tebing, jurang dan gunung. Tapi tetap saja Narcisuss tidak bergeming.
Dengan hati yang remuk redam dewi Echo perlahan menghilang hingga
yang terdengar hanya pantulan suaranya yang penuh duka.

Suatu ketika Narcisuss sedang berjalan-jalan menyusuri sebuah sungai yang sembilan kali mengalir mengelilingi alam arwah, Styx. Ia membungkuk untuk meminum sedikit airnya. Betapa terkejutnya ketika ia melihat bayangan wajahnya di sungai. Ternyata, betapa sangat tampannya ia.
Begitu dahsyatnya kekaguman pada wajahnya sendiri yang tercermin di permukaan air jernih itu bahkan kemudian ia merasa jatuh cinta dan tak sanggup meninggalkan bayangannya.
Ketika ia mencoba mengulurkan tangannya untuk menggapai-
wajah dalam air dan bermaksud mencium nya, Narcisuss tergelincir, tenggelam dan kemudian meninggal. Para dewa menemukan jasadnya dan mengubahnya menjadi bunga yang disebut sebagai bunga narcisuss/narsis.

Bunga narsis adalah sejenis bunga berumbi, termasuk dalam golongan bakung – dafodil ( Amaryllidaceae) Biasanya berwarna putih, kuning bahkan ada juga yang berwarna merah.
Orang- orang yang senang difoto, dilukis, yang senang memfoto dirinya sendiri, yang bangga dan mengagumi foto-foto dirinya sendiri sering disebut dalam pergaulan sebagai orang yang narsis.
Jika gejala terarahnya nafsu akibat mengagumi, mencintai diri sendiri secara berlebihan dan mengganggu kepribadian; ahli jiwa menyebutnya sebagai narcissme;( gejala sakit jiwa )
mengacu pada kisah mitologi Yunani tersebut diatas.

Setelah sukses dengan pelaksanaan pengumuman Hasil Ujian Nasional SLTA dan SMK melalui website dan SMS, besok tanggal 21 Juni 2008 hasil Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah (USEK) untuk tingkat SLTP kota Padang kembali akan diumumkan. Pengumuman ini serentak dilakukan di seluruh Indonesia.

Hasil UN dan USEK tingkat SMP dapat diakses melalui fasilitas layanan SMS dan website sehingga sangat membantu para siswa dapat memperoleh informasi kelulusan dalam waktu singkat dan cepat.


Seperti halnya pengumuman hasil UN untuk SMA dan SMK maka layanan hasil UN SMP berbasis SMS akan aktif dan dapat diakses mulai pukul 00.00 WIB tanggal 21 Juni 2008.

Berikut tata cara dan keyword untuk mengetahui hasil UN dan USEK kota Padang tahun 2008 :

  • Ketik : UNP spasi SMP spasi No_Ujian, contoh : UNP SMP 14-007-016-5
  • kirim ke 7890 (Telkomsel, Telkom, Indosat) atau
  • Kirim ke 9600 (khusus XL)
Sedangkan, untuk layanan informasi melalui website tetap dapat diakses di Website Diknas Kota Padang



Dari http://blog.syukhri.web.id/?p=19

Kini, untuk masyarakat Jawa Tengah dapat memanfaatkan layanan SMS untuk Layanan Nomer Pajak Kendaraan bermotor. Layanan ini disajikan oleh Dispenda Propinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Telkomsel.
Dengan harga yang cukup murah (Rp. 500) diharapkan dengan layanan ini masyarakat dapat memanfaatkan informasi yang mutakhir (update) untuk mengetahui status suatu nomor kendaraan bermotor. Terlebih lagi SMS atau media seluler telah dapat dimanfaatkan oleh hampir seluruh lapisan masyarakat di seluruh Jawa Tengah.
Diharapkan juga dengan layanan seperti ini masyarakat dapat terhindar dari penipuan, percaloan dan kejelasan status denda akibat keterlambatan


Untuk mendapatkan akses layanan ini, masyarakat hanya perlu melakukan SMS ke 7070 dengan

Format ketik JATENG<spasi>NoPol
No 7070 (Khusus Telkomsel)
Contoh JATENG AA1234BB
Reply (sekedar contoh) Purworejo;AA1234BC;SPM/SPD MTR;YAMAHA/RXK;1993;HITAM;MS PJK:23-09-2006;PKB:69.000;BBN2:46.000;JR:Rp. 35.000;(DENDA PKB=17.250 /thn)
Tarif Rp 500,00

Anda tentu pernah melihat seperti ini:



Gambar di atas adalah gambar test buta warna. Namun sebenarnya apakah buta warna itu? Setelah melihat dari berbagai artikel, ternyata buta warna bukanlah suatu penyakit, ataupun kebutaan. Namun memang suatu kelainan filter mata yang akhirnya memiliki efek berbeda dalam penerimaan suatu warna tertentu. Efek ini juga berakibat bahwa orang tersebut tidak dapat membedakan warna satu dengan warna lainnya. Jenis buta warna juga sangat berbeda-beda, bahkan juga jenis warna yang tidak dapat dibedakannya.

Ada beberapa web yang menampilkan hasil simulasi untuk buta warna:




Gambar sebelah kiri menunjukkan gambar testing buta warna. Sedangkan sebelah kanan menunjukkan simulasi jika seseorang memiliki kelainan filter mata alias buta warna. Berikut gambar-gambar simulasi yang lain





Untuk beberapa kondisi, buta warna dapat menyebabkan resiko lain. Seperti untuk reaksi kimia, sistem permesinan atau bahkan sistem lalulintas seperti di bawah ini:



Sekarang silakan anda dapat melakukan test buta warna dengan gambar awal yang dicantumkan ulang:



Pertanyaannya: Angka berapa saja yang muncul di situ? Hati-hati, karena dalam beberapa test terdapat angka yang hanya dapat dibaca oleh orang yang memiliki kelainan buta warna

http://critiquewall.com/2007/12/10/blindness
http://www.news.com.au/perthnow/story/0,21598,23544790-5014324,00.html

Coba lihat dengan gambar-gambar berikut:

Kata orang-orang sih ini gambar untuk Test Otak Kotor :P

Coba baca tulisan ini

PUTIH
HIJAU
BIRU

KUNING
HITAM
COLEKAT

Bacaan mana yang anda ikuti? WARNA HURUP nya ataukah BUNYI KATA TULISAN nya? Jika anda benar dalam membaca WARNA lebih dari membaca BUNYI KATA TULISANNYA, maka anda adalah tipikal otak kanan. Jika yang terbaca adalah BUNYI KATA TULISANNYA maka anda memiliki otak kiri lebih dominan dibanding kanan.
Dan sadarkah bahwa terdapat kesalahan tulis cokelat menjadi colekat? Biasanya tipikal otak kiri adalah lebih cepat melihat kesalahan ini, karena otak kiri memiliki sifat lebih detail daripada otak kanan.Artikel terkait:
http://bimosaurus.wordpress.com/2008/06/03/test-otak-lagi-anda-bisa-baca-tulisan-ini/
http://bimosaurus.wordpress.com/2008/06/03/test-otak-kiri-apa-otak-kanan/

Halaman Berikutnya »