Setelah melalui hari yang teramat berat http://bimosaurus.multiply.com/calendar/item/10007/Hari_Yang_Berat, hari Jumat sore dengan sakit kepala dan batuk yang hebat, berangkatlah saya ke Karawang.. Banyak pertimbangan mengapa saya harus berangkat hari itu.. Salah satu yang paling berat adalah.. harus segera membawa anak istri ke Jogja apapun yang terjadi. Sabtu pagi saya sampai di Karawang dengan rasa sakit kepala yang ditambahi oleh perilaku angkutan kota di Karawang sana. Perilaku yang tidak beradab, yang jarang memuaskan para penumpangnya selalu di tunjukkan oleh para pelaku angkutan kota tersebut. Sampailah di Rengasdengklok pukul 04.00, lumayan sempat sahur hingga pukul 04.25. Di sana sudah ditunggu anak tercinta, Zaki sambil duduk dengan lucunya, beserta bundanya. I love you all.. Hari Ahad 07 September 2008 masih menjadi hari sakit kepala, terlebih keberangkatan ke Jogja bersama anak istri saya memang harus dilakukan hari itu juga. Sangat menyenangkan ternyata kedua mertua saya berkenan ikut mengantar sampai ke Jogja. Kami berbuka di terminal Klari, dilanjutkan dengan perjalanan dengan bis Sumberalam 28 FC bekas mobilnya pak Dani, yang sekarang dipegang oleh Mas Tono. Wah nyetirnya membuat terjadinya pergolakan perut selama beberapa jam. Alhamdulillah, perut saya sangat tahan dengan pergolakan pemberontakan apapun, dan memasuki kota Kutoarjo, kami makan sahur di sana. Memasuki kota Wates, sopirnya tidur, diganti kondekturnya.. sempat was-was.. ternyata malah jauh lebih baik daripada cara nyetir sopirnya.. Pukul 04.10 kami turun Pasar Gamping, borong taksi dan berangkatlah kami ke desa kami yang baru.. Desa Lojajar, Kecamatan Ngaglik. Dedek Zaki terlihat bingung dan senang dengan rumah baru itu.. Satu point telah dilakukan.. menunggu langkah berikutnya untuk maju jalan.. Sepertinya masa-masa tidur di kantor, pecicilan ke gunung, Turgo, touring seorang diri yang kesepian, harus kalah indah dengan tinggal di desa yang sejuk.. 45c Lojajar.. Mohon Doa Restu