Maret 2009


Bukan.. bukan selingkuh terhadap istri atau suami.. namun terhadap cinta.. Anda dapat mencintai apapun sepenuh hati. Dan selalulah anda harapkan apa yang anda cintai itu adalah sesuatu yang mencintai anda, meskipun belum tentu sekarang dia harus mencintai anda.

Sayang sekali.. ketika cinta-cinta kita itu harus bermekaran, dan berbalaskan cinta palsu, yang membenci anda, menyelingkuhi anda, sekedar memanfaatkan anda, menyembunyikan sesuatu dari anda, dan selalu beralasan bahwa tidak semuanya bisa kita ketahui untuk sekedar beralasan untuk menutupi, bahwa dia tak pernah mencintai anda, namun hanya memanfaatkan anda… Sayang sekali jika anda mengetahuinya, dan anda masih membela diri, mengijinkan diri tersakiti, dan mengijinkan cinta-cinta palsu itu menjadi parasit bagi hati anda..

Ada saatnya anda mencintai dengan sangat tulus seperti seorang pawang buaya.. Namun anda seharusya tak pernah mengijinkan buaya itu memakan anda.. Anda tahu kapan harus meninggalkannya dan beralih ke cinta yang lain….

Selamat Malam

(Thx ISD dan JTC)

http://bimosaurus.files.wordpress.com/2009/03/pandawa_5b.jpg?w=351&h=247

Janaka tiba ing murka, maripurnani jejuluk lembah manah andhap asor. Werkudara abur muntab, mungkasi jejuluking karang watu kang rosa.

Kakang Yudhistira tampa pawarta, uga ing murka, ananging sih asih alemana, pangayem adhi adhi pandawa. Dene Nakula Sadewa, tata-tata ing sadaya.Sakabeh dulur Pandawa pratata ing sawijining lakon. Lakon yuda satru dulur satus Kurawa.

–EOF–

Mangga bala Pandawa, kang isih kagungan ati kang tata, tumuta lakon yuda satru blinger Kurawa, lereske kahanan kang luput. Ananging pada elinga, aja o ngeladuk kurang deduga, ananging nglurug-a tanpa wadya bala, menang tanpa ngasorake..

Diingatkan oleh Mr Donnie akan postingan saya sendiri:

http://bimosaurus.multiply.com/journal/item/220/Semangat_seperti_pak_ Angkringan_depan_Mirota_Kampus

Saya akui, banyak kecemasan dalam diri saya, semenjak menikah dan punya anak. Akankah saya mampu memberikan bekal paling berguna bagi anak saya? Yaitu menyekolahkan, membekali dengan pola pikir yang tertata? Sementara saya tahu bahwa masuk ke Sekolah saja mahal. TK saja mahal.. Apalagi UGM.
Jaman saya dulu di UGM benar-benar punya semboyan “komitmen kerakyatan”. Namun sekarang mungkin sudah tidak mau lagi “komitmen kerakyatan” lagi. Akibatnya muahal sekali kuliah di tempat ini. Ketika awal kuliah mahasiswa baru biasanya anak-anak Teknik membuat semboyan di depan fakultas Teknik yang sering mengundang marah orang atas yang memahalkan UGM berupa: “Orang Miskin DILARANG Masuk Kampus Teknik”. Anakku besok saya kuliahkan di mana ya?

Namun ternyata semalam saya mendengarkan sebuah perbincangan bapak penjual angkringan depan Mirota Kampus Yogya. Dia seorang bapak yang sudah sepuh (renta), kurus, sudah kurang pendengaran, dan sudah sedikit (maaf) orang bilang peyot. Kadang saya kasihan jika belum jam 1 malam dia mengantuk, beliau menggelar kertas koran dan tidur di trotoar. Perbincangan dia adalah dengan seorang pembeli di Mirota Kampus yang meminta kopi dengan gelas kecil. Oleh si bapak itu dilayani dengan kopi gelas besar namun hanya berisi separuh airnya. Dan akhirnya diminum oleh sang pembeli dengan nikmat.

Penjual:”Kulo sampun apal nek pak niki mriki mesti pesen gelas alit”
(Saya sudah apal kalau pak ini beli pasti pesan dengan gelas kecil)

Pembeli:”heheheh.. nggih pak.. tibanipun diapali nggih
(iya pak, ternyata saya dihapali ya)

Penjual:”Kulo niku dodolan wedang wiwit tahun 89, nggih mesti kulino kalih wong tuku, gek riyin kulo nggih dodolan teng sepur”
(Saya jualan minuman sejak tahun 89 ya pasti terbiasa dengan pembeli, mana saya dulu kalau jualan di atas kereta)

Pejual:”Tapi sakniki tugas kulo mpun rampung kari ngijabke anak sing ragil ngenjing niku kulo mangkat Suroboyo nggih nikahke anak. Nggedekke anak wis rampung, nguliahke wis rampung, kari ngrabekke sing keri dewe” ( Sekarang tugas saya telah selesai yaitu menikahkan anak bungsu. Besok saya ke Surabaya untuk itu. Membesarkan anak sudah.. Mengkuliahkan sudah, dan tinggal menikahkan bungsu).

Saya :( tergelitik dengan kata KULIAH) “Lho pak rumiyin sami kuliah wonten pundi”
(Lho pak, dulu pada kuliah di mana)

Penjual:”Anak kula tiga, sing mbajeng kelahiran 75 niku estri mpun rampung saking UNY sakniki ngajar teng Tangerang, sing nomer kalih kelairan 78 jaler pun nyambut gawe, sing ragil kelairan 81 estri lulusan UII kala wingi sing ngenjing nikah niku. Nguliahke sing pertama lagi mlebu, sing nomer loro sampun nyusul kuliah. Sing pertama meh lulus, sing ragil mlebu UII, sing UII niki mas rasane remuk saestu, lha kala niku mpun nyumbang 12 yuto, lan sak semester e 2,3 yuto medal mas. Gek nek mung ngene yo koyo ra mungkin, nanging yo tekan wae”

(Anak saya tiga, yang pertama kelahiran 75, cewek sudah ngajar di Tangerang, yang kedua cowok kelahiran 78 ya sudah bekerja, yang terakhir kelahiran 81 cewek yang besok menikah. Mengkuliahkan yang pertama baru masuk yang kedua sudah nyusul, yang pertama belum lulus yang terakhir masuk UII, saat itu sudah nyumbang 12 juta, dan persemeternya keluar uang 2,3 juta. Kalau saya seperti ini khan seperti nggak mungkin ya, tapi ternyata sampai juga)




Ternyata sang bapak sangat pantas berbangga dengan hasil jerih payahnya. Dan sayapun… mendadak bersemangat untuk yakin bahwa semuanya akan tercapai selama ada kemauan!!

Selamat buat pak angkringan, terimakasih semangatnya!!!!

OLEH KARENA ITU… Jangan takut.. Lanjut berjalan.. !! Mari berlari, siapa yang tak berlari… akan ditinggalkan

Sebuah cerita menarik yang diambil dari buku : LENTERA HATI karangan Bp Quraish Shihab..:


Pada suatu hari, takkala Nabi Muhammad SAW. Sedang duduk-duduk dan berbincang-bincang bersama para sahabatnya di mesjid, tiba-tiba Nabi Muhammad SAW besabda: “sebentar lagi seorang penghuni surga akan datang kemari.”
Mendengar ucapan Rosulullah SAW tersebut, semua pandangan dari para sahabat tertuju ke pintu mesjid. Mereka menduga penghuni surga itu tentu seorang yang luar biasa.
Tidak lama kemudian masuklah ke dalam mesjid seseorang yang wajahnya masih basah dengan air wudhu, sambil menjinjing alas kaki. Apa gerangan keistimewaan orang itu, sehingga Rosulullah SAW menjamin masuk surga? Anehnya tidak seorangpun dari para sahabat yang bertanya, walaupun mereka sebenarnya ingin mengetahui jawabannya.
Keesokan harinya, yaitu hari kedua dan ketiga, kejadian itu berulang kembali. Pada hari kedua dan ketiga Nabi Muhammad SAW tetap bersabda bahwa orang itu calon penghuni surga.
Abdullah Ibnu Umar (sahabat Nabi Muhammad SAW) penasaran. Beliau ingin melihat langsung apa yang dilakukan oleh calon penghuni surga itu sehari-harinya. Abdullah Ibnu Umar mendatangi rumah calon penghuni surga itu, dan beliau meminta izin untuk tinggal di rumah orang itu selama tiga hari tiga malam.
Selama tiga hari tiga malam Abdullah Ibnu Umar memperhatikan, mengamati, bahkan mengintip apa-apa saja yang dipebuat oleh calon penghuni surga itu, tetapi ibadah khusus seperti sholat malam dan puasa sunah tampaknya calon penghuni surga itu tidak mengerjakannya. Hanya saja kalau ia terbangun dari tidurnya terdengar ia menyebut nama Allah SWT (zikir) di tempat tidurnya, tetapi itu hanya sejenak saja, dan tidurnya pun berlanjut.
Pada siang hari si calon penghuni surga itu bekerja dengan tekun. Ia ke pasar, sebagaimana halnya orang lainnya yang pergi kepasar. “Pasti ada sesuatu yang disembunyikan atau aku tidak sempat melihatnya apa yang dilakukan penghuni surga itu, aku harus berterus terang kepadanya.”

Demikian ucapan Abdullah Ibnu Umar dalam hatinya.
“Apa yang anda perbuat sehingga anda mendapatkan jaminan surga?” Tanya Abdullah. “Apa yang anda lihat itulah.” Jawab penghuni surga.
Dengan kecewa Abdullah Ibnu Umar bermaksud kembali saja kerumahnya, tetapi tiba-tiba tangannya dipegang oleh si penghuni surga seraya berkata: “Apa yang anda lihat itulah yang saya lakukan, ditambah sedikit lagi yaitu saya tidak pernah merasa iri hati terhadap seseorang yang dianugrahi nikmat oleh tuhan. Tidak pernah juga saya melakukan penipuan dalam segala kegiatan saya.
Dengan menundukan kepala Abdullah meninggalkan si penghuni surga sambil berkata, “Rupanya yang demikian itulah yang menjadikan anda mendapat jaminan surga.

Ternyata tidak susah, dan tidak gampang ya menjadi calon penghuni surga