April 2009


Semoga dapat menjadi inspirasi bagi kita


C © updated 31102004
► e-ti/tsl
Nama :
Bob Sadino
Lahir :
Tanjungkarang, Lampung, 9 Maret 1933
Agama :
Islam

Pendidikan :
-SD, Yogyakarta (1947)
-SMP, Jakarta (1950)
-SMA, Jakarta (1953)

Karir :
-Karyawan Unilever (1954-1955)
-Karyawan Djakarta Lloyd, Amsterdam dan Hamburg (1950-1967)
-Pemilik Tunggal Kem Chicks (supermarket) (1969-sekarang)
-Dirut PT Boga Catur Rata
-PT Kem Foods (pabrik sosis dan ham)
-PT Kem Farms (kebun sayur)

Alamat Rumah:
Jalan Al Ibadah II/12, Kemang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Telp: 793981

Alamat Kantor :
Kem Chicks Jalan Bangka Raya 86, Jakarta Selatan Telp: 793618

Sumber:
Antara lain, entrepreneur-university.com dan PDAT

Bob Sadino

Pengusaha Berdinas Celana Pendek


Pria berpakaian ”dinas” celana pendek jin dan kemeja lengan pendek yang ujung lengannya tidak dijahit, ini adalah salah satu sosok entrepreneur sukses yang memulai usahanya benar-benar dari bawah dan bukan berasal dari keluarga wirausaha. Pendiri dan pemilik tunggal Kem Chicks (supermarket), ini mantan sopir taksi dan karyawan Unilever yang kemudian menjadi pengusaha sukses.


Titik balik yang getir menimpa keluarga Bob Sadino. Bob rindu pulang kampung setelah merantau sembilan tahun di Amsterdam, Belanda dan Hamburg, Jerman, sejak tahun 1958. Ia membawa pulang istrinya, mengajaknya hidup serba kekurangan. Padahal mereka tadinya hidup mapan dengan gaji yang cukup besar.

Sekembalinya di tanah air, Bob bertekad tidak ingin lagi jadi karyawan yang diperintah atasan. Karena itu ia harus kerja apa saja untuk menghidupi diri sendiri dan istrinya. Ia pernah jadi sopir taksi. Mobilnya tabrakan dan hancur. Lantas beralih jadi kuli bangunan dengan upah harian Rp 100.

Suatu hari, temannya menyarankan Bob memelihara ayam untuk melawan depresi yang dialaminya. Bob tertarik. Ketika beternak ayam itulah muncul inspirasi berwirausaha. Bob memperhatikan kehidupan ayam-ayam ternaknya. Ia mendapat ilham, ayam saja bisa berjuang untuk hidup, tentu manusia pun juga bisa.

Sebagai peternak ayam, Bob dan istrinya, setiap hari menjual beberapa kilogram telor. Dalam tempo satu setengah tahun, ia dan istrinya memiliki banyak langganan, terutama orang asing, karena mereka fasih berbahasa Inggris. Bob dan istrinya tinggal di kawasan Kemang, Jakarta, di mana terdapat banyak menetap orang asing.

Tidak jarang pasangan tersebut dimaki pelanggan, babu orang asing sekalipun. Namun mereka mengaca pada diri sendiri, memperbaiki pelayanan. Perubahan drastis pun terjadi pada diri Bob, dari pribadi feodal menjadi pelayan. Setelah itu, lama kelamaan Bob yang berambut perak, menjadi pemilik tunggal super market (pasar swalayan) Kem Chicks. Ia selalu tampil sederhana dengan kemeja lengan pendek dan celana pendek.

Bisnis pasar swalayan Bob berkembang pesat, merambah ke agribisnis, khususnya holtikutura, mengelola kebun-kebun sayur mayur untuk konsumsi orang asing di Indonesia. Karena itu ia juga menjalin kerjasama dengan para petani di beberapa daerah.

Bob percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diawali kegagalan demi kegagalan. Perjalanan wirausaha tidak semulus yang dikira. Ia dan istrinya sering jungkir balik. Baginya uang bukan yang nomor satu. Yang penting kemauan, komitmen, berani mencari dan menangkap peluang.

Di saat melakukan sesuatu pikiran seseorang berkembang, rencana tidak harus selalu baku dan kaku, yang ada pada diri seseorang adalah pengembangan dari apa yang telah ia lakukan. Kelemahan banyak orang, terlalu banyak mikir untuk membuat rencana sehingga ia tidak segera melangkah. “Yang paling penting tindakan,” kata Bob.

Keberhasilan Bob tidak terlepas dari ketidaktahuannya sehingga ia langsung terjun ke lapangan. Setelah jatuh bangun, Bob trampil dan menguasai bidangnya. Proses keberhasilan Bob berbeda dengan kelaziman, mestinya dimulai dari ilmu, kemudian praktik, lalu menjadi trampil dan profesional.
Menurut Bob, banyak orang yang memulai dari ilmu, berpikir dan bertindak serba canggih, arogan, karena merasa memiliki ilmu yang melebihi orang lain.

Sedangkan Bob selalu luwes terhadap pelanggan, mau mendengarkan saran dan keluhan pelanggan. Dengan sikap seperti itu Bob meraih simpati pelanggan dan mampu menciptakan pasar. Menurut Bob, kepuasan pelanggan akan menciptakan kepuasan diri sendiri. Karena itu ia selalu berusaha melayani pelanggan sebaik-baiknya.

Bob menempatkan perusahaannya seperti sebuah keluarga. Semua anggota keluarga Kem Chicks harus saling menghargai, tidak ada yang utama, semuanya punya fungsi dan kekuatan.

Anak Guru

Kembali ke tanah air tahun 1967, setelah bertahun-tahun di Eropa dengan pekerjaan terakhir sebagai karyawan Djakarta Lloyd di Amsterdam dan Hamburg, Bob, anak bungsu dari lima bersaudara, hanya punya satu tekad, bekerja mandiri. Ayahnya, Sadino, pria Solo yang jadi guru kepala di SMP dan SMA Tanjungkarang, meninggal dunia ketika Bob berusia 19.

Modal yang ia bawa dari Eropa, dua sedan Mercedes buatan tahun 1960-an. Satu ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan. Ketika itu, kawasan Kemang sepi, masih terhampar sawah dan kebun. Sedangkan mobil satunya lagi ditaksikan, Bob sendiri sopirnya.

Suatu kali, mobil itu disewakan. Ternyata, bukan uang yang kembali, tetapi berita kecelakaan yang menghancurkan mobilnya. ”Hati saya ikut hancur,” kata Bob. Kehilangan sumber penghasilan, Bob lantas bekerja jadi kuli bangunan. Padahal, kalau ia mau, istrinya, Soelami Soejoed, yang berpengalaman sebagai sekretaris di luar negeri, bisa menyelamatkan keadaan. Tetapi, Bob bersikeras, ”Sayalah kepala keluarga. Saya yang harus mencari nafkah.”

Untuk menenangkan pikiran, Bob menerima pemberian 50 ekor ayam ras dari kenalannya, Sri Mulyono Herlambang. Dari sini Bob menanjak: Ia berhasil menjadi pemilik tunggal Kem Chicks dan pengusaha perladangan sayur sistem hidroponik. Lalu ada Kem Food, pabrik pengolahan daging di Pulogadung, dan sebuah ”warung” shaslik di Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta. Catatan awal 1985 menunjukkan, rata-rata per bulan perusahaan Bob menjual 40 sampai 50 ton daging segar, 60 sampai 70 ton daging olahan, dan 100 ton sayuran segar.

”Saya hidup dari fantasi,” kata Bob menggambarkan keberhasilan usahanya. Ayah dua anak ini lalu memberi contoh satu hasil fantasinya, bisa menjual kangkung Rp 1.000 per kilogram. ”Di mana pun tidak ada orang jual kangkung dengan harga segitu,” kata Bob.

Om Bob, panggilan akrab bagi anak buahnya, tidak mau bergerak di luar bisnis makanan. Baginya, bidang yang ditekuninya sekarang tidak ada habis-habisnya. Karena itu ia tak ingin berkhayal yang macam-macam.

Haji yang berpenampilan nyentrik ini, penggemar berat musik klasik dan jazz. Saat-saat yang paling indah baginya, ketika shalat bersama istri dan dua anaknya. ►e-ti/sh

*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)

Diambil dari MILIS kantor yang  dicopy pak Andi

Berikut tulisan-tulisan Bob Sadino, semoga bermanfaat:

1. Terlalu Banyak Ide – Orang “pintar” biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang “bodoh” mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya

2. Miskin Keberanian untuk memulai – Orang “bodoh”biasanya lebih berani dibanding orang “pintar”, kenapa ? Karena orang “bodoh”sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya, orang “pintar”telalu banyak pertimbangan.

3. Telalu Pandai Menganalisis – Sebagian besar orang “pintar”sangat
pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat
lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Orang “bodoh”tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha.

4. Ingin Cepat Sukses – Orang“Pintar” merasa mampu melakukan berbagai hal dengan kepintarannya termasuk mendapatkahn hasil dengan cepat. Sebaliknya, orang “bodoh” merasa dia harus melalui jalan panjang dan berliku sebelum mendapatkan hasil.

5. Tidak Berani Mimpi Besar – Orang “Pintar” berlogika sehingga bermimpi sesuatu yang secara logika bisa di capai. Orang “bodoh”tidak
perduli dengan logika, yang penting dia bermimpi sesuatu, sangat besar,
bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain.

6. Bisnis Butuh Pendidikan Tinggi – Orang “Pintar”menganggap, untuk berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu. Orang “Bodoh” berpikir, dia pun bisa berbisnis.

7. Berpikir Negatif Sebelum Memulai – Orang “Pintar” yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berpikir negatif tentang
sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat
banyak. Sedangkan orang “bodoh” tidak sempat berpikir negatif karena harus segera berbisnis.

8. Maunya Dikerjakan Sendiri – Orang “Pintar”berpikir “aku pasti bisa mengerjakan semuanya”, sedangkan orang “bodoh” menganggap dirinya punya banyak keterbatasan, sehingga harus dibantu orang lain.

9. Miskin Pengetahuan Pemasaran dan Penjualan – Orang “Pintar” menganggap sudah mengetahui banyak hal, tapi seringkali melupakan penjualan. Orang “bodoh” berpikir simple, “yang penting produknya terjual”.

10. Tidak Fokus – Orang “Pintar” sering menganggap remeh kata Fokus. Buat dia, melakukan banyak hal lebih mengasyikkan. Sementara orang “bodoh”tidak punya kegiatan lain kecuali fokus pada bisnisnya.

11. Tidak Peduli Konsumen – Orang “Pintar” sering terlalu pede dengan kehebatannya. Dia merasa semuanya sudah Oke
berkat kepintarannya sehingga mengabaikan suara konsumen. Orang“bodoh”?. Dia tahu konsumen seringkali lebih pintar darinya.

12. Abaikan Kualitas -Orang “bodoh” kadang-kadang saja mengabaikan kualitas karena memang tidak tahu, maka
tinggal diberi tahu bahwa mengabaikan kualitas keliru. Sednagnkan orang “pintar” sering mengabaikan kualitas, karena sok tahu.

13. Tidak Tuntas – Orang “Pintar” dengan mudah beralih dari satu bisnis ke bisnis yang lain karena punya banyak kemampuan dan peluang. Orang “bodoh”mau tidak mau harus menuntaskan satu bisnisnya saja.

14. Tidak Tahu Pioritas – Orang “Pintar” sering sok tahu dengan mengerjakan dan memutuskan banyak hal dalam waktu sekaligus, sehingga prioritas terabaikan. Orang “Bodoh”? Yang paling mengancam bisnisnyalah yang akan dijadikan pioritas

15. Kurang Kerja Keras dan Kerja Cerdas – Banyak orang “Bodoh” yang hanya mengandalkan semangat dan kerja keras plus sedikit kerja
cerdas, menjadikannya sukses dalam berbisnis. Dilain sisi kebanyakan
orang “Pintar” malas untuk berkerja keras dan sok cerdas,

16. Menacampuradukan Keuangan – Seorang “pintar” sekalipun tetap berperilaku bodoh dengan dengan mencampuradukan keuangan pribadi dan perusahaan.

17. Mudah Menyerah – Orang “Pintar” merasa gengsi ketika gagal di satu bidang sehingga langsung beralih ke bidang lain, ketika menghadapi hambatan. Orang “Bodoh” seringkali tidak punya pilihan kecuali mengalahkan hambatan tersebut.

18. Melupakan Tuhan – Kebanyakan orang merasa sukses itu adalah hasil jarih payah diri
sendiri, tanpa campur tangan “TUHAN”. Mengingat TUHAN adalah sebagai
ibadah vertikal dan menolong sesama sebagai ibadah horizontal.

19. Melupakan Keluarga – Jadikanlah keluarga sebagai motivator dan supporter pada saat baru
memulai menjalankan bisnis maupun ketika bisnis semakin meguras waktu
dan tenaga

20. Berperilaku Buruk – Setelah menjadi pengusaha sukses, maka seseorang akan menganggap
dirinya sebagai seorang yang mandiri. Dia tidak lagi membutuhkan orang
lain, karena sudah mampu berdiri diats kakinya sendiri.

Anda tentu lagu ini..

Bryan Adams
Here I am (Movie Edition) Lyrics:

Here I am
This is me
I come into this world
So wild and free
Here I am
So young and strong
Right here in the place where I belong

It’s a new world
It’s a new start
It’s alive with the
beating of a young heart

It’s a new day
In a new land
And it’s waiting for me
Here I am

Oh, it’s a new world
It’s a new start
It’s alive with the
beating of a young heart
Yeah, it’s a new day
In a new land
And its waiting for me
Here I am

Kira-kira begitu ungkapan hati saya hari ini. Hari baru, lahan baru, product-product baru yang tidak sekedar bicara, tenaga baru, rekan baru, dan strategi baru.. bersama menebar berkah..

Terjemahan dari http://bimosaurus.wordpress.com/2009/04/28/gsm-gprs-cdma-modem-connection-without-driver-linux/

Melakukan installasi pada sistem Operasi Linux dengan melibatkan banyak device memang agak memusingkan. Kebanyakan vendor device memang tidak terlalu mau pusing dengan sistem gratis opensource Linux, sehingga tidak mengutamakan driver device tersebut untuk mengenalkan device pada OS Linux.

Ada sedikit jurus untuk installasi apapun terkait USB. Caranya adalah dengan mendetect secara manual, kemudian meload module untuk mengenalinya secara paksa dan melihat device tersebut telah terattach dengan baik di Port USB Linux.

Salah satu device tersebut adalah MODEM GSM/GPRS/CDMA. Banyak yang pusing cara untuk mengenali modem tersebut di Linux.

Berikut jurusnya:

  • Masukkan modem ke USB Port, dan lihat di /var/log/messages.
    Apakah usb log terdeteksi?
  • Temukan Devicenya dengan cara ketik : lsusb

    Lihat BUS yang berbeda
    ketik :lsusb (root mode)

    root@bimosaurus:~# lsusb
    Bus 004 Device 001: ID 0000:0000
    Bus 003 Device 001: ID 0000:0000
    Bus 003 Device 001: ID 12d1:1003
    Bus 002 Device 001: ID 0000:0000
    Bus 001 Device 001: ID 0000:0000


    Jika anda bisa menemukan yang berbeda tersebut, maka sebenarnya linux telah dapat menemukannya

  • Loadlah modulnya

    root@bimosaurus:~#modprobe usbserial vendor=0x12d1 product=0x1003
    Pada hurup yang ditebali tersebut masukkan angka hexa yang anda temukan di LSUSB

  • Ketik dmesg|tail. Jika anda melihat include device sebagai ttyUSB0 ttyUSB1, anda sukses mendetect hardware tersebut
    root@sms:~# dmesg |tail
    usb.c: registered new driver serial
    usbserial.c: USB Serial support registered for Generic
    usbserial.c: Generic converter detected
    usbserial.c: Generic converter now attached to ttyUSB0 (or usb/tts/0 for devfs)
    usbserial.c: Generic converter detected
    usbserial.c: Generic converter now attached to ttyUSB1 (or usb/tts/1 for devfs)
    usbserial.c: USB Serial Driver core v1.4
    usb.c: USB disconnect on device 00:03.1-1 address 2
    usbserial.c: Generic converter now disconnected from ttyUSB0
    usbserial.c: Generic converter now disconnected from ttyUSB1



Anda telah dapat mendeteksi dan memasukkannya sebagai /dev/ttyUSB* maka, anda dapat melakukan apapun dengan device itu. Anda dapat melakukan untuk SMS Center, Koneksi Internet seperti IM2, Telkomsel Flash, dan lain-lainnya, untuk modem apapun baik Huawei, ZTE, Vodafone, Billionton, Wavecom.

Have you got a problems to GPRS / GSM / CDMA modem installation? And you will use it to Internet broadband connection or SMS Center. So you can try this way

  • Plug the USB Modem in
  • Detect it. See in /var/log/message. Are there usb log detected?
  • Find the Bus Device
    with root mode, please type:lsusb

    root@bimosaurus:~# lsusb
    Bus 004 Device 001: ID 0000:0000
    Bus 003 Device 001: ID 0000:0000
    Bus 003 Device 001: ID 12d1:1003
    Bus 002 Device 001: ID 0000:0000
    Bus 001 Device 001: ID 0000:0000

    You can see the different ID, and you has detect it

  • Load the Module

    root@bimosaurus:~#modprobe usbserial vendor=0x12d1 product=0x1003

    Dont forget to include the hexa what you get from lsusb
  • Check it from dmesg. If you can see the attach device as ttyUSB0 ttyUSB1, you have success to detect device
    root@sms:~# dmesg |tail
    usb.c: registered new driver serial
    usbserial.c: USB Serial support registered for Generic
    usbserial.c: Generic converter detected
    usbserial.c: Generic converter now attached to ttyUSB0 (or usb/tts/0 for devfs)
    usbserial.c: Generic converter detected
    usbserial.c: Generic converter now attached to ttyUSB1 (or usb/tts/1 for devfs)
    usbserial.c: USB Serial Driver core v1.4
    usb.c: USB disconnect on device 00:03.1-1 address 2
    usbserial.c: Generic converter now disconnected from ttyUSB0
    usbserial.c: Generic converter now disconnected from ttyUSB1
  • You can use this way in : Billionton, Wavecom, Vodafone, ZTE, Huawei etc. Telkomsel Flash, IM2 modem include product also can use this way.

Mari mari sini, kami jualan database nomer hape.. kali aja ada yang minat kurang kerjaan mau miskol2 ribuan nomer? Mari mari sini ! !

Buat yang ngerti aja

(Kami bukan robot yang bekerja harus dengan apa yang tertulis. Jika apa yang SALAH sudah tidak terasakan SALAH pada diri anda, periksa dalam hati anda, mungkin memang sudah busuk. Jika anda tidak bisa menemukannya, silakan hubungi Psikolog, atau saya yang akan carikan dokter.. )



Bagi yang tahu bahasa Jawa, dan pernah mendapatkan pelajaran bahasa Jawa, tentu tahu peribahasa ini:
Cedak Kebo Gupak

Apa maknanya? Cedak Kebo Gupak, terjemahannya adalah Dekat Kerbau Ikut Berlumuran. Artinya adalah, kita diminta berhati-hati bergaul. Karena dengan siapa kita bergaul, pengaruh pergaulan tersebut tetap akan masuk sedikit atau banyak dalam diri kita. Jika kita bergaul dengan orang sholeh, seperti anjuran agama, maka kita akan menjadi ikut sholeh. Jika kita bergaul dengan bajingan, kita bisa menjadi ikut bajingan. Oleh karena itu kita diminta berhati-hati dalam menentukan teman pergaulan, atau apapun yang bisa memperngaruhi kita. Ya, memang tidak semua bisa terpengaruh, dan tidak semua teman dengan pengaruh buruk itu buruk, ada baiknya. Namun alangkah baiknya jika ditinggalkan pada bagian-bagian buruk.
Nah, kapan kita tahu terpengaruh buruk atau tidak? Kita tidak akan tahu pengaruh buruk itu telah bersemayam dalam hati kita. Karena pengaruh yang buruk biasanya lambat laun akan membenarkan apa yang sudah kita lakukan. Nurani tidak lagi menjadi filter yang baik, karena nurani tersebut telah kotor. Filter saringan pembersih tersebut telah kotor, maka tak sanggup lagi melihat bersih atau tidak.
Untuk itu biasanya kita perlu masukan dari berbagai pihak, bagaimanakah diri kita saat ini? Apakah masih baik atau tidak. Pihak yang paling baik andak mintai adalah teman yang tidak biasa melihat anda, atau bahkan musuh anda.
Karena, biasanya ketika kebusukan telah melanda hati kita, terdapat satu ciri berbahaya:” Ketika kita tidak lagi bisa melihat hal yang salah sebagai hal yang salah, dan tetap dilakukan hal yang salah tersebut, dengan berbagai pembelaan retorika atau kepandaian bicara, maka hati kita telah mulai membusuk”

Cedak Kebo Gupak. Carilah kerbau yang bisa meng-Gupak-i hal yang baik.

I get some question from my friends

Q: air is the good audio conductor is right?
A: Oh no.. Maybe it’s good. That is relative value

Q: What do you mean?
A: I can show to you that air is bad audio conductor

Q: Oh yaa??
A: This is the fact

Medium Temp (Celcius) Audio Velocity(m/s)
Air 0 331,3
Air 15 340
Oxygen 0 317,2
Water 15 1.450
Water 25 1.490
Pb 20 1.230
Cu 20 3.560
Aluminium 20 5.100
Ferrum 20 5.130

A: So.. Air is not good audio conductors… than solid or liquid shape. The Jet Supersonic Aerospace have a better velocity than Audio. 3300FPS = 990 metres/second
Q: Can you show where you get this fact?

A: Yes from http://www.scribd.com/doc/13242711/Materi-Smp-Kelas-8-Bab-Vi-Bunyi. The SMP curricullums :D

A: The real example that air is BAD audio conductor is, why telephone and cellular phone system are made??

Transliterasi

Udara adalah penghantar audio yang baik. Benarkah??

Seorang teman bertanya pada saya..
T: Mas, udara itu penghantar bunyi yang baik ya?
J: Tidak juga… Ya relatif

T: Maksudmu??
J: Saya juga dapat menunjukkan bahwa udara bukan penghantar bunyi yang baik

T: Oh ya??
J: Ini faktanya

Medium Suhu(celcius) Cepat rambat bunyi(m/detik)
Udara 0 331,3
Udara 15 340
Oksigen 0 317,2
Air 15 1.450
Air 25 1.490
Timah 20 1.230
Tembaga 20 3.560
Alumunium 20 5.100
Besi 20 5.130

J: Tabel ini menunjukkan bahwa udara adalah penghantar bunyi yang buruk, dibanding benda cair dan padat. SEmentara kecepatan Jet Supersonic masih 3 lipat dibanding bunyi dalam udara
T: Dari mana tabel itu??

J: http://www.scribd.com/doc/13242711/Materi-Smp-Kelas-8-Bab-Vi-Bunyi. Sebuah kurikulum SMP.. Anak SMP saja tahu kalau bunyi bukan penghantar yang baik ;)
J: Paling gampang membuktikan bahwa udara bukan penghantar bunyi yang baik adalah, diciptakannya Telepon dan Ponsel

Gimana mas Bud? terbukti ya?

Halaman Berikutnya »