Mei 2009


Bagaimana trick menyelesaikan Rubik Cube 3×3 level 1? Tidak ada rumusan pasti untuk menyelesaikannya. Semua berdasar logika dan penalaran anda yang baik, ditambah dengan sedikit action yang berani…
Silakan lihat pada gambar yang saya temukan di internet ini

Perhatikan pada bagian paling bawah. Yang dimaksud dengan layer 1 adalah sisi bawah beserta warna tepi yang telah benar.

Jika anda mengambil sisi merah sebagai dasar layer, maka pastikan warna pinggirnya juga telah seragam.. Tidak ada rumusan pasti, anda mencoba sendiri, dan jika sudah bisa, dijamin untuk lapis yang lain tidak akan mengalami masalah. Justru lapis satu inilah yang akan banyak membutuhkan pikiran, dan waktu..

Bersambung ke Level 2

Rubiks Cube, adalah permainan lama yang hingga kini masih tetap menjadi mainan otak jaman sekarang. Bukan hanya anak kecil. Orang dewasapun sangat jarang yang bisa menyelesaikan. Rubiks Cube, yang paling umum dijual di pasaran adalah Rubiks Cube 3 x 3 x 3. Warna standard dari rubic tersebut adalah Merah, Kuning, Hijau, Putih, Biru, Orange. Memang sepintas Rubiks Cube seperti akan sangat rumit diselesaikan. Karena menyelesaikan sisi satu, akan selalu mengubah sisi yang lainnya.

Pertanyaannya, dapatkah rubic diselesaikan?

Ya, Rubiks Cube dapat diselesaikan bahkan dalam waktu sangat cepat. Rekor saya (penulis) adalah 49 detik bersaing dengan teman satu kost yang saat itu memenangkan dengan waktu masih kepala 3. Bagi penulis, rubiks cube termasuk permainan favorit yang tidak menjemukan bahkan akan dibawa kemanapun. Jika orang lain dalam keadaan nganggur memilih otak atik HP, maka penulis lebih menyukai otak atik rubik ini dibuat berbagai macam Variasi. Penulis belum mencoba menyelesaikan rubik versi hexagonal maupun kubus 4 x 4. 2 x 2 pernah diselesaikan juga. Cukup lucu yang 2 x 2 ini. Cukup kecil namun bisa membuat jengkel. Hanya saja 2 x 2 tidak banyak didapatkan di pasaran.

Bagaimanakah kunci bermain rubik yang benar?

Bermain rubik akan menjadi susah apabila kita:

  1. berpikiran dengan mengandalkan sisi
  2. tidak berani mengeksplorasi kemungkinan, karena dipandang akan merusak yang sudah ada
  3. berpikiran bahwa rubik tidak dapat diselesaikan.. You can because you can thing you can

Ya, ternyata masih ada beberapa saudara yang belum terima bahwa rubiks itu bisa diselesaikan.. hehehe
Lantas harus bagaimanakah?

  1. mengganti pola pikir sisi dengan pola pikir Lapis. Jika berpikiran sisi terdapat 6 sisi yang akan saling merusak. Jika berpikiran lapis hanya ada 3 lapis yang yang bisa disiapkan cara tertentu supaya tidak merusak.
  2. Explorasi segala kemungkinan. Berani mencoba..

Secara praktiknya, bermain rubiks cube memang memerlukan sedikit memori untuk mengingat posisi dan juga langkah operasi yang akurat. Saya telah membuktikan, bermain rubiks setiap pagi sehabis bangun tidur atau sholat subuh, membuat kita lebih cepat “bangun” dalam hari itu, alias tidak aras-arasen orang jawa bilang.

Harga Rubik

Rubik banyak ditemui di tempat-tempat penjualan mainan hanya saja, belakangan terlalu banyak toko yang mulai tidak mnejual rubiks ini, karena dianggap mainan kuno. Justru kalau pun ada, rubik terjual dengan sudah tertempelkan gambar Naruto dan lain lainnya yang dari kertas, sehingga dengan mudah kertas tersebut aus. Begitupula dengan Puzzle 15 karakter yang dulu pernah muncul, sekarang hanya muncul dalam bentuk software. (Saya ingat untuk puzzle ini saya pernah membuat record di SD saya dengan waktu 14 detik). Harga rubik versi mainan berkisar antara 8000 rupiah – 10000 rupiah.
Rubik asli saya dapatkan informasi dari internet, bisa berharga 10 dollar keatas untuk 3×3x3

Trick

Tidak  sedikit trick-trick yang bisa ditemukan di Internet terkait dengan Rubiks Cube ini. Banyak cara menuju Roma, namun jembatan keledai manakah yang akan kita pakai? Trick apapun tidak akan berguna jika kita tidak menguasai posisi bangunruang dari rubiks tersebut. Untuk trick, dapat saya upload setelah saya melakukan foto rubiks hasil pekerjaan saya.. Dengan demikian, posting ini dinyatakan: bersambung

Apa itu logika?
Logika adalah ilmu yang mempelajari cara-cara untuk menyusun sebuah SIMPULAN (EYD) berdasar unsur-unsur logika (premis) dengan penggunaan operator logika yang benar, seperti konjungsi, implikasi, disjungsi dan lainnya.

Dapat dilihat, negeri ini yang tengah disibukkan dengan persoalan politis, ternyata membuat masyarakat dapat menjadi pengamat politik dengan kata-kata “argumentatif” yang sangat lihai. Seorang tukang becak pun dapat menyatakan “kalimat deklaratif” dalam beradu argumen dengan seorang dosen sekalipun. Semua orang dapat menggunakan logika ini sejauh mereka ingin. Seorang pendukung Partai A misalnya, dia meyakini sebuah “kalimat deklaratif” dalam otaknya, bahwa sebagian besar rakyat Indonesia akan memilih Partai A tersebut. Jika kelak hasil Empiris mengatakan sebaliknya, maka Partai A telah dicurangi. Dengan demikian akan mengajukan ke Mahkamah Konstitusi.

Dapat dilihat juga seorang pejabat tinggi yang menjadi tersangka dalam suatu kasus korupsi. Alat hukum yang dipercayanya akan segera memberikan dukungan-dukungan logis, baik pengumpulan fakta sebagai premis, atau dalam bentuk lain.

Sayang sekali, logika yang harusnya digunakan untuk mencari kebenaran, seperti mencari dimana Tuhan, mencari mengapa bumi bisa terbentuk, ternyata digunakan oleh sebagian pihak sebagai alat pembenaran. Seorang berkuliah di Fakultas Hukum, ternyata bisa berubah menjadi alat pencari celah hukum. Seorang Psikolog, mereka mencari juga celah-celah psikologi manusia untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Bahkan kadang seorang yang tidak mengerti ilmu sama sekali telah berusaha bermain logika kata-kata untuk mendapatkan kepuasan dirinya. Sayang sekali, ilmu-ilmu yang didapatnya ketika belajar tidak pernah mencerdaskan dirinya, justru semakin membodohkan dirinya dalam kungkungan tempurung pikiran yang menghambatnya.

Beberapa pesan,
1. Sebelum bermain logika, belajarlah dengan kebenaran premis, dan operator logikanya baik implikasi, disjungsi, konjungsi dan lain sebagainya.
2. Jika anda akan menggunakan logika ilmu-ilmu hayat dan ilmu fisika, silakan belajar ilmunya terlebih dahulu.

Perlu dipahami, bahwa Newton, Einstein, dan tokoh-tokoh ilmu Fisika, selalu menggunakan percobaan untuk memastikan suatu kebenaran YANG AKAN DIA IKUTI. Sehingga, seperti kata Yunus Cengel dalam bukunya Thermodynamics, dia tidak mengatakan sebagai : An Engineering Tools, atau An Engineering Dictionary, namun An Engineering Approach… Hanya pendekatan..

Sebuah tulisan dari harian KOMPAS yang dituliskan ulang dalam blog mas Adi http ://hampala.multiply.com/journal/item/2351/Control_Your_Destiny_or_Someone_Else_Will_The_GE_Way..

Control Your Destiny or Someone Else Will: The GE Way
Kompas.com, Minggu, 28 September 2008 | 00:13 WIB

GENERAL Electric (GE) adalah salah satu perusahaan yang dikagumi banyak
orang, termasuk saya. Banyak hal yang bisa dipelajari dari perusahaan ini.
Berbagai buku tentang GE juga telah ditulis, termasuk karya Noel Tichy dan
Stratford Sherman yang menginspirasi judul tulisan ini, Control Your Destiny
or Someone Else Will.

Satu hal yang menarik diamati adalah perubahan yang terjadi di GE sejak era
Jack Welch sampai Jeff Immelt sekarang. Begitu diangkat sebagai CEO dan
Chairman GE pada tahun 1981, Welch bergerak cepat. Sepanjang dasawarsa
1980-an, Welch bekerja keras merampingkan GE dan membuatnya jadi lebih
kompetitif. Welch dikenal sangat terobsesi dengan shareholder value.
Pidatonya yang berjudul “Growing Fast in a Slow-Growth Economy” menunjukkan
dengan jelas obsesi Welch ini.

Welch mendorong para manajernya untuk bekerja lebih produktif. Ia juga
memangkas birokrasi untuk meningkatkan efisiensi. Welch juga tidak
segan-segan memecat karyawan yang dianggap tidak memiliki kinerja yang
bagus.

Hasilnya? Secara finansial GE sukses besar di bawah kepemimpinan Welch. Pada
tahun 1980, sebelum era Welch, revenue GE sekitar 26,8 milyar dollar AS.
Pada tahun 2000, satu tahun sebelum Welch pensiun, revenue-nya meningkat
pesat menjadi 130 milyar dollar AS!

Nah, setelah era Welch berakhir pada tahun 2001, giliran Jeff Immelt yang
memimpin GE. Sama seperti Welch, Immelt pun langsung melakukan transformasi.
Immelt melihat bahwa GE cenderung sudah tidak inovatif. Ia menilai bahwa
obsesi GE terhadap bottom-line results dan kecenderungan untuk memecat orang
yang tidak mampu memenuhinya—warisan dari Welch—akan membuat para eksekutif
GE tidak berani mengambil risiko.

Maka, Immelt ingin agar GE lebih berani mengambil risiko, lebih
memperhatikan soal pemasaran, dan yang lebih penting, lebih berani melakukan
inovasi. Beda dengan era Welch sebelumnya yang menekankan soal efisiensi,
pemotongan biaya, dan ketrampilan melakukan deal-deal bisnis. Hal ini mau
tidak mau memang harus dilakukan. Lanskap bisnis pada era Welch berbeda
dengan era Immelt.

Pada era Welch, ekonomi Amerika tumbuh pesat pada tahun 1990-an saat
dipimpin Bill Clinton. Sementara Immelt harus menghadapi masa-masa pasca
peristiwa serangan teroris 9/11, ekonomi domestik Amerika yang
pertumbuhannya lebih lambat di bawah kepemimpinan George W. Bush, para
investor yang lebih demanding karena baru saja mengalami dotcom bomb, dan
juga pesaing-pesaing global yang lebih banyak.

Bisa kita lihat bagaimana perusahaan sekelas GE pun terus berubah sesuai
dengan perubahan lanskap bisnis yang dihadapi. Kebetulan MarkPlus Institute
of Marketing (MIM) sendiri tahun 2007 lalu pernah diminta untuk memberikan
pelatihan bagi para eksekutif GE Asia di tiga kota sekaligus: Singapura,
Shanghai, dan Sydney. Jadi, sedikit banyak saya juga bisa belajar dari
orang-orang GE sendiri.

Saya sendiri pernah menginap semalam di Kantor Pusat GE di Fairfield
Connecticut, Amerika. Saya juga pernah dua kali diundang ke Crotonville,
corporate university-nya GE. Kampus yang didirikan pada tahun 1956 ini
sekarang namanya John F. Welch Leadership Development Center, untuk
menghormati Jack Welch yang sudah pensiun.

Di Crotonville inilah para karyawan GE, mulai dari karyawan baru sampai ke
jajaran top management, digembleng dengan berbagai program pendidikan.
Selain Six Sigma, program penting lainnya adalah Change Acceleration Process
(CAP). CAP yang merupakan inisiatif Jack Welch ini bertujuan untuk
menyiapkan para manajer GE agar mampu mengelola proses perubahan secara
lebih efektif.

Welch memang telah membangun fondasi yang kuat di Crotonville ini.
Perusahaan yang kuat itu bukan perusahaan yang ukurannya besar semata, namun
perusahaan yang orang-orangnya siap berubah setiap saat.

Untuk menghadapi perubahan eksternal, sebuah perusahaan sebelumnya harus
bisa melakukan perubahan internal. Perubahan internal ini ada tiga jenis,
yaitu Political Change, Technical Change, dan Cultural Change.

Political Change adalah perubahan di tingkat manajemen puncak. Para
pengambil keputusan harus benar-benar mendukung program perubahan internal
yang sedang terjadi. Technical Change merupakan perubahan yang menyangkut
aspek-aspek seperti strategi, sistem, struktur, dan sebagainya. Technical
Change ini biasanya disusun oleh sekelompok kecil orang yang memang ahli
dalam bidangnya.

Sementara itu, Cultural Change adalah perubahan budaya korporat yang
menyangkut seluruh karyawan tanpa kecuali. Nilai-nilai (values) dan perilaku
(behaviour) baru musti dijalankan dengan konsisten.

GE telah melakukan ketiga perubahan internal tersebut dan hasilnya bisa
sama-sama kita lihat. Jadi, hanya perusahaan yang siap berubahlah yang akan
mampu bertahan di lanskap New Wave ini.

—Ringkasan tulisan ini bisa dibaca di Harian Kompas–

Hermawan Kartajaya

Berikut percakapan yang terjadi saya dan mas Andi rekan saya. Tentang bagaimana Google bisa berkembang pesat

So, What Would Google Do?

  1. Pelangganlah yang memegang peranan. Mereka dapat didengar di seluruh dunia dan dapat mengakibatkan pengaruh besar bagi perusahaan dalam waktu yang singkat, entah itu baik maupun buruk.
  2. Setiap orang baik itu kawan ataupun lawan, dapat saling bertemu dengan mudah tanpa batas ruang dan waktu.
  3. Mass market sudah mati, yang ada adalah mass of niches.
  4. Kunci keahlian utama yang dibutuhkan pada setiap perusahaan saat ini bukanlah marketing tapi komunikasi.
  5. Mengikutsertakan pelanggan untuk berkolaborasi dengan kita, baik dalam pembuatan, distribusi, pemasaran, layanan pendukung, adalah salah satu cara untuk menjadi yang nomor satu di pasar.
  6. Perusahaan yang paling berhasil adalah perusahaan yang berdasarkan pada jaringan – mulailah dari kecil supaya dapat menjadi sebesar mungkin – dan platform dimana jaringan itu dibuat.
  7. Menguasai jalur pemasaran, SDM, produk dan bahkan intellectual property bukanlah kunci kesuksesan lagi. Tapi keterbukaan adalah kunci sukses.

Sudah seperti itukah perusahaan kita?

Selasa, 5 Mei 2009 | 11:13 WIB

KOMPAS.com – Dalam dunia bisnis, peran pemimpin yang adil dan bijaksana amat penting. Idealnya, pemimpin yang bijaksana yang mampu menjaga keseimbangan, antara pemenuhan hak karyawan, juga bisa memenuhi tuntutan perusahaan. Namun, pada kenyataannya di berbagai perusahaan masih banyak pimpinan yang kurang mengenakkan, bahkan cenderung mengajak perusahaan menuju kehancuran. Sebagai pegawai, yang bisa kita lakukan adalah menghadapinya. Seperti apa sajakah tipe-tipe kepemimpinan yang ada di perusahaan? Bagaimana menghadapinya?

Si Pengganggu
Tipe seperti ini cenderung kasar dan mabuk kekuasaan. Si pengganggu ini, entah mengapa senang mempermalukan Anda di depan orang lain, seperti klien atau rekan kerja, hanya untuk menunjukkan bahwa kedudukan dia lebih tinggi. Kadang untuk menunjukkan kehebatannya, ia senang mengancam Anda akan memecat Anda, meskipun kesalahan Anda kecil. Menghadapi atasan seperti ini bisa jadi sebuah tantangan yang sulit. Trik yang bisa Anda lakukan hanyalah dengan mencoba “terbang rendah”, tak terlalu menonjolkan diri, tetapi usahakan untuk mendapatkan perhatian dari atasan yang lebih tinggi dari si pengganggu tadi. Cari mentor atau atasan yang lebih tinggi dari si pengganggu untuk menjaga Anda, sekaligus menjadi tameng Anda dari si pengganggu.

Si Mikromanajer
Tipe yang seperti ini senang menganalisa setiap jengkal tindak-tanduk Anda, bahkan sekecil apa pun. Jika Anda tipe orang yang bisa mengambil hikmah, tindakan si atasan bisa dijadikan dorongan untuk bekerja lebih giat, disiplin, dan rajin. Namun, jika Anda tipe orang yang amat menghargai kebebasan, wah, bisa jadi runyam. Jika ingin menghadapi atasan semacam ini, penting untuk Anda tidak terlihat ingin mengambil kekuasaan si atasan. Biasanya tipe kepemimpinan mikromanajer adalah tipe orang yang insecure, maka amat penting untuk terus memberikan dia informasi mengenai kegiatan Anda. Dengan melakukan hal ini, Anda memberikan semacam ilusi sebuah kontrol kepada si atasan tanpa membuat Anda tak bebas bergerak (Anda masih punya kebebasan untuk berotonomi).

Si Politikus Kantor
Waspada lah dengan tipe yang seperti ini. Ia bisa berlaku seperti teman di dekat Anda, tetapi juga bisa tiba-tiba menusuk dari belakang. Hal-hal menyakitkan, seperti tidak menepati janji, salah informasi, pencurian ide, adalah hal-hal biasa yang terjadi ketika berhubungan dengan bos semacam ini. Cara terbaik untuk menghadapi atasan seperti ini adalah dengan berkomunikasi lewat tulisan. Dengan begini, segala perkataan, pertanyaan, pernyataan, permintaan, proposal, dan segalanya tercatat secara rapi dan ada buktinya. Jika atasan Anda berusaha menyelesaikan perjanjian secara verbal, lanjutkan konfirmasi lewat e-mail, pastikan Anda mengirimkan copy e-mail tersebut ke pihak lain di perusahaan.

Si Senior
Tipe ini biasanya dipromosikan karena sudah cukup senior. Atasan tipe ini biasanya kurang sigap, selalu melakukan segalanya berdasarkan prosedur lama, dan kurang terbuka terhadap segala usaha untuk berinovasi. Takut membuat keputusan, karena biasanya atasan tipe ini memiliki masalah untuk menjaga moral bawahannya, sehingga mereka bermasalah dengan fleksibilitas. Biasanya, tipe atasan yang kurang inisiatif semacam ini sangat takut akan perubahan, jadi jangan terlalu ngoyo mengajukan ide-ide yang terlalu fundamental. Akan lebih baik jika Anda menyelenggarakan rapat besar jika memang ingin mengajukan sebuah perubahan mendasar untuk mendapatkan suporter.

Tipe Drama Queen
Tipe ini tak selalu merujuk ke wanita, pria juga bisa jadi seperti ini. Dalam artian, tipe orang yang senang mengeluh, membuat masalah kecil jadi besar, dan membuat segalanya terlalu berlebihan. Terlalu memikirkan diri sendiri, egois, dan tak bisa melihat segala sesuatunya dari kacamata yang lebih besar. Mereka cenderung menolak solusi yang paling terlihat nyata, hanya untuk membuat situasi lebih rumit dan lebih lama. Bahkan, tak jarang membuat masalah perusahaan jadi masalah pribadi. Drama queen tak pernah puas. Jangan biarkan diri Anda termanipulasi dan memikirkan si atasan tipe ini terlalu lama, Anda bisa terhisap ke dalam sisi negatifnya. Amat penting untuk tetap memiliki pikiran yang positif dan merujuk kepada solusi. Sebisa mungkin, menjauh lah dari atasan seperti ini, karena Anda bisa terlalu berfokus kepada kepentingannya saja. Tetapi jangan lupa untuk tetap membuat hubungan baik dengannya.

Si Pendiam
Umumnya, tipe seperti ini senang bisa membuat Anda bingung dengan posisi Anda. Mereka jarang memberikan feedback dan cenderung menetapkan keputusan eksekutif tanpa menginformasikan kepada stafnya. Alhasil, si tangan kiri tak pernah tahu apa yang dikerjakan si tangan kanan. Sering terjadi miskomunikasi dan ketimpangan. Menghadapi tipe kepemimpinan semacam ini bisa jadi sangat mengesalkan, namun penting untuk Anda tetap menjaga kewarasan. Biasanya atasan semacam ini tak menyadari kesalahan mereka, jadi jangan takut untuk berbagi pengetahuan Anda dan menyuarakan pendapat Anda. Bisa jadi Anda akan masuk ke dalam lingkaran supervisor dan membuat perubahan di lingkungan kerja.

Memang sulit ketika kita berada dalam sebuah lingkungan kerja yang dipimpin oleh atasan yang kurang kompeten, apalagi ketika mereka cenderung membawa perusahaan ke jurang kehancuran. Namun, jika Anda merasa bisa dan memiliki ide untuk perubahan, teruslah berusaha (tentu jika Anda tak ingin melihat perusahaan tersebut hancur). Melaporkan atau melewati batas kewenangan atasan memang situasi yang sangat menakutkan, namun jika hal ini bisa membuat perusahaan Anda selamat, tak ada salahnya, asal jangan jadi pahlawan kesiangan, lho. Semoga berhasil!


NAD
Sumber : askmen

Sebuah catatan tentang kunci sukses

(Seperti yang dituliskan Koes Pudjianto, seorang konsultan manajemen, Dirut PT Binamarka Citra Utama, pada Suara Merdeka, 24 September ‘04)

Kunci sukses sebenarnya terletak pada diri kita sendiri, mulai dari bagaimana kita berpikir sampai bagaimana kita bertindak, dan mengambil sikap terhadap orang lain ataupun suasana yang bervariasi. Point-point kunci sukses tersebut antara lain:

You can because you think you can

Pada jaman dahulu orang bermimpi, dapat terbang, dan itu pun dapat terrealisasikan oleh Wright bersaudara. Begitu pula mengenai robot honda, sejak dahulu orang memimpikan atau bahkan membuat film tentang robot cerdas, dan ternyata robot honda pun telah mampu melakukan hal hal cerdas yang dilakukan sebuah robot.

Experience is the name every one give to their mistakes

Di dalam peribahasa indonesia sendiri ada sebuah pepatah: Pengalaman adalah guru paling baik. Pengalaman sendiri, sebagian besar akan banyak di bentuk oleh kesan yang muncul dari kesalahan. Bahkan dalam hadits Nabi SAW, ada yang menyatakan seperti ini: “Orang yang beruntung adalah orang yang mampu mengambil pelajaran dari pengalaman orang lain”.”Orang yang merugi adalah orang yang tidak mampu mengambil pelajaran dari pengalamannya sendiri sedangkan orang lain bisa sukses karena mempelajarinya” “Orang yang paling merugi di hari akhir adalah orang yang dimintai penjelasan suatu ilmu, namun dia menyembunyikannya”  (tambahan pengirim)

There is nothing permanent, except change

Semuanya akan mengalami perubahan, dan perubahan satu hal akan membawa

Enterpreneur’s Credo

-         I do not choose to be a common man

-         I seek opportunity, not security

-         I want to take the calculation risk

-         To dream, to fail and succeed

Don’t quiet, don’t give up, never say die

Begitu menyerah maka hal hal yang akan terjadi adalah sebagai berikut:

  1. Otak berhenti berpikir kreatif
  2. Menyia-nyiakan darah, pengorabanan, tenaga pikiran dan biaya yang telah kita perjuangkan selama ini

Tips menghadapi perubahan

Ada 3 tips penting untuk menghadapi perubahan agar kita tahan banting terahadap perubahan itu, antara lain:

  1. Kemampuan menganalisa situasi dan antisipasi perubahan yang mungkin terjadi seperti akibat adanya perubahan Pol Ek Sos Bud, dan persaingan. Selalu membuat “worse case scenario
  2. Mengenal betul kualitas dan daya saing kita, kelemahan dan kekuatan kita. Lakukan selalu positioning audit, sehingga kita selalu tahu dan mengerti apa yang akan kita perbuat dan kita perbaiki. Antara lain:
    1. kualitas manajemen
    2. Kesehatan kondisi keuangan
    3. Kualitas produk/layanan
    4. Pemanfaatan aset
    5. Inovasi
  3. Kemampuan dan kesiapan organisasi usaha kita untuk adaptasi terhadap gejolak yang mungkin timbul di kemudian hari.

Point-point seperti ini sangat penting untuk dimengerti dalam mengantisipasi hal-hal yang bakal terjadi di kemudian hari. Karena jika kita tidak mengetahui “what ‘s going on” maka yang terjadi adalah hanya stress dan depresi. Satu Pesan lagi dalam tulisan ini adalah “Whatever you have started, DON’T QUIET

Halaman Berikutnya »