Skip to content

Logika, Alat Kebenaran, atau Alat Pembenaran?

Mei 11, 2009

Apa itu logika?
Logika adalah ilmu yang mempelajari cara-cara untuk menyusun sebuah SIMPULAN (EYD) berdasar unsur-unsur logika (premis) dengan penggunaan operator logika yang benar, seperti konjungsi, implikasi, disjungsi dan lainnya.

Dapat dilihat, negeri ini yang tengah disibukkan dengan persoalan politis, ternyata membuat masyarakat dapat menjadi pengamat politik dengan kata-kata “argumentatif” yang sangat lihai. Seorang tukang becak pun dapat menyatakan “kalimat deklaratif” dalam beradu argumen dengan seorang dosen sekalipun. Semua orang dapat menggunakan logika ini sejauh mereka ingin. Seorang pendukung Partai A misalnya, dia meyakini sebuah “kalimat deklaratif” dalam otaknya, bahwa sebagian besar rakyat Indonesia akan memilih Partai A tersebut. Jika kelak hasil Empiris mengatakan sebaliknya, maka Partai A telah dicurangi. Dengan demikian akan mengajukan ke Mahkamah Konstitusi.

Dapat dilihat juga seorang pejabat tinggi yang menjadi tersangka dalam suatu kasus korupsi. Alat hukum yang dipercayanya akan segera memberikan dukungan-dukungan logis, baik pengumpulan fakta sebagai premis, atau dalam bentuk lain.

Sayang sekali, logika yang harusnya digunakan untuk mencari kebenaran, seperti mencari dimana Tuhan, mencari mengapa bumi bisa terbentuk, ternyata digunakan oleh sebagian pihak sebagai alat pembenaran. Seorang berkuliah di Fakultas Hukum, ternyata bisa berubah menjadi alat pencari celah hukum. Seorang Psikolog, mereka mencari juga celah-celah psikologi manusia untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Bahkan kadang seorang yang tidak mengerti ilmu sama sekali telah berusaha bermain logika kata-kata untuk mendapatkan kepuasan dirinya. Sayang sekali, ilmu-ilmu yang didapatnya ketika belajar tidak pernah mencerdaskan dirinya, justru semakin membodohkan dirinya dalam kungkungan tempurung pikiran yang menghambatnya.

Beberapa pesan,
1. Sebelum bermain logika, belajarlah dengan kebenaran premis, dan operator logikanya baik implikasi, disjungsi, konjungsi dan lain sebagainya.
2. Jika anda akan menggunakan logika ilmu-ilmu hayat dan ilmu fisika, silakan belajar ilmunya terlebih dahulu.

Perlu dipahami, bahwa Newton, Einstein, dan tokoh-tokoh ilmu Fisika, selalu menggunakan percobaan untuk memastikan suatu kebenaran YANG AKAN DIA IKUTI. Sehingga, seperti kata Yunus Cengel dalam bukunya Thermodynamics, dia tidak mengatakan sebagai : An Engineering Tools, atau An Engineering Dictionary, namun An Engineering Approach… Hanya pendekatan..

About these ads

From → Tak Berkategori

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: