BBM dan Permainan Kepentingan

Ihwal Minyak Bumi

Bahan bakar minyak dari minyak bumi (dan kelak gas) didaulat sebagai bahan bakar yang efektif untuk pembangkitan energi. Entah energi listrik ataupun energi untuk keperluan transportasi. Bahan bakar minyak juga didaulat sebagai sumber energi yang termasuk dalam kategori tak terbarukan (unrenewable). Meskipun sebenarnya tetap bisa terjadi proses renewable namun pada waktu yang sangat panjang.Sumber energi sebenarnya tidak hanya minyak bumi. Sudah banyak cerita jaman dahulu bahwa sudah dibuat mobil atau kendaraan dan sumber energi dari energi alternatif seperti : solar system (energi matahari), bahan bakar dari tumbuhan seperti : biogas tumbuhan, spiritus, alkohol dan lain sebagainya. Biogas dari golongan residu manusia dan binatang, belakangan juga menjadi pembicaraan mengenai adanya energi alternatif. Dalam sebuah dokumenter National Geographic pernah ada satu episode membahas sepasang peneliti suami istri yang hidup di tengah hutan Australia dimana mereka hidup di mobil caravan, mereka memiliki reaktor energi untuk bekas-bekas ranting, kotoran binatang, dedaunan dan lain-lain. Mereka juga menggunakan kincir air sebagai pembangkit energi listrik mereka. Setiap kali mereka berangkat ke institusi kerjanya mereka menggunakan sepeda kayuh dan membawa plakat bertuliskan : Selamatkan Energi Bumi
Sumber energi alternatif, juga tidak semata-mata hanya itu. Batubara pun sebenarnya masih dapat diupayakan sedemikian hingga mudah penggunaannya.

Di masa penjajahan Jepang, rakyat Indonesia diminta untuk bertanam jarak, yaitu sebuah komoditas tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi. Konon pesawat terbang Jepang yang sempat menghancurkan Hawaii dan mendukung Jepang dalam Perang Dunia dan kolonialisme Jepang era 40an, menggunakan minyak jarak ini sebagai bahan bakar utamanya. Mengapa sumber-sumber energi alternatif ini tidak dapat muncul ke permukaan? Sudah seharusnya jika sumber-sumber ini yang selama ini digaungkan melalui riset-riset dan ajakan tingkat dunia, seharusnyalah produksi-produksi kendaraan dan benda-benda yang memanfaatkan energi telah dirancang untuk mendukung hal itu. Setidaknya secara terpadu dunia telah merencanakan rancangan induk ini. Mengapa ini tidak terjadi?

Minyak Bumi dan Kepentingan Politik
Sebuah negara yang memiliki minyak bumi, tentu akan didekati oleh kelompok negara adi daya. Jika tidak mampu didekati, maka mereka akan diintimidasi entah dengan berbagai cara. Salah satu negara yang telah menjadi korban adalah Irak. Sebuah dugaan tentang penggunaan nuklir yang belakangan tidak terbukti telah menjadikan negara tersebut tidak dapat menguasai minyak bumi negaranya sendiri. Negara adi daya biasanya juga akan menanamkan modal utama dalam pengolahan benda-benda non-renewable baik berupa produk energi atau bukan.

Dalam tulisannya, Kwik Kian Gie yang berjudul Kontroversi Kenaikan Harga BBM[1]

menjelaskan yang intinya kira-ira sebagai berikut:

Harga minyak mentah di pasar internasional selalu meningkat. Sebabnya karena minyak mentah adalah fosil yang tidak terbarui (not renewable). Setiap kali minyak mentah diangkat ke permukaan bumi, persediaan minyak di dalam perut bumi berkurang. Pemakaian (konsumsi) minyak bumi sebagai bahan baku BBM meningkat terus, sehingga permintaan yang meningkat terus berlangsung bersamaan dengan berkurangnya cadangan minyak di dalam perut bumi. Hal ini membuat bahwa permintaan senantiasa meningkat sedangkan berbarengan dengan itu, penawarannya senantiasa menyusut.

Sejak lama para pemimpin dan cendekiawan Indonesia berhasil di-“brainwash” dengan sebuah doktrin yang mengatakan : “Semua minyak mentah yang dibutuhkan oleh penduduk Indonesia harus dinilai dengan harga internasional, walaupun kita mempunyai minyak mentah sendiri.” Dengan kata lain, bangsa Indonesia yang mempunyai minyak harus membayar minyak ini dengan harga internasional.

Kwik Kian Gie
Dengan kelemahan minyak bumi sebagai benda non-renewable, ternyata bisa dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi yaitu untuk mendapatkan keuntungan dari isu yang digelontorkan. Yaitu isu bahwa minyak bumi itu tak terbarukan, permintaan selalu meningkat, dan cadangan semakin menipis, yang akan meningkatkan efek ekonomis dari efek tersebut. Itulah mengapa minyak bumi akan senantiasa menjadi rebutan di dunia sekalipun.Permainan Minyak Bumi di Indonesia dan Kepentingan Politik
Jika meninjau dari apa yang dikatakan Kwik, secara masuk akal, maka harga minyak dunia akan terus naik. Akan ada jeda sekian tahun untuk naik misal dua atau tiga tahun sekali naik. Kondisi ini harus disikapi oleh pemerintah Indonesia bahwa jika memang akan selalu naik maka akan ada kebijakan-kebijakan tertentu yang akan berlangsung sepanjang masa alias jangka panjang. Sayang sekali, kondisi politik dan karakter pelaku politik di Indonesia belumlah dapat diharapkan untuk dapat berpikir jangka panjang. Sebagian besar pelaku politik baru berpikir tahap jangka pendek yaitu sepanjang dia berkuasa atau berkesempatan bermain dalam kancah politik saat itu. Secara awam masyarakat dapat menilai sebuah proses jual beli dan penerapan prinsip ekonomi yang ada dalam tubuh pelaku politik yang berkuasa.

Harga Minyak Bumi Turun?
Harga BBM Turun, adalah kondisi yang sangat jarang. Namun kejadian itu sempat terjadi di bulan Januari 2009. Isu yang muncul di sana adalah bahwa harga minyak mentah dunia turun, sehingga berpengaruh terhadap turunnya harga BBM di Indonesia. Saat itu harga BBM untuk jenis Premium adalah sudah setinggi Rp. 6000,00.
Dalam situs Sekretariat Negara dijelaskan sebagai berikut[2]

:

Penurunan harga BBM kali ini adalah penurunan harga yang ketiga kalinya. Dua pengumuman terdahulu disampaikan pada tanggal 1 dan tanggal 15 Desember 2008. Pada tanggal 1 Desember 2008, Pemerintah menurunkan harga premium menjadi Rp 5.500,- dari harga semula Rp 6.000,-. Kalau pada 1 Desember 2008 hanya harga premium yang diturunkan, maka pada 15 Desember 2008 harga solar juga ikut diturunkan menjadi Rp 4.800,- dari semula Rp Rp 5.500,- dan harga premium menjadi Rp 5.000,-. Dengan demikian pada tanggal 12 Januari 2009, harga premium dan solar sama-sama turun menjadi Rp 4.500,- Keputusan ini mulai berlaku 15 Januari 2009.Sejak 1 Desember 2008, total penurunan harga premium sebesar 25 persen, yaitu dari Rp 6.000,- menjadi Rp 4.500,-. Sedangkan untuk solar telah turun sekitar 18,2 persen, yaitu dari Rp 5.500,- menjadi Rp 4.500,-.

Setiap kali terjadi proses kenaikan harga BBM, sudah barang tentu seluruh harga barang dan bahan makanan pokok akan juga naik. Bahkan sebelum terjadi kenaikan juga sudah akan naik lebih dahulu. Dan yang terjadi di saat turunnya BBM tersebut, maka harga barang dan bahan makanan pokok tidak akan kembali seperti semula. Meninjau analisis Kwik bahwa jika minyak bumi akan mengalami kenaikan harga setiap saat, maka sudah seharusnya turunnya harga minyak mentah di dunia, tidak lantas menjadikan pemerintah Indonesia ikut menurunkan harga BBM, untuk fungsi jangka panjang. Karena sudah terlanjur naik, seharusnya pemerintah tidak menurunkan harga BBM saat itu. Hal ini sesuai juga dengan kelembaman psikologis rakyat yang sudah “terpaksa setuju” dengan harga Rp.6000,00 saat itu. Seharusnya dengan mempertahankan di angka tersebut, pemerintah dapat save subsidi lebih banyak.Permasalahan utama kenaikan BBM ini tidak semata-mata seperti kata Gubernur Jawa Tengah kemarin : “Kenaikan BBM hanya sebesar dua batang rokok, sekali bakar, sekali bakar, habis”. Namun justru pada efek kenaikan harga yang lain, terutama bahan kebutuhan pokok. Para bapak yang tidak biasa melihat harga dapur dan hanya melihat harga rokok mungkin hanya akan memperhatikan perbandingan dengan harga rokok. Namun jelas para ibu akan terasa sekali. Di saat terjadi turunnya harga BBM saat itu, justru harga barang yang telah terlanjur naik tidak ikut turun, dan dipastikan ketika sekarang harga BBM dengan acuan Premium “kembali”  ke angka Rp. 6000,00 sudah dipastikan harga kebutuhan pokok naik lagi.

Dagangan Politik
Dapat dilihat bahwa turunnya harga BBM pada tahun 2008-2009 tersebut memang dekat sekali dengan sebuah peristiwa besar yaitu Pemilihan Umum baik legislatif maupun pemilihan Presiden. Catatan lain adalah bahwa pembuat kebijakan turunnya harga BBM saat itu adalah juga kandidat presiden untuk pemilu 2009, yang jika terpilih saat itu, maka dia akan terpilih untuk kedua kali berturut-turut, sedangkan di Indonesia, seorang Presiden atau pemimpin Kabinet memiliki kesempatan maksimal dua kali berturut-turut untuk terpilih sebagai Presiden. Jika masyarakat paham saat itu, maka sudah dapat dipastikan bahwa di era terpilihnya Presiden tersebut untuk kedua kalinya, tidak akan terjadi turun harga. Bahkan dari rekam jejak (track record) yang ada, kepemilihan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang terpilih tahun 2004 ini memang jarang menuntaskan program yang digaungkannya seperti 100 hari Berantas Korupsi di tahun 2004-2005 yang seolah beritanya hilang ditelan kumpulan bencana Tsunami dan Gempa Bumi. Di masa sekarang, hampir sudah tidak lagi terdengar jejaknya, dimana secara kasar dapat dibayangkan bahwa seperti tidak ada motivasi lagi untuk melanjutkan hal itu.

Catat Pola Pikir Politikus
Sudah seharusnya masyarakat kita makin cerdas dengan adanya rekam jejak gerakan para politikus. Beberapa pola-pola model balik modal, dagang suara, mencari dukungan, pencitraan, dan lain sebagainya. Saya berkeyakinan, pola berpikir dan pola dagang para politikus dari hari ke hari tidak akan berubah. Yang ada adalah kepentingan sesaat, dan tidak ada keinginan untuk lanjut hingga masa depan yang jauh. Saya juga bermimpi suatu ketika masyarakat Indonesia akan menjadi cerdas, dapat mengamati gerak-gerik politikus. Sehingga kejadian tahun 2008-2009 yakni turunnya BBM akan sudah dicatat sebagai gerakan mencurigakan dari pemerintah. Sehingga sudah seharusnya pemerintah berkuasa meskipun dia dapat hingga maksimal dua kali masa kepemimpinan berturut-turut, rakyat akan sepakat cukup satu kali memilih. Sehingga jika terjadi kerugian bukan pada rakyat, namun pada kabinet terpilih.

[1] Kwik Kian Gie. Kontroversi Kenaikan Harga BBM , Maret 2012
[2] Ibnu Purna / Hamidi Rahmat, Implikasi Kebijakan Penurunan Harga BBM 15 Januari 2009

http://bimosaurus.multiply.com/journal/item/777/BBM_dan_Permainan_Kepentingan

Mengganti Path model GET dengan PATH_INFO

Seringkali dalam sebuah proses koding, seorang programmer merancang path seperti contoh berikut ini :

http://namaserver.com/index.php?module=satu&submodule=dua&aksi=baca&id=23

Sedang di kode PHP, akan ditangkap dengan kira-kira adalah seperti demikian:

$module = cleanstring( $_GET[module] );

$submodule = cleanstring( $_GET[submodule] );

$aksi = cleanstring( $_GET[aksi] )

$id = cleanstring( $_GET[id] );

Namun ternyata, path model demikian sebenarnya sangat tidak direkomendasikan di kalangan developer. Alasannya antara lain sebagai berikut:

  1. Tidak Search Engine Friendly. Search Engine lebih mudah melihat path seperti demikian : http://namaserver.com/kategori/subkategori/id/judul. Meski demikian sebenarnya masih bisa juga model GET tersebut disetting dengan menggunakan fasilitas mod_rewrite dari bawaan web server
  2. Alasan keamanan. Biasanya, sebuah mesin pencari bug SQL Injection, Remote File Inclusion, Local File Inclusion, Local File Executable akan lebih mudah menangkap bug dari model path dengan GET. Seperti misalnya adalah :
  3. Lebih mudah untuk dikatakan jika seseorang memberitahu rekannya tidak dengan posisi offline. Tentu akan lebih mudah mengatakan : “ada di halaman http://ini.com/artikel/baca/nomer” daripada “ada di halaman http://ini.com/?mod=artikel&aksi=baca&id=nomer”

PHP sebenarnya telah menyediakan sebuah model method untuk request halaman, salah satunya adalah

$_SERVER['PATH_INFO']

. Jika kita ketikkan di halaman PHP sebagai berikut:

$pathurl = $_SERVER['PATH_INFO'];

echo $pathurl;

Maka ketika halaman tersebut dibuka pada web server dengan url seperti ini : http://namaserver/artikel/baca/11 maka $pathurl nya adalah : /artikel/baca/11

Dengan demikian jika akan diuraikan pathurl tersebut maka bisa dilakukan dengan melakukan penambahan function explode, yang mengurai sesuatu string berdasar karakter tertentu menjadi array. Misal sebagai berikut:

 
$r_pathurl = explode("/",$pathurl);

print_r( $r_pathurl );

Maka pada web browser akan muncul sebagai berikut:

Array
(
    [0] =>
    [1] => artikel
    [2] => baca
    [3] => 11
)

Dengan memanfaatkan array tersebut, bagi yang terbiasa dengan GET method, akan dapat mengurai menjadi seperti demikian:

$module = cleanstring( $r_pathurl[1] );

$aksi = cleanstring( $r_pathurl[2] );

$id = cleanstring( $r_pathurl[3] );

Nah selanjutnya, kita bisa koding lagi seperti biasa. Perubahan hanya terjadi dengan mengganti GET method dari url, menjadi item array. Pada mod rewrite di htaccess, kita tinggal melakukan pembuangan kata index.php saja. Metode seperti inilah yang diterapkan oleh framework-framework PHP seperti CI, CakePHP, Yii dan lain sebagainya.

 

sumber : http://bimosaurus.com/2012/03/23/mengganti-path-model-get-dengan-path_info/

Blog, Social Networking, Internet Media dan Reporter Dadakan

Era teknologi maju sekarang, tidak hanya memungkinkan orang melakukan akses ke dunia maya. Namun juga kita juga bisa melakukan ekspos isi kepala ke dalam sebuah tulisan yang memungkinkan dibaca oleh seluruh manusia di seluruh penjuru dunia. Layanan-layanan mulai dari layanan email, chatting, blogging, dan social networking tumbuh subur dengan makin pesatnya pertumbuhan industri telekomunikasi di tingkat hardware. Semua orang dapat melakukan akses ke situs social networking kesayangannya lewat ponsel, komputer, iPad dan apapun namanya gadget yang ada.

Sebagai pembaca, kadang kita terpaksa harus benar-benar selektif dalam membaca sebuah informasi yang muncul di salah satu media internet. Jika di masa lalu, skripsi atau karya tulis dapat dengan mudah mengambil referensi dari internet, sekarang tidak demikian. Selektifitas harus benar-benar dilakukan mengingat tidak semua yang ada di internet adalah benar. Sering kali kita mendapatkan sumber valid dari blog atau facebook seseorang. Namun tak jarang juga sumber yang kita ambil ternyata terpengaruh oleh emosi dan kepentingan si penulis. Untuk ini maka harus benar-benar selektif sebagai seorang pembaca.

Bagaimana jika kita berada dalam sisi penulis, kita pun sebenarnya bebas menuliskan apapun. Namun etika dalam menulis tetap harus ada. Jngan sampai apa yang kita tulis justru merupakan informasi yang tidak benar atau minimal menyalahi etika. Kadang benar saja tidak cukup, namun harus ada etika-etika lain seperti kesopanan, faktor sara, dan lain sebagainya.

FAKTA vs OPINI

Seringkali juga, kita mendapatkan sumber dari internet dan kita mempertanyakan apakah ini benar? Maka kita juga pada posisi dibalik sebagai penulis, maka kita harus benar-benar menjaga validitas tulisan kita. Apakah syaratnya? Sebenarnya tidak sulit, salah satu kuncinya adalah : Utamakan Fakta daripada Opini.

Fakta merupakan suatu informasi valid yang benar-benar ada. Kadang fakta ini bisa berasal dari berita lain pembawa fakta, atau bisa juga kita sebagai saksi, atau sebuah gambar atau rekaman atau catatan sebagai bukti. Itulah fakta. Sedangkan opini adalah wujud dari pengembangan fakta menurut versi kepala masing-masing. Tingkat validitasnya bisa beranekaragam tergantung pada si pemilik opini. Jika si pemilik opini adalah benar-benar seorang analis maka beruntunglah si penerima berita. Namun di masa kini di masa anak SD pun bisa menulis tentang keburukan temannya di facebook, tidak mudah untuk menelaah sebuah opini, kadang opini ini justru akan membelokkan sebuah kebenaran dengan rancunya opini menjadi fakta bagi orang lain

Carica, Produk Segar dari Pegunungan Dieng

Anda sering dengar nama produk ini? Carica adalah sejenis buah pepaya bertipe kecil-kecil dan ada di sekitar pegunungan. Di Indonesia Carica ini yang terkenal dari pegunungan Dieng, antara Banjarnegara dan Wonosobo. Pepaya Carica ini secara kreatif, dibuat sebagai produk makanan manisan yang segar.Saya kurang tahu Carica ditemukan oleh siapa, namun dulu Carica dikembangkan oleh industri pengolahan Jamur terbesar negeri ini PT Dieng Jaya, dan setelah mengalami pailit, seluruh bentuk kerajinan makanan ini dijalankan oleh rakyat. Budidaya jamur rakyat di Indonesia juga baru muncul setelah PT ini bangkrut.

Carica, bentu aslinya adalah pepaya seperti pada gambar yang saya ambil di www.diengplateau.com. Carica ini memang berupa buah pepaya kecil tiga kali besar telur ayam. Buah ini juga banyak ditemukan di pasar tradisional Wonosobo dan Banjarnegara. Bahkan di pasar induk dan pasar pagi Wonosobo yang menempati terminal angkot dan dokar, juga banyak dijual.

Dengan beberapa pengolahan, dan pencampuran sirup, carica ini akhirnya menjadi sebuah manisan yang sangat segar untuk dikonsumsi.

Biasanya carica ini ada dalam beberapa bentuk kemasan, antara lain :

  1. Carica botol dalam kemasan botol seperti yang ada pada gambar pertama
  2. Carica cup/mangkok dalam kemasan mangkok seperti pada gambar dibawah
  3. Carica gelas dikemas dalam gelas plastik seperti gelas kemasan Air Minuman Dalam Kemasan

Carica ini biasanya jika dituang di dalam gelas, masih dapat ditambah air, karena biasanya cairan sirupnya masih sangat manis. Kualitas carica ini biasanya dinilai dari banyak hal, seperti tingkat tahan lamanya, kekenyalan buahnya (biasanya yang kenyal dan tidak terlalu keras), kesegaran sirupnya dan bumbu yang masuk di dalam buah carica ini. Biasanya yang paling disukai adalah kenyal namun bumbu sampai dalam. Carica ini merupakan buah dan produk pegunungan, namun sebenarnya akan sangat enak jika dikonsumsi di daerah panas seperti pantai dan kota besar.

Beberapa foto ini saya minta langsung dari pemilik Patara Carica, salah satu anggota komunitas perajin Carica di Wonosobo yang kebetulan juga menjabat sebagai pengelola komunitas ini, pak Toro. Menurut beliau, di Wonosobo pertumbuhan pengusaha carica tumbuh pesat setelah beberapa industri yang ada di Wonosobo bangkrut, dan setelah terjadi krisis ekonomi besar di Wonosobo akibat maraknya bisnis investasi berbau money game. Menurutnya pula, Carica ini akan potensial sekali sebagai produk bisnis yang bisa dijalankan dan menghubungkan antara daerah pegunungan dan daerah pantai.

Repost from : http://galeriukm.com/bisnis-kuliner/carica-produk-segar-dari-pegunungan-dieng

Tentang Sebuah Kebenaran

Kebenaran, atau bisa dikatakan sesuatu yang sifatnya ‘benar’ dapat dikatakan ada pada dua sisi. Kebenaran dapat bersifat absolut atau mutlak, dan kebenaran bisa juga bersifat relatif. Sebuah kebenaran absolut hanyalah milik pencipta semesta ini. Sedangan kebenaran relatif, sangat tergantung dari siapa yang ada di lingkungan kebenaran itu.

Analogi dengan teori Tata Surya.

Sistem tata surya mengenal beberapa teori, antara lain adalah : geosentris, heliosentris dan beberapa teori lain. Sementara penelitian menyebutkan bahwa teori yang ada adalah gabungan antara itu. Geosentris adalah sebuah paham yang menyatakan bahwa benda langit di sekitar bumi berputar mengelilingi bumi, bumi sebagai titik pusatnya. Sementara Heliosentris menyatakan bahwa bumi dan seluruh planet berputar mengelilingi matahari, matahari sebagai pusatnya. Namun penelitian lain menyebutkan, seluruh alam semesta mengelilingi matahari, dan matahari mengelilingi bumi.

Paham Geosentris ini, identik sekali dengan manusia dengan paham Egosentrisme, dimana menjadikan dirinya adalah pusat perhatian, pusat acuan kebenaran. Apapun yang terjadi, kebenaran ada di sisi dia sendiri. Orang dengan paham seperti ini akan sangat tidak baik ketika dia ada di lingkungan yang memiliki peran besar untuk masyarakat, seperti pemimpin, pemimpin agama dan lain sebagainya.

Paham Heliosentris ini, bisa jadi teridentikkan dengan manusia dengan paham yang taat pada aturan. Dimana seluruh tindakan dan tindakan pada masyarakatnya diacukan pada aturan yang ada. Disini, tergantung pada acuan yang dibawanya. Jika dia berada di kantor, dan acuan kantor yang dipegang, maka sebenarnya acuan kantor tersebut masih bisa berisi kepentingan para pembuat keputusan. Negara pun demikian juga.

Saya tidak bisa menganalogikan paham pendengar hati nurani dengan teori tata surya. Hati nurani adalah sebuah suara hati yang bersih yang dia sebearnya berprotes ketika kita menjadi ‘kebenaran’ bagi sebuah kesalahan. Hati nurani ini bisa jadi tidak terdengar oleh orang-orang yang telah menjadi ‘nilai kebenaran’ bagi sebuah kesalahan. Apakah kebenaran bagi sebuah kesalahan itu? Yaitu dimana sebuah kesalahan dibenarkan menjadi sebuah kebenaran dan kadang justru menjadi acuan bagi orang lain dalam bertindak.

Rupanya media internet, social network, dan segala macam media canggih di masa kini dimana semua orang dapat berekspos kata seperti saya  ini, sangat menyuburkan paham-paham Egosentris. Misal dengan curhat dimana sebenarnya sebuah kesalahan diri, karena malu, dia telikung bahasa menjadikan dirinya benar, kadang dibumbui dengan beberapa proteksi yang menghindari orang lain di sisi ‘benar’ membacanya.

Cobalah menengok social network kita sendiri. Atau bolehlah orang lain. Adakah kita pernah menyalahkan diri sendiri disana? Segala sumpah serapah biasanya ditunjukkan bahwa diri kita adalah benar.

 

Tulisan ini adalah keinginan saya untuk mencoba introspeksi diri. Bahkan segala tulisan di atas bisa jadi muncul karena pengalaman saya sendiri. Barangkali bisa berguna dan menjadi renungan bersama bahwa diri ini tidak hidup sendiri, gesekan selalu akan terjadi dan Tuhan akan melihat bagaimana kita mengelola gesekan dengan pihak lain. Semoga kita bisa berheliosentris dengan pusat acuan aturan kita adalah hatinurani sebagai wakil Tuhan Yang Maha Kuasa di dalam diri kita ini. Semoga Tuhan tersenyum melihat bagaimana kita mengelola diri :)

 

bms

Truff vs domino vs samgong vs 41 vs poker : sebuah analogi pertaruhan hidup

Saya yakin, masa kecil kita sudah terbiasa dengan bermain gaple atau domino. Kita juga sudah terbiasa dengan permainan ala ndeso Samgong (30an) atau Forty One (41). Bagi netter di masa kini juga ada permainan poker. Bahkan di level ndeso sekali, akan ada permainan minuman. Seluruh permainan kartu itu sama. Semua akan dibagikan kartu secara acak, kemudian kita diminta akan memainkan kartu tersebut beradu kemenangan sesuai aturan main, melawan rekan kita. Bagi anda yang suka bermain Truff, tentu akan merasakan berbeda, antara memainkan 41, remi, samgong, minuman dan lainnya, dengan bermain truff. Dimanakah perbedaannya?

 

 

Mari kita cek..

Jika anda bermain poker, kartu berapakah yang anda harapkan untuk dapat ketika dibagikan? Berapa besar potensi kemenangan dengan mendapatkan kartu besar, dan berapa peluang kemenangan kita?

Jika anda bermain minuman, kartu berapakah yang anda harapkan untuk anda dapat ketika dibagikan?

Jika anda bermain 41, samgong, domino kartu berapakah yang anda harapkan untuk anda dapat ketika dibagikan?

Adakah kartu yang anda hindari atau tidak diharap kedatangan kartu itu?

Bandingkan dengan bermain Truff. Apakah anda berharap mendapat kartu besar, atau berharap tidak mendapat kartu tertentu ketika dibagikan?

 

Permainan-permainan di atas selain truff, tentu akan mengharapkan kartu tertentu. Untuk samgong, tentu anda akan berharap mendapat kartu yang berjumlah tepat 30. Untuk 41 anda akan hindari kartu 1,2,3 berturut, dan anda akan berharap kartu 10 10 10 dan king. Anda pun dalam bermain permainan ndeso minuman, anda akan mengharap kartu besar, dan bukan kartu kecil

Namun dalam truff, apapun kartu yang kita dapat, seluruhnya dapat memainkan peran. Kartu kecil, atau kartu besar memiliki kemampuan mengendalikan yang sama peluangnya. Anda dapat mengatur permainan “main atas” atau “main bawah”. Seorang dengan kartu besar memiliki peluang besar untuk menang, sekaligus dengan resiko fatalnya. Seorang dengan kartu kecil, yang kalah besar dengan yang lain, namun dia tetap memiliki peluang-peluang memanfaatkan resiko si besar.

Sekarang, analogikan dengan apa yang telah kita lakukan dan akan lakukan. Apakah kita saat ini hanya memanfaatkan dan merasa beruntung dengan derajat, kelas, jenjang pendidikan kita, strata sosial kita, atau bahkan tergantung modal? Dimana sebenarnya modal makin besar, resiko kehilangan juga makin bertambah. Ataukah cukup dengan apapun yang kita punya yang telah ada, kita bisa mengendalikan keadaan dengan motto “Human Behind The Gun”?

Marilah kita tengok, apa kita sekedar menunggu pembagian kartu dari langit dan berharap mendapat kartu besar, ataukah kita terima lebih dahulu apa yang ada, dan dilanjutkan dengan mengusahakan seluruhnya?

Mari kita siapkan kartu truff masing-masing!

Selama kabinet kebo masih berlangsung…(sekedar catatan)

Cobalah lihat berita-berita ini :

http://www.antaranews.com/berita/298693/pemerintah-akan-impor-garam-500000-ton

http://www.antaranews.com/berita/294741/pemerintah-akan-mengatur-impor-bawang-merah

 

Betapa negara yang luar biasa akan garam, ikan dan hasil bumi, dipaksa oleh pemerintahnya sendiri untuk mengambil dari pihak asing. Garam. Nggak salah? Aneh, garam yang tersedia di nusantara sebagai pemilik pantai terpanjang di dunia, masak harus mencari ke luar negeri. Menteri yang idiot atau presiden yang diem saja?

 

Kemudian lihatlah ke berita-berita tentang kekerasan dan perbedaan beragama. Seperti FPI, FBR, perlawanan terhadap misionaris, perlawanan terhadap kekerasan, liberalisme seperti JIL dan lain sebagainya. Sebagai catatan bahwa Liberalisme adalah paham filsafat bebas yang pada akhirnya tidak akan dapat diatur oleh agama dan pemerintah (http://id.wikipedia.org/wiki/Liberalisme) yang seharusnya justru merupakan paham pertama yang dilarang di sebuah negara republik dan beragama. Mengapa paham-paham ini sekarang tumbuh subur mewarnai masyarakat? Jawabannya adalah : karena negara ini tak bertuan. Hukum tak terkawal, penegak hukum sibuk cari kekayaan. Pemerintah tidak memiliki niat untuk membereskan hukum sehingga semua merasa terkawal oleh hukum.

Silakan pula anda lihat catatan turunnya harga BBM di era sebelum 2009. Lihat pula catatan kampanye pemilu 2009 oleh pemenang sebelumnya yang menang lagi di periode kedua. Turunnya harga BBM digotong oleh partai pemenang pemilu presiden sebagai keberhasilan pemerintah, yang sebenarnya pemerintah memanfaatkan momen turunnya harga minyak dunia untuk mendapatkan simpati untuk keperluan pemilu 2009.

Sekarang. Mungkinkah hal itu terulang? Tidak mungkin.Lihatlah pada berita ini dan cek pada berita-berita serupa. Kalau niat untuk tidak memberatkan rakyat di masa depan, mending tidak perlu diturunkan, sehingga di masa kedepannya tidak perlu menaikkan. Karena naiknya harga minyak akan menaikkan seluruh harga. Sedangkan turunnya harga minyak tidak akan mudah untuk membawa turun harga yang lain.

http://ekonomi.inilah.com/read/detail/1833481/sby-harga-bbm-terpaksa-dinaikkan-demi-masa-depan. Kali ini dia tidak seperti tidak berdaya menghadapi harus naik BBM. Tentu banyak yang berpikiran bahwa kebijakan balik modal di periode kedua sedang digalakkan. Partainya yang ternyata carut marut berisi anjing-anjing koruptor dan suap menyuap makin harus membuat muka sang pemimpin ini kapalan dengan rasa malu. Penegak hukum justru menjadi penjebak hukum, pemegang keuangan negara justru menjadi “pecuk tunggu bara” atau justru “musang berbulu ayam”, dan lain sebagainya.

Kebijakan paling populer adalah : kenaikan gaji pegawai negeri TNI Polri. Kebijakan ini sungguh kebijakan buruk, padahal kelak justru di laporan pertanggung jawabannya, kebijakan ini dianggap sebagai upaya kesejahteraan rakyat. Jika dipikir, berapa persen penduduk yang berembel-embel Pegawai Negeri. Sementara kebijakan tersebut akan membawa naiknya harga-harga, dengan resiko bahwa si pegawai juga tetep saja banyak yang korupsi waktu pelayanan buruk dan tetap bermain dengan proyek-proyek yang bisa dia ambil keuntungannya.

 

LANTAS: apakah kita yakin, Esemka akan laku keras? Produk-produk dalam negeri akan bisa menguasai pasar dalam negeri sendiri? Ah, tidak percaya selama kabinet kebo yang gemar dengan benda luar negeri meski bekas itu ada, jangan harap industri dalam negeri bisa berjaya. Dan bersiaplah anda-anda matang karena harus terpanaskan hati anda hingga 2014 hingga kabinet macam ini akan berakhir.

Ah, sudahlah, tulisan carut-marut seperti ini tidak akan mengalahkan carut-marutnya negeri ini. Secarut-marut dan sepedas apapun, sudah banyak yang lebih pedas dan carut marut dibanding tulisan ini.. So, itu saja mereka tak akan mendengarkan omongan kasta blogger, maka jangan harap ini terbaca oleh para kebo-kebo.