Skip to content

[blog singkat] Antara Nafsu, Bertindak dan Jalan Turun

Dalam hukum-hukum fisika yang dipelajari sejak kecil, seharusnya kita faham bahwa “beraksi” itu membutuhkan gaya. Maka dia membutuhkan energi. Seharusnya bertindak itu lebih berat dan lebih butuh energi daripada tidak beraksi.

Namun fenomena manusia, ternyata manusia lebih mudah untuk berlaku nafsu. Lebih ringan melakukan hal-hal terbumbu nafsu, ketimbang tidak melakukannya. Tidak bergunjing, itu lebih berat ketimbang bergunjing. Menahan diri dari hal yang dilarang, itu lebih berat ketimbang melakukannya. Mengapa?

Nafsu membawa manusia pada derajat yang rendah. Dibawah. Nafsu adalah jalan turun. Sehingga menghentikan kendaraan hati dari kondisi turun justru dibutuhkan energi yang besar. Oleh karenanya justru membutuhkan keahlian untuk berhenti dari gerak jatuh bebas tersebut.

Semoga kita diberikan kekuatan untuk senantiasa melakukan konversi energi jatuh bebas itu menjadi konstruktif dan produktif. Selamat menjelang Ramadan.

Penipuan Paket Kuota Indosat Super Internet

“Penghilangan fungsi UNREG adalah kejahatan”

Saya menggunakan paket internet Indosat sudah sekitar 3 tahun, sejak tahun 2012. Selama itu, saya menggunakan paket Unlimited. Selama itu, ya lumayan saja penggunaannya. Saya memang sering rewel tentang jaringan. Sering juga paket saya matikan dan saya switch ke Telkomsel As saya, karena bagaimanapun Telkomsel memang jaringan lebih luas, meski dengan hitungan lebih mahal. Proses pindah layanan biasanya saya lakukan saat saya tugas di daerah lain, seperti di pulau Sumatera, Sulawesi dan lainnya. Kadang juga saat jaringan di desa saya, atau di kota kerja saya, Indosat down, meski ada di dekat tower atau kantor indosat itu sendiri. Condongcatur Yogyakarta misal. Di Taman Kuliner, Condongcatur, Sleman DIY, bersebelahan persis dengan kantor indosatpun, jaringan bagus, dapat kualitas 3G. Tapi tidak bisa terhubung kemana-mana. Jadi 3G hanya network local antar Indosat saja. Selebihnya pembohongan publik.

Pada sekitar bulan Mei 2015, saya mencoba paket kuota yang katanya berkapasitas 8GB. harganya lumayan, Rp 39.900,00. Saya mencobanya. Setelah saya melakukan registrasi, dalam beberapa jam, ternyata saya mendapatkan notifikasi bahwa paket saya tersisa seperti berikut:

“Sisa KuotaUtama 550.0MB, SisaBonus: 2.7GB Jam01-06, 977.0MB Jam09-17 & 3.7GB SuperWifi. Beli Extra:*123# atau http://instant.indosat.com”

Jadi Kuota utama sebenarnya sangat kecil kapasitasnya. Indosat menembak pelanggan pada jam-jam sibuk. Kuota utama diarahkan pada jam sibuk. 2.7 GB dikumpulkan pada jam saat orang-orang tidur, dan kondisi internet tidak digunakan. Sialnya angka terbesar, 3.7 adalah angka yang tidak murni seluler. Kita bahkan kelak tidak pernah faham bahwa kuota 8GB misal ternyata sepenuhnya adalah SuperWifi, dimana hanya diakses dalam jaringan Hotspot Indosat belaka. Itu adalah salah satu jebakan.

Tanggal 6 Juni, Kuota Utama saya telah mendekati habis. Saya pun berusaha mengubah paket internet menjadi unlimited lagi. Ternyata kasusnya seperti gambar berikut:

Muncul SMS : Anda masih terdaftar di paket Super Internet Kuota Rp 39.900/30hr..dst

Saya diminta untuk melakukan UNREG dari paket lama saya, yaitu paket KUOTA. Saya pun melakukannya. Tapi sialnya, pembohongan yang sebenar-benarnya dilakukan kembali. Saat saya melakukannya balasannya adalah seperti berikut:

SMS : Anda belum terdaftar di paket Super Internet.. dst

Sayapun mencoba cara lain yang disediakan oleh indosat, yaitu dengan cara melakukan pemanggilan USSD *123#. Saya pun memilih menu Superinternet, dan sub menu Status dan info. SMS yang ada adalah, bahwa saya masih terdaftar dalam paket Super Internet indosat. Saya mencoba memilih menu lain dari *123# -> Superinternet-> Berhenti berlangganan. Hasilnya adalah sms kembali:

SMS : Anda belum terdaftar dalam di paket Super Internet..dst

Kemudian saya mencoba melakukan checking penggunaan melalui keyword USAGE. Jawabannya adalah:
SMS : Anda terdaftar di Paket Super Internet kuota..dst

Screenshot_2015-06-07-06-05-03

Screenshot_2015-06-07-09-15-14

Akhirnya saya berusaha menghubungi customer Service Indosat yang ada di twitter akun @indosatcare. Sayangnya disana seperti biasa, pelanggan hanya akan ditangani bot mesin penjawab, diakhiri dengan karakter-karakter seperti ^IL ^RR dan lain sebagainya, yang tidak diperlukan oleh pelanggan. Saya pun diminta memberikan nomer alternatif, sayangnya tidak melalui DM (Direct Message). Sedangkan Twitter saya yang tidak diproteksi adalah terbaca publik. Saya memilih mengirimkan lewat DM. Dan, tidak ditanggapi.

Kemudian, tidak puas, saya mencoba telepon ke 100. Disana saya diminta menunggu beberapa saat untuk pemeriksaan data. Bagus sih, nama saya langsung dikenal. Tapi, akhirnya jawaban akhirnya adalah : “saya diminta menunggu dengan waktu maksimal 3×24 jam, dan sudah dibantu melaporkan” (Lho bukannya saya itu sudah laporan, dan laporan saya dilaporkan lagi, dan laporan dari laporan saya entah dimasukkan mana lagi ndak jelas). 3×24 jam adalah masa yang bagus untuk indosat mengambil keuntungan via internet menggunakan pulsa reguler (1.5 rupiah perkb). 3×24 saja juga sudah tidak butuh, karena diluar hari libur saya mendapatkan fasilitas internet gratis di berbagai macam kantor yang saya datangi.

Kesimpulan saya adalah, kata 8GB adalah penggiringan asumsi pengguna bahwa 8GB itu digunakan secara biasa siang malam, dan dengan menggunakan internet seluler sepenuhnya. Namun yang terjadi tidak seperti itu. 8GB tersebut adalah 3.7GB harus lewat Wifi Indosat. 2.7GB jam 01.00 – 06.00. Sementara jam produktif pengguna (meski pengguna pasif internetan, tapi kiriman file whatsapp tetap berjalan bukan), kita akan tersisa 1.6 GB yang sekitar 900an MB ada di jam 9-17. Kuota Utama, ada di jam 06.00 – 09.00, dan jam 17.00 – 01.00. Yang lebih bagus lagi adalah, bahwa pengguna tidak dapat melakukan UNREG lagi semenjak menggunakan paket ini. Saya khawatirkan, Indosat telah berusaha mencari keuntungan dengan jebakan seolah-olah error UNREG, yang padahal memang tidak dapat di UNREG. Jikalau harus melalui mekanisme Customer Service, toh Indosat sudah untung sekian persen dari 3×24 jam, dikalikan jumlah pengguna terjebak.

Tulisan ini, saya buat agar teman-teman waspada dengan segala macam paket yang sepintas besar kuotanya. Pastikan bahwa paket itu dapat diunreg. Sebenarnya, merupakan pelanggaran berat bahwa sebuah layanan tidak dapat di UNREG. Kebetulan saya pernah bekerja dalam layanan Content Provider, dan justru dari pihak Operator Seluler meminta agar layanan selalu disertakan dengan layanan UNREG. Tulisan ini juga saya buat agar semoga rekan-rekan dalam bekerja, tidak dengan mudah makan uang yang tidak menjadi haknya. Memeras pulsa melalui “tidak dapat diunreg” pun sudah cukup dengan “mencari rupiah dengan cara haram”

Sepertinya bukan saya saja yang pernah tertipu, karena di bagian mention twitter saya, juga ada seorang rekan yang menjelaskan 12 tahun dia menggunakan Indosat, dan bulan ini dia memilih UNREG. Belum lagi posting yang terdapat di Forum-forum dan blog. Oh ya, sebagai informasi, kondisi jaringan buruk, itu akan menambah cepatnya kuota kita. Mengapa? Karena kita akan melakukan banyak refresh koneksi, baik saat browsing ataupun lainnya. Refresh itu juga dilakukan juga oleh software aplikasi mobile kita.

OMNIPOTENCE PARADOX

Sugeng minggu siang. Sudah makan siang?

Mungkin ada disini yang sempat mempelajari Filsafat. Ada satu kasus yang memperkaya dinamika ilmu filsafat. Kasus ini ditelurkan oleh The Father of Secularian di kalangan Kristiani di Eropa sana. Case ini disebut Omnipotence Paradox. Sebuah kasus yang melibatkan kontradiksi logika antara kemahakuasaan dan kemahaperkasaan. Salah satu statemen dalam Omnipotence Paradox berbunyi seperti demikian: “Dapatkah Sang Mahakuasa menciptakan batu yang dia tak sanggup menghancurkannya sendiri?” Jika bisa maka dia tidak mahaperkasa. Tapi jika tidak bisa, Dia Maha Perkasa, tapi tidak Maha Kuasa.

Si pencetusnya adalah Ibnu Rusydi, yang di dunia barat disebut Averos. Seorang ilmuwan penganut mazhab Maliki, yang oleh beberapa pihak muslim disebut sudah mengarah ke Mu’tazilah. Oleh kalangan orang beragama pertanyaan tadi sama trivialnya dengan : “bisakah Tuhan membuat Tuhan, kalau bisa, dia tidak Mahaesa”

Jawaban secara logika tidak ada. Semua jawaban, berbasis keyakinan. Dalam Islam Ilmu Teologi yang membahas aspek logika hingga ke properti dan materi Tuhan disebut : ilmu kalam. Omnipotence Paradox termasuk di dalamnya. Sementara Mazhab Syafii mengatakan : “mempelajari semua ilmu termasuk ilmu sihir, itu berguna, tapi tidak ilmu kalam”. Olehnya kita diminta mempelajari jejak penciptaan alam raya oleh Tuhan, bukan zatnya. Kalangan Kristiani juga membentengi jawaban akan pertanyaan itu dengan jawaban umum : Tuhan tidak bisa dilogika. Sama tidak bisa dilogikakan antara Tuhan satu, putra Tuhan, dan teologi kerohkudusan. Sementara para pemegang kitab Taurat mengatakan: sama tidak dapat dilogikakannya ‘siang malam yang tercipta lebih dulu ketimbang matahari’

Omnipotence Paradox ditakuti banyak tokoh agama bagi yang memiliki logika penjelasan ‘pating pecotot’ dan ketakutan akan mengguncang keyakinan. Semua jawaban lebih mengarah pada keyakinan masing-masing yang oleh kalangan pelogika-bebas dinyatakan sebagai kesesatan pikiran. Sedangkan pihak ortodox (kolot) agama justru menganggap keliaran berpikirlah yang sesat.

Dalam statement beberapa agamawan mengarahkan ke : logikamu terbatas, karena diciptakan terbatas. Dan kamu sudah ditakdirkan mengatakan hal itu pagi ini.

Sugeng Hari Minggu. Semoga menyenangkan.

Netter Indonesia Memalukan

Netter Indonesia sepertinya bagi saya adalah netter yang tidak faham sopan santun. Tidak faham tempat dan tidak faham waktu. Melakukan spamming pada group-group terbuka dan promosi bokep ataupun jualannya di sana. Padahal dilihat juga oleh netter luar negeri.
Misal saja pada gambar di bawah, adalah dalam sebuah Fan Page komunitas penggemar Manchester United, posting foto Radamel Falcao pun tak lolos dari aksi vandal netter tak sopan ini.

image

image

image

Bagaimana? Itu adalah salah satu contoh saja. Banyak hal yang lainnya. Semoga kita makin cerdas dan bijak melakukan posting.

Andai Mel Shandy feat Tantri…

Posting ringan sedikit ah..
Seisi komunitas ex-Multiply mungkin faham, saya adalah bagian dari era 80an-90an. Era dimana berjayanya musik baik Indonesia maupun dunia. Saya jelas pecinta musik era 80-90 an. Saya dikenal jarang mau mendengarkan musik jaman sekarang. Saya hanya mau mendengar lagu yang ada di sekitar era tersebut. Apalagi kalau sudah berbicara Rock, Slow Rock, Jazz, hingga Neo Classic, darah saya tersirap untuk ikut nimbrung. Saya justru malas berbicara musik masa kini, yang menurut saya aneh, misal seperti Sm*sh, cherr*****, atau justru kan*** band yang agak lalu, ung*, pete*pa*, dan sejenisnya, tidak masuk dalam daftar dengar saya :D

Tapi tidak untuk Kotak. Kotak adalah salah satu group music Indonesia yang masih memilih karakter sendiri melalui jalur Rock. Komposisi instrumental dan vokal khas Tantri yang penuh tenaga, berjalan diatas rel ritme yang berjalan menghentak, membawa daya hipnotis untuk meng-akselerasi aktivitas kita. Disarankan sekali untuk aktivitas pagi, atau ketika saat harus kerja ternyata mengantuk :D.

Di masa lalu saya penggemar berat suara teh Mel Shandy. Suara dengan power yang tinggi, teknik nafas, timbre, ritme, dan daya ledak vokal hasil binaan pesantren (maklum dia seorang qori), bisa menghantam malam anda yang seharusnya tidur menjadi ingin berlari. Terutama saat teh Mel Shandy berfeat dengan Metal Boyz. Skill para punggawa Metal Boyz dikawinkan dengan vocal power Mel Shandy, jadilah sebuah kendaraan spirit sepenuh tenaga. Bedanya dengan group jaman sekarang, group jaman dulu gemar sekali memupuk dominasi di lapis lead guitar. Kotak, justru memainkan dominasinya pada rhythm guitar dibalas dengan hentakan drum feat bass, siap mengawal suara powerfull Tantri.

Belakangan saya sering memasang playlist di Youtube yang berisi lagu-lagu full power seperti dua group di atas, ditambah dengan /rif, jamrud, Cokelat, Power Metal, dan PAS Band. Untuk baratnya, jelas semacam Dream Theater, Van Halen, Iron Maiden, Deep Purple dan sebagainya. Saya malah membayangkan suatu yang mustahil.. Jika teh Mel Shandy masih aktif ngerock, dan berduet dengan Tantri, saya bisa bayangkan bahwa kepala ini bisa meledak :D

Sayang sekali, kopi musik online teh Mel Shandy sulit didapatkan dalam kondisi high quality. Biasanya hasil dari ripping teman-teman luar biasa yang ingin mengabadikan musisi-musisi masa lalu. Namun kadang dengan kualitas semacam itu sudah cukup untuk kita membayangkan bagaimana dahsyatnya musisi masa lalu. Berikut di bawah saya embed media Youtube lagu dari teh Mel Shandy yang kencangnya belum paling kencang. Kemudian di bawahnya akan diimbangi dengan kekuatan vokal Tantri berikut dengan band Kotak nya. Rasanya mendengar seperti ini, seperti memang Rock tak akan pernah mati.

Shame On You Abbot

tony-abbott

Warga Australia sudah sepantasnya malu dengan pernyataan Perdana Menterinya belakangan ini. Ternyata, bahwa apapun yang dilakukan oleh pemerintah Australia, tidak dilakukan secara tulus. Abbott, Perdana Menteri mereka menunjukkan perangai buruk, kekanak-kanakan, dan sangat memalukan, setelah memberikan pernyataan yang bersifat mengungkit bantuan kemanusiaan ke Indonesia (tepatnya Aceh) jaman Tsunami 2004.

Dia mengungkit bantuan kemanusiaan tersebut karena kehabisan cara untuk menyelamatkan dua penjahat narkoba asal negeri tersebut. Seharusnya dia malu, memiliki warga negara penjahat, dan saat akan dieksekusi justru dia membelanya. Sangat memalukan.

Bantuan kemanusiaan itu adalah sifat manusiawi dalam menolong sesama, humanity! Ini menunjukkan bahwa perdana menteri Australia tak memiliki sifat kemanusiaan. Yang ada hanyalah sekadar hutang dibalas hutang. Dia harus faham bahwa kejahatan narkoba di Indonesia adalah “tanpa ampun”. Seperti di pesawat terbang telah di jelaskan “penalty of death”

No Abbott! Spit to you! Siapa mengusik Aceh, anda berhadapan dengan saya :)

Buat teman-teman yang telah berinisiatif membuat Tagar #KoinUntukAustralia: You are ROCK!!

Gambar diambil dari http://www.theglobejournal.com/images/web/2015/02/tony-abbott.jpg

Reaktif vs Kreatif – Cerita Kita yang Semakin Bodoh

Beberapa waktu ini saya mulai melihat lagi blog-blog saya yang terlantar akibat tak pernah diperbaharui. Kemudian saya periksa lagi isi twitter saya. Kemudian ke facebook saya juga. Tak lupa saya menyambangi blog-blog atau backup blog teman-teman saya. Saya pun tak lupa menyambangi twitter mereka.

Dari beberapa yang saya temukan itu, akhirnya saya mendapatkan hipotesa, bahwa semakin hari kita semakin bodoh. Kita hanya semakin pandai bereaksi atas apa yang terjadi di sekeliling kita, apa yang terjadi. Sementara kita melupakan apa yang jadi tanggung jawab kita. Tak lagi pernah berkreasi, tak lagi pernah membangun sesuatu yang baru, semua tinggal bereaksi atas opini-opini diri. Semua orang jadi ahli politik, semua orang jadi ahli agama.

Yang untung adalah, siapa yang membisniskan media yang kita gunakan ini. Media berita, ISP, Seluler dan lain sebagainya. Blog, media jejaring sosial, akhirnya hanya berisi caci maki, postingan narsisme, isu selebritis, pencitraan diri bahwa dirinya hebat, dirinya didzalimi dan segudang content seperti itu.

Pada akhirnya memang saya lihat. Terutama setelah pilpres ini, bangsa Indonesia yang saya kenal, jauh lebih dungu, lebih primordialis, lebih egosentris, hanya bisa bereaksi, menyalahkan pihak lain, konsumtif, dan jauh dari kreatif.

Lantas kapan kita akan membangun..

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 53 pengikut lainnya.