Skip to content

OMNIPOTENCE PARADOX

Sugeng minggu siang. Sudah makan siang?

Mungkin ada disini yang sempat mempelajari Filsafat. Ada satu kasus yang memperkaya dinamika ilmu filsafat. Kasus ini ditelurkan oleh The Father of Secularian di kalangan Kristiani di Eropa sana. Case ini disebut Omnipotence Paradox. Sebuah kasus yang melibatkan kontradiksi logika antara kemahakuasaan dan kemahaperkasaan. Salah satu statemen dalam Omnipotence Paradox berbunyi seperti demikian: “Dapatkah Sang Mahakuasa menciptakan batu yang dia tak sanggup menghancurkannya sendiri?” Jika bisa maka dia tidak mahaperkasa. Tapi jika tidak bisa, Dia Maha Perkasa, tapi tidak Maha Kuasa.

Si pencetusnya adalah Ibnu Rusydi, yang di dunia barat disebut Averos. Seorang ilmuwan penganut mazhab Maliki, yang oleh beberapa pihak muslim disebut sudah mengarah ke Mu’tazilah. Oleh kalangan orang beragama pertanyaan tadi sama trivialnya dengan : “bisakah Tuhan membuat Tuhan, kalau bisa, dia tidak Mahaesa”

Jawaban secara logika tidak ada. Semua jawaban, berbasis keyakinan. Dalam Islam Ilmu Teologi yang membahas aspek logika hingga ke properti dan materi Tuhan disebut : ilmu kalam. Omnipotence Paradox termasuk di dalamnya. Sementara Mazhab Syafii mengatakan : “mempelajari semua ilmu termasuk ilmu sihir, itu berguna, tapi tidak ilmu kalam”. Olehnya kita diminta mempelajari jejak penciptaan alam raya oleh Tuhan, bukan zatnya. Kalangan Kristiani juga membentengi jawaban akan pertanyaan itu dengan jawaban umum : Tuhan tidak bisa dilogika. Sama tidak bisa dilogikakan antara Tuhan satu, putra Tuhan, dan teologi kerohkudusan. Sementara para pemegang kitab Taurat mengatakan: sama tidak dapat dilogikakannya ‘siang malam yang tercipta lebih dulu ketimbang matahari’

Omnipotence Paradox ditakuti banyak tokoh agama bagi yang memiliki logika penjelasan ‘pating pecotot’ dan ketakutan akan mengguncang keyakinan. Semua jawaban lebih mengarah pada keyakinan masing-masing yang oleh kalangan pelogika-bebas dinyatakan sebagai kesesatan pikiran. Sedangkan pihak ortodox (kolot) agama justru menganggap keliaran berpikirlah yang sesat.

Dalam statement beberapa agamawan mengarahkan ke : logikamu terbatas, karena diciptakan terbatas. Dan kamu sudah ditakdirkan mengatakan hal itu pagi ini.

Sugeng Hari Minggu. Semoga menyenangkan.

Netter Indonesia Memalukan

Netter Indonesia sepertinya bagi saya adalah netter yang tidak faham sopan santun. Tidak faham tempat dan tidak faham waktu. Melakukan spamming pada group-group terbuka dan promosi bokep ataupun jualannya di sana. Padahal dilihat juga oleh netter luar negeri.
Misal saja pada gambar di bawah, adalah dalam sebuah Fan Page komunitas penggemar Manchester United, posting foto Radamel Falcao pun tak lolos dari aksi vandal netter tak sopan ini.

image

image

image

Bagaimana? Itu adalah salah satu contoh saja. Banyak hal yang lainnya. Semoga kita makin cerdas dan bijak melakukan posting.

Andai Mel Shandy feat Tantri…

Posting ringan sedikit ah..
Seisi komunitas ex-Multiply mungkin faham, saya adalah bagian dari era 80an-90an. Era dimana berjayanya musik baik Indonesia maupun dunia. Saya jelas pecinta musik era 80-90 an. Saya dikenal jarang mau mendengarkan musik jaman sekarang. Saya hanya mau mendengar lagu yang ada di sekitar era tersebut. Apalagi kalau sudah berbicara Rock, Slow Rock, Jazz, hingga Neo Classic, darah saya tersirap untuk ikut nimbrung. Saya justru malas berbicara musik masa kini, yang menurut saya aneh, misal seperti Sm*sh, cherr*****, atau justru kan*** band yang agak lalu, ung*, pete*pa*, dan sejenisnya, tidak masuk dalam daftar dengar saya :D

Tapi tidak untuk Kotak. Kotak adalah salah satu group music Indonesia yang masih memilih karakter sendiri melalui jalur Rock. Komposisi instrumental dan vokal khas Tantri yang penuh tenaga, berjalan diatas rel ritme yang berjalan menghentak, membawa daya hipnotis untuk meng-akselerasi aktivitas kita. Disarankan sekali untuk aktivitas pagi, atau ketika saat harus kerja ternyata mengantuk :D.

Di masa lalu saya penggemar berat suara teh Mel Shandy. Suara dengan power yang tinggi, teknik nafas, timbre, ritme, dan daya ledak vokal hasil binaan pesantren (maklum dia seorang qori), bisa menghantam malam anda yang seharusnya tidur menjadi ingin berlari. Terutama saat teh Mel Shandy berfeat dengan Metal Boyz. Skill para punggawa Metal Boyz dikawinkan dengan vocal power Mel Shandy, jadilah sebuah kendaraan spirit sepenuh tenaga. Bedanya dengan group jaman sekarang, group jaman dulu gemar sekali memupuk dominasi di lapis lead guitar. Kotak, justru memainkan dominasinya pada rhythm guitar dibalas dengan hentakan drum feat bass, siap mengawal suara powerfull Tantri.

Belakangan saya sering memasang playlist di Youtube yang berisi lagu-lagu full power seperti dua group di atas, ditambah dengan /rif, jamrud, Cokelat, Power Metal, dan PAS Band. Untuk baratnya, jelas semacam Dream Theater, Van Halen, Iron Maiden, Deep Purple dan sebagainya. Saya malah membayangkan suatu yang mustahil.. Jika teh Mel Shandy masih aktif ngerock, dan berduet dengan Tantri, saya bisa bayangkan bahwa kepala ini bisa meledak :D

Sayang sekali, kopi musik online teh Mel Shandy sulit didapatkan dalam kondisi high quality. Biasanya hasil dari ripping teman-teman luar biasa yang ingin mengabadikan musisi-musisi masa lalu. Namun kadang dengan kualitas semacam itu sudah cukup untuk kita membayangkan bagaimana dahsyatnya musisi masa lalu. Berikut di bawah saya embed media Youtube lagu dari teh Mel Shandy yang kencangnya belum paling kencang. Kemudian di bawahnya akan diimbangi dengan kekuatan vokal Tantri berikut dengan band Kotak nya. Rasanya mendengar seperti ini, seperti memang Rock tak akan pernah mati.

Shame On You Abbot

tony-abbott

Warga Australia sudah sepantasnya malu dengan pernyataan Perdana Menterinya belakangan ini. Ternyata, bahwa apapun yang dilakukan oleh pemerintah Australia, tidak dilakukan secara tulus. Abbott, Perdana Menteri mereka menunjukkan perangai buruk, kekanak-kanakan, dan sangat memalukan, setelah memberikan pernyataan yang bersifat mengungkit bantuan kemanusiaan ke Indonesia (tepatnya Aceh) jaman Tsunami 2004.

Dia mengungkit bantuan kemanusiaan tersebut karena kehabisan cara untuk menyelamatkan dua penjahat narkoba asal negeri tersebut. Seharusnya dia malu, memiliki warga negara penjahat, dan saat akan dieksekusi justru dia membelanya. Sangat memalukan.

Bantuan kemanusiaan itu adalah sifat manusiawi dalam menolong sesama, humanity! Ini menunjukkan bahwa perdana menteri Australia tak memiliki sifat kemanusiaan. Yang ada hanyalah sekadar hutang dibalas hutang. Dia harus faham bahwa kejahatan narkoba di Indonesia adalah “tanpa ampun”. Seperti di pesawat terbang telah di jelaskan “penalty of death”

No Abbott! Spit to you! Siapa mengusik Aceh, anda berhadapan dengan saya :)

Buat teman-teman yang telah berinisiatif membuat Tagar #KoinUntukAustralia: You are ROCK!!

Gambar diambil dari http://www.theglobejournal.com/images/web/2015/02/tony-abbott.jpg

Reaktif vs Kreatif – Cerita Kita yang Semakin Bodoh

Beberapa waktu ini saya mulai melihat lagi blog-blog saya yang terlantar akibat tak pernah diperbaharui. Kemudian saya periksa lagi isi twitter saya. Kemudian ke facebook saya juga. Tak lupa saya menyambangi blog-blog atau backup blog teman-teman saya. Saya pun tak lupa menyambangi twitter mereka.

Dari beberapa yang saya temukan itu, akhirnya saya mendapatkan hipotesa, bahwa semakin hari kita semakin bodoh. Kita hanya semakin pandai bereaksi atas apa yang terjadi di sekeliling kita, apa yang terjadi. Sementara kita melupakan apa yang jadi tanggung jawab kita. Tak lagi pernah berkreasi, tak lagi pernah membangun sesuatu yang baru, semua tinggal bereaksi atas opini-opini diri. Semua orang jadi ahli politik, semua orang jadi ahli agama.

Yang untung adalah, siapa yang membisniskan media yang kita gunakan ini. Media berita, ISP, Seluler dan lain sebagainya. Blog, media jejaring sosial, akhirnya hanya berisi caci maki, postingan narsisme, isu selebritis, pencitraan diri bahwa dirinya hebat, dirinya didzalimi dan segudang content seperti itu.

Pada akhirnya memang saya lihat. Terutama setelah pilpres ini, bangsa Indonesia yang saya kenal, jauh lebih dungu, lebih primordialis, lebih egosentris, hanya bisa bereaksi, menyalahkan pihak lain, konsumtif, dan jauh dari kreatif.

Lantas kapan kita akan membangun..

Pemerintahan dan Nasib Kita Sendiri

larijok

Pemerintahan sudah ditentukan squadnya. Kita masih sama saja? Seberapa pengaruh mereka buat kita? Bagaimanapun kita harus kembali bekerja. Banyak pesan presiden pada kita. Presiden mengangkat seorang perokok, bertatto, urakan, apakah sembarangan beliau memilih? Tentu ada pesan bahwa apakah kita yang merasa lebih baik dari seorang perokok, tatoan dan urakan ini, kenyataannya lebih baik dari menteri tersebut?
Kabinet telah dipilih. Jangan sampai mereka dibayar hanya untuk pelampiasan kemarahan kita akan kegagalan kita. Karena kita sering tidak adil. Kita merasa gagal, namun menyalahkan bagaimana pemerintahan ini berjalan..
Mereka sudah dipilih. Semoga mereka dapat membangun negeri ini, sebaik mungkin..
Mari bekerja bersama mereka bekerja..

Perbedaan Tanggal Idul Haji?

Perbedaan tanggal Hari Raya Idul Qurban ternyata lebih memusingkan ketimbang Idul Fitri. Mengapa? Jika Idul Fitri, siapa yang telah memasuki 1 Syawwal maka dia telah masuk ke Hari Raya. Berlainan juga dengan Idul Adha. Idul Adha ini terjadi pada tanggal 10 Zulhijjah. Sementara seringkali momen yang dijadikan acuan adalah bukan siapa masuk tanggal berapa, namun agenda terjadinya wukuf di Arofah.

Tahun ini jelas terjadi perbedaan hari raya Idul Adha. Menurut penanggalan pemerintah akan terjadi pada tanggal Ahad 5 Oktober 2014, sementara ada pihak yang mengatakan bahwa karena tanggal 3 Arofah sudah wukuf maka tanggal 4 lah Idul Adhanya.

Bagi saya, benar semua sajalah. Ini karena adanya perbedaan moment penentuan dan juga perbedaan waktu. Indonesia Bagian Barat ada di format waktu GMT+7. Sementara Arab Saudi ada di GMT+3. Indonesia memiliki waktu 4 jam lebih dahulu untuk memasuki hari berikutnya. Sementara, saat di Arab sana wukuf tanggal 3, kemungkinan Indonesia telah memasuki perbatasan hari antara tanggal 3 dan 4 Oktober.

Bagi yang beracuan : Lebaran itu tergantung pada 1 hari setelah Arab wukuf, ya kemungkinan tanggal 4 dia belum akan berlebaran karena Arab belum masuk tanggal 4. Maka dia akan berlebaran tanggal 5 Oktober, dengan konsekuensi dia akan dianggap beda hari dalam berlebaran (terhadap Arab) padahal jamnya berdekatan.

Bagi yang beracuan : Toh Arab lebaran tanggal 4, dan dia tetap mengambil aman lebaran tanggal 4, maka dia akan berlebaran di tanggal 4, dengan konsekuensi dia mendahului Arab dalam berlebaran. Karena saat kita tanggal 4 dan kita Sholat Ied, Arab belum masuk Hari Raya. Masih tanggal 3. Tertinggal 14 jam.

Nah, bagi saya, lebih memusingkan lagi karena sudah beberapa bulan ini saya tidak mendapatkan tambahan libur. Libur Idul Adha yang saya harapkan ternyata tetep saja jatuh di hari Ahad. Mengambil jatah berbedapun percuma, karena tetep saja jatuh hari Sabtu yang libur juga..

Ah sudahlah..

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 52 pengikut lainnya.