Skip to content

[Cerita Seram] Kisah Pendaki yang Tersesat

Dalam sebuah kembali turun dari pendakian gunung Sumbing, Tarjo tercecer dari rekannya, tersesat di sekitaran tebing-tebing batu. Si pendaki ini mulai berteriak-teriak mencari temannya. Terdengan balasan teman-temannya namun tidak jelas dari arah mana balasannya.
Sambil berjalan menuju arah lereng bawah, Tarjo mendengar suara manusia.
“Empat sembilan, empat sembilan, empat sembilan”
Tarjo berguman : “ini kode milik group mana ya, tapi nggak apalah, ketemu orang juga akhirnya”
Menuju ke arah suara itu, di balik sebuah batu, seseorang bapak tua kekar bertubuh kerdil sedang duduk di atas tebing curam. Tarjo mulai mendekat, dan si bapak itu masih berteriak-teriak “Empat sembilan, empat sembilan”…
Setelah sampai ke tempat bapak itu, Tarjo bertanya : “Pak, empat sembilan kode group mana ya pak”. Si bapak itu meraih tangan Tarjo, menarik badan Tarjo, dan melemparkan ke jurang dalam itu. Bapak itu berteriak : “lima puluh, lima puluh, lima puluh”

Gambar

Merapi, Jalur Evakuasi, dan Truk

Egois, mungkin rasa pemicu saya untuk menuliskan ini. Mbokan karena jalan berangkat kerja saya terganggu. Beberapa bulan lalu jalan ini masih amat lancar, indah, dan sepi. Sangat nyaman melalui jalur ini. Saya biasa melakukan perjalanan via : Ngampel, Pantaran, Ngagrong, Senet, Selo, Klakah, Tlogolele, Sengi, Muntilan. Jalur ini kemarin amat saya rekomendasikan untuk dilalui sebagai perjalanan wisata.

truksenet8

Jalan Ngagrong pas indah

Syahdu ya? Dari tempat ini bisa melihat keindahan gunung Merbabu dan lerengnya yang amat luas itu… Melihat petani yang nyaman dengan garapan tanamannya.. Ikut ayem.. Pa meneh pas jalan, rintik hujan kecil memendar mentari menjadi bianglala.. gandem tenan.. Kudanan ya rela bae..

trukmerapi5

Senet pas indah..

Tetapi, segalanya berubah, setelah negara tanah menyerang…😦
Tiap harinya ratusan truk material pasir Merapi melintasi daerah ini. Mbuh kenapa kok pada lewat sini..
trukmerapi1

Cuma tulisan.

Pemerintah Boyolali, melalui PU nya ya cuma bisa memasang tulisan “Hati-hati, jalan berlubang, dan tebing rawan longsor” Kok nggak terus dibatasi ya? Pernah saya tanya seorang warga daerah sana : “Bu, itu truk sini?” Jawabnya : “Ealah mas, mugi sedaya paring slamet kalian Gusti Allah, niku truk Semarang sedaya

trukmerapi2

Truk dilarang lewat?

Lebih dagelan lagi, Jembatan Selo runtuh sebagian di bulan Februari 2015 akibat hujan lebat terus menerus. Selama masa perbaikan, truk dilarang lewat. Namun kenyataannya, beberapa jepretan saya mendapatkan fakta bahwa TRUK BERMUATAN melaluinya. Pak Ganjar Pranowo dan Bina Marga Jateng saya mention lewat twitter ya tidak menjawab dengan memuaskan. Malah dijawab perkara pembebasan lahan. Pembebasan lahan karena perluasan jembatan itu nanti dulu.. Ini truk mau tetep boleh lewat po? Lha kiye mengko longsore tambah.
Nah, akibatnya jalan indah itu telah menjadi macam ini. Saya tidak merekomendasikannya lagi, kecuali panjenengan-panjenengan itu menggunakan motor trail ke sini.

truksenet

Truk Pasir, Senet

truksenet9

Truk Pasir, Senet

Yes, lumayan kalau jalan ini bisa digunakan untuk tandur lele saja sekalian.

trukmerapi3

Kubangan Truk

truksenet7

Jalur Ngagrong – Selo

Truk-truk di gambar atas itu, saling membuat lubang. Ancang-ancang dalam kondisi nanjak, terus kalau ndak kuat, mundur lagi. Sampai sak jebol e dalan. Okey, baleni maning buosss!.
Besoknya mereka cari jalan lain yang bisa dilubangi lagi, yang masih mulus.. Fakta lapangan membuktikan, semua perusakan lingkungan, melibatkan warga sekitar yang entah jadi preman pungli atau lain sebagainya. Jika ditanya : “kok kendaraan galian boleh lewat sini mas?” Jawabnya simple : “terus lewat endi mas”.. Mabur!

truksenet6

Jalan Senet – Selo

Kira-kira kalau malam-malam ada seorang ibu akan melahirkan, bagaimana ya lewat jalan macam ini? Nah kalau sudah gini.. kira-kira pemerintah baru sadar setelah ada kejadian bencana di sana.. Padahal kita semua tahu, siklus empat tahunan Merapi telah lewat. Seharusnya kita semua waspada. Atau justru musibah terjadi karena longsor dan banjir bandang akibat ulah truk yang lewat sana itu?
Tapi, as.. embuh.. ini sekedar ingin mencurah uneg-uneg sekitar saya. Saya nggak perlu post tentang Prancis, Palestina, Lebanon, Suriah dan lain sebagainya. Nyong ra dhong. Saya cuma tahu apa yang di hadapan saya ini..
Terus ada yang bilang lho “lah sok peduli”.. Nggak sok peduli keprige? Wong ini jalan saya tiap pekan berangkat kerja..

hmm.. wis ah.. muga sesuk minggu ngarep dalan e wis apik.. *ngimpi*

Tentang Pulang..

Hari ini di salah satu akun medsos saya, muncul kenangan tahun lalu, saya menuliskan ini:

Saya justru telah diingatkan oleh orang beragama lain. Tentang sholat, tentang langsam/idle, tuma’ninah dan pulang.

Seharusnya sholat adalah ‘tempat’ pulang kita, titik paling nyaman, tempat dimana paling kita harapkan, tempat yang kita sadari senyaman-nyamannya perasaan, tempat kembali setelah dari aktivitas dan keriuhan sekeliling kita.

Sayang sekali kita hanya menjadikan sholat adalah beban yang harus digugurkan setiap lima waktunya..

Sayang sekali ‘rumah’ yang disediakan Allah itu, kita sendiri tak pernah benar-benar bisa pulang..

Kita justru menganggap sholat itu adalah ‘berangkat’, dan kita justru merasa lega setelah sholat itu usai. Seharusnya kita jatuh lega saat kita bisa pulang pada sholat kita. Tuma’ninah kita.

Kapan kita akan sebenar pulang?

“Kapan Sinabung akan Berhenti Erupsi?” Catatan mbah Rono

Mbah Rono, atau Pak Surono, telah memberikan pernyataan tentang erupsi Gunung Sinabung yang belum berhenti hingga kini. Dalam catatan beliau, masa erupsi ini sudah berlangsung sekitar 1.5 tahun.
Mbah Rono ini benar-benar kuncen bagi masyarakat gunung-gunung se Indonesia. Cara pandang yang menggunakan ilmu pengetahuan dan ilmu empiris alamnya, membuatnya jauh lebih akurat dalam meramal kejadian alam. Disamping itu, ilmunya berhasil membuat masyarakat mau menerima kejadian alam tersebut, ,memberi harapan, dan tanpa menakut-nakuti, dan tanpa memberi janji. Memberikan cara berpikir beralih fokus pada hal yang lebih penting juga tersirat dalam pernyataan beliau.

Tugasnya dalam melindungi masyarakat dari bencana yang lebih besar juga pernah dilakukan. Saya masih ingat jaman erupsi Merapi 2010, beliau mengatakan seperti berikut:”Saya jelaskan pada TV One, bahwa KRB (Kawasan Rawan Bencana) 10 KM itu berbeda dengan Jalan Kaliurang KM 10″. Sebelumnya seorang reporter TV One dengan nada terengah-engah di area Jalan Kaliurang memberitahukan bahwa awan panas telah mencapai jalan Kaliurang KM 10. Hal itu menimbulkan kepanikan warga, dan seorang warga tewas dalam kecelakaan lalu lintas dalam suasana hujan abu.

Berikut ungkapan pak Surono dalam Facebooknya yang beralamat di https://www.facebook.com/surono.surono.104

Sedangkan pernyataan beliau tuliskan di : https://www.facebook.com/surono.surono.104/posts/1885394618352444

Banyak pertanyaan kapan G. Sinabung akan berhenti meletus, walau saya bukan peramal, tp ini penting untuk membuat rencana penanggulangan bencana scr tuntas, maka terpaksa cari dan baca paper orang pinter “The Association of Lava Dome Growth With Major Explosive Activity (VEI>=4): Dome Haz, Global Dataset” ditulis “S.E. Ogburn, S.C. Loughin (scr pribadi saya kenal) and E.C. Calder” dari “Bull. Volcanol (2015) 77:40. Sengaja judul paper tsb saya sajikan, krn banyak yg bertanya penuh keragukan kpd saya ttg prediksi lama letusan G. Sinabung yg saya sampaikan dan dikutip media. Saya menyadari keraguan orang2, krn hal tsb disampaikan hanya oleh saya, kulit coklat dan hidung rata. Paper menyebut: untuk tipe erupsi dgn pembentukan kubah dan awan panas guguran, setipe dgn Sinabung, Probabilitas akan berhenti < 1 tahun 64%, 1-5 thn 29%, 5 – 10 thn 3%, 10-15 thn 2% lebih dr itu ~ 1%, dari conto 397 gunungapi di dunia. Untuk tipe erupsi spt Sinabung, probabilitas erupsi dgn VEI 0 – 3 adalah 90 % sedang untuk VEI ~ 4 (setara besarnya erupsi Merapi dan Kelut) hanya 10%.
Krn letusan Sinabung sdh lbh dr 1.5 thn, maka yg terdekat 1 ~ 5 thn, dgn probabilitas yg 64 + 29 = 93 % atau probabilitas erupsi G. Sinabung akan berhenti kurang dr 5 tahun adalah 93% (itu tertulis dlm presentasi dan saya bertanggung jawab). Kurang dr 5 thn artinya bisa 2, 3, 4 dan maksimum 5 thn. Saya menghitung letusan G. Sinabung mulai akhir 2013, artinya sdh berlangsung lk. 1.5 thn, jika lama erupsi 2 th (sisa 6 bulan lagi), jika 3 thn (sisa 1.5 thn lagi), dst jika 5 thn (sisa 3.5 tahun). Krn menyangkut kehidupan manusia, dari data pengamatan G. Sinabung, dr paper tsb, saya ambil risiko terburuk, lama ketusan G. Sinabung maksimum 5 th, artinya masih ada waktu 3.5 th lagi. Apakah itu tepat? Saya tdk jamin tepat, krn hasil dr contoh empiris dr kejadian erupsi 397 gunungapi di dunia dan dari data pengamatan G. Sinabung yg saya tdk ketahui 1 hingga 2 tahun kedepan. Namun itulah pegangan saya (krn saya bukan dukun peramal gunungapi meletus) agar bisa jawab pertanyaan ttg "berapa lama lagi erupsi Sinabung". Berdasarkan paper yg sama probabilitas erupsi dgn tipe spt G. Sinabung VEI 0 ~ 3 adalah 90%, sedangkan Probabilitas VEI ~ 4 (setara erupsi Merapi dan Kelut) hanya 10%. Berdasarkan dari data terkini dan paper tsb, erupsi Sinabung dgn VEI 0 ~ 3. Artinya, letusan G. Sinabung TIDAK akan membesar, namun akan berhenti dalam jangka panjang, KURANG dari 5 tahun. Bagaimana jika hal tsb diatas salah? Bagi saya, lebih baik saya salah berdasarkan scientific dari pada saya ragu dan tdk ambil keputusan sama sekali yg dpt digunakan sbg acuan tindak sektor lain dlm penanggulangan bencana erupsi Sinabung. Bila saya salah, erupsi Sinabung lbh cepat dr 5 tahun, akan lbh baik bagi semua pihak. Dari semua keputusan itu, yg lbh penting adalah penyelesaian scr menyeluruh relokasi masyarakat yg terancam bahaya erupsi Sinabung. Demikian jawaban saya, jika ada hal2 yg tdk berkenan, mohon dimaafkan, tks atas perhatiannya. Salam hormat, Surono / Mbah Rono

Dengan membaca pernyataan di atas tadi terbaca sekali bahwa beliau selain ahli Geologi, beliau juga ahli dalam Risk Management dan Mitigasi.

[blog singkat] Antara Nafsu, Bertindak dan Jalan Turun

Dalam hukum-hukum fisika yang dipelajari sejak kecil, seharusnya kita faham bahwa “beraksi” itu membutuhkan gaya. Maka dia membutuhkan energi. Seharusnya bertindak itu lebih berat dan lebih butuh energi daripada tidak beraksi.

Namun fenomena manusia, ternyata manusia lebih mudah untuk berlaku nafsu. Lebih ringan melakukan hal-hal terbumbu nafsu, ketimbang tidak melakukannya. Tidak bergunjing, itu lebih berat ketimbang bergunjing. Menahan diri dari hal yang dilarang, itu lebih berat ketimbang melakukannya. Mengapa?

Nafsu membawa manusia pada derajat yang rendah. Dibawah. Nafsu adalah jalan turun. Sehingga menghentikan kendaraan hati dari kondisi turun justru dibutuhkan energi yang besar. Oleh karenanya justru membutuhkan keahlian untuk berhenti dari gerak jatuh bebas tersebut.

Semoga kita diberikan kekuatan untuk senantiasa melakukan konversi energi jatuh bebas itu menjadi konstruktif dan produktif. Selamat menjelang Ramadan.

Penipuan Paket Kuota Indosat Super Internet

“Penghilangan fungsi UNREG adalah kejahatan”

Saya menggunakan paket internet Indosat sudah sekitar 3 tahun, sejak tahun 2012. Selama itu, saya menggunakan paket Unlimited. Selama itu, ya lumayan saja penggunaannya. Saya memang sering rewel tentang jaringan. Sering juga paket saya matikan dan saya switch ke Telkomsel As saya, karena bagaimanapun Telkomsel memang jaringan lebih luas, meski dengan hitungan lebih mahal. Proses pindah layanan biasanya saya lakukan saat saya tugas di daerah lain, seperti di pulau Sumatera, Sulawesi dan lainnya. Kadang juga saat jaringan di desa saya, atau di kota kerja saya, Indosat down, meski ada di dekat tower atau kantor indosat itu sendiri. Condongcatur Yogyakarta misal. Di Taman Kuliner, Condongcatur, Sleman DIY, bersebelahan persis dengan kantor indosatpun, jaringan bagus, dapat kualitas 3G. Tapi tidak bisa terhubung kemana-mana. Jadi 3G hanya network local antar Indosat saja. Selebihnya pembohongan publik.

Pada sekitar bulan Mei 2015, saya mencoba paket kuota yang katanya berkapasitas 8GB. harganya lumayan, Rp 39.900,00. Saya mencobanya. Setelah saya melakukan registrasi, dalam beberapa jam, ternyata saya mendapatkan notifikasi bahwa paket saya tersisa seperti berikut:

“Sisa KuotaUtama 550.0MB, SisaBonus: 2.7GB Jam01-06, 977.0MB Jam09-17 & 3.7GB SuperWifi. Beli Extra:*123# atau http://instant.indosat.com&#8221;

Jadi Kuota utama sebenarnya sangat kecil kapasitasnya. Indosat menembak pelanggan pada jam-jam sibuk. Kuota utama diarahkan pada jam sibuk. 2.7 GB dikumpulkan pada jam saat orang-orang tidur, dan kondisi internet tidak digunakan. Sialnya angka terbesar, 3.7 adalah angka yang tidak murni seluler. Kita bahkan kelak tidak pernah faham bahwa kuota 8GB misal ternyata sepenuhnya adalah SuperWifi, dimana hanya diakses dalam jaringan Hotspot Indosat belaka. Itu adalah salah satu jebakan.

Tanggal 6 Juni, Kuota Utama saya telah mendekati habis. Saya pun berusaha mengubah paket internet menjadi unlimited lagi. Ternyata kasusnya seperti gambar berikut:

Muncul SMS : Anda masih terdaftar di paket Super Internet Kuota Rp 39.900/30hr..dst

Saya diminta untuk melakukan UNREG dari paket lama saya, yaitu paket KUOTA. Saya pun melakukannya. Tapi sialnya, pembohongan yang sebenar-benarnya dilakukan kembali. Saat saya melakukannya balasannya adalah seperti berikut:

SMS : Anda belum terdaftar di paket Super Internet.. dst

Sayapun mencoba cara lain yang disediakan oleh indosat, yaitu dengan cara melakukan pemanggilan USSD *123#. Saya pun memilih menu Superinternet, dan sub menu Status dan info. SMS yang ada adalah, bahwa saya masih terdaftar dalam paket Super Internet indosat. Saya mencoba memilih menu lain dari *123# -> Superinternet-> Berhenti berlangganan. Hasilnya adalah sms kembali:

SMS : Anda belum terdaftar dalam di paket Super Internet..dst

Kemudian saya mencoba melakukan checking penggunaan melalui keyword USAGE. Jawabannya adalah:
SMS : Anda terdaftar di Paket Super Internet kuota..dst

Screenshot_2015-06-07-06-05-03

Screenshot_2015-06-07-09-15-14

Akhirnya saya berusaha menghubungi customer Service Indosat yang ada di twitter akun @indosatcare. Sayangnya disana seperti biasa, pelanggan hanya akan ditangani bot mesin penjawab, diakhiri dengan karakter-karakter seperti ^IL ^RR dan lain sebagainya, yang tidak diperlukan oleh pelanggan. Saya pun diminta memberikan nomer alternatif, sayangnya tidak melalui DM (Direct Message). Sedangkan Twitter saya yang tidak diproteksi adalah terbaca publik. Saya memilih mengirimkan lewat DM. Dan, tidak ditanggapi.

Kemudian, tidak puas, saya mencoba telepon ke 100. Disana saya diminta menunggu beberapa saat untuk pemeriksaan data. Bagus sih, nama saya langsung dikenal. Tapi, akhirnya jawaban akhirnya adalah : “saya diminta menunggu dengan waktu maksimal 3×24 jam, dan sudah dibantu melaporkan” (Lho bukannya saya itu sudah laporan, dan laporan saya dilaporkan lagi, dan laporan dari laporan saya entah dimasukkan mana lagi ndak jelas). 3×24 jam adalah masa yang bagus untuk indosat mengambil keuntungan via internet menggunakan pulsa reguler (1.5 rupiah perkb). 3×24 saja juga sudah tidak butuh, karena diluar hari libur saya mendapatkan fasilitas internet gratis di berbagai macam kantor yang saya datangi.

Kesimpulan saya adalah, kata 8GB adalah penggiringan asumsi pengguna bahwa 8GB itu digunakan secara biasa siang malam, dan dengan menggunakan internet seluler sepenuhnya. Namun yang terjadi tidak seperti itu. 8GB tersebut adalah 3.7GB harus lewat Wifi Indosat. 2.7GB jam 01.00 – 06.00. Sementara jam produktif pengguna (meski pengguna pasif internetan, tapi kiriman file whatsapp tetap berjalan bukan), kita akan tersisa 1.6 GB yang sekitar 900an MB ada di jam 9-17. Kuota Utama, ada di jam 06.00 – 09.00, dan jam 17.00 – 01.00. Yang lebih bagus lagi adalah, bahwa pengguna tidak dapat melakukan UNREG lagi semenjak menggunakan paket ini. Saya khawatirkan, Indosat telah berusaha mencari keuntungan dengan jebakan seolah-olah error UNREG, yang padahal memang tidak dapat di UNREG. Jikalau harus melalui mekanisme Customer Service, toh Indosat sudah untung sekian persen dari 3×24 jam, dikalikan jumlah pengguna terjebak.

Tulisan ini, saya buat agar teman-teman waspada dengan segala macam paket yang sepintas besar kuotanya. Pastikan bahwa paket itu dapat diunreg. Sebenarnya, merupakan pelanggaran berat bahwa sebuah layanan tidak dapat di UNREG. Kebetulan saya pernah bekerja dalam layanan Content Provider, dan justru dari pihak Operator Seluler meminta agar layanan selalu disertakan dengan layanan UNREG. Tulisan ini juga saya buat agar semoga rekan-rekan dalam bekerja, tidak dengan mudah makan uang yang tidak menjadi haknya. Memeras pulsa melalui “tidak dapat diunreg” pun sudah cukup dengan “mencari rupiah dengan cara haram”

Sepertinya bukan saya saja yang pernah tertipu, karena di bagian mention twitter saya, juga ada seorang rekan yang menjelaskan 12 tahun dia menggunakan Indosat, dan bulan ini dia memilih UNREG. Belum lagi posting yang terdapat di Forum-forum dan blog. Oh ya, sebagai informasi, kondisi jaringan buruk, itu akan menambah cepatnya kuota kita. Mengapa? Karena kita akan melakukan banyak refresh koneksi, baik saat browsing ataupun lainnya. Refresh itu juga dilakukan juga oleh software aplikasi mobile kita.

OMNIPOTENCE PARADOX

Sugeng minggu siang. Sudah makan siang?

Mungkin ada disini yang sempat mempelajari Filsafat. Ada satu kasus yang memperkaya dinamika ilmu filsafat. Kasus ini ditelurkan oleh The Father of Secularian di kalangan Kristiani di Eropa sana. Case ini disebut Omnipotence Paradox. Sebuah kasus yang melibatkan kontradiksi logika antara kemahakuasaan dan kemahaperkasaan. Salah satu statemen dalam Omnipotence Paradox berbunyi seperti demikian: “Dapatkah Sang Mahakuasa menciptakan batu yang dia tak sanggup menghancurkannya sendiri?” Jika bisa maka dia tidak mahaperkasa. Tapi jika tidak bisa, Dia Maha Perkasa, tapi tidak Maha Kuasa.

Si pencetusnya adalah Ibnu Rusydi, yang di dunia barat disebut Averos. Seorang ilmuwan penganut mazhab Maliki, yang oleh beberapa pihak muslim disebut sudah mengarah ke Mu’tazilah. Oleh kalangan orang beragama pertanyaan tadi sama trivialnya dengan : “bisakah Tuhan membuat Tuhan, kalau bisa, dia tidak Mahaesa”

Jawaban secara logika tidak ada. Semua jawaban, berbasis keyakinan. Dalam Islam Ilmu Teologi yang membahas aspek logika hingga ke properti dan materi Tuhan disebut : ilmu kalam. Omnipotence Paradox termasuk di dalamnya. Sementara Mazhab Syafii mengatakan : “mempelajari semua ilmu termasuk ilmu sihir, itu berguna, tapi tidak ilmu kalam”. Olehnya kita diminta mempelajari jejak penciptaan alam raya oleh Tuhan, bukan zatnya. Kalangan Kristiani juga membentengi jawaban akan pertanyaan itu dengan jawaban umum : Tuhan tidak bisa dilogika. Sama tidak bisa dilogikakan antara Tuhan satu, putra Tuhan, dan teologi kerohkudusan. Sementara para pemegang kitab Taurat mengatakan: sama tidak dapat dilogikakannya ‘siang malam yang tercipta lebih dulu ketimbang matahari’

Omnipotence Paradox ditakuti banyak tokoh agama bagi yang memiliki logika penjelasan ‘pating pecotot’ dan ketakutan akan mengguncang keyakinan. Semua jawaban lebih mengarah pada keyakinan masing-masing yang oleh kalangan pelogika-bebas dinyatakan sebagai kesesatan pikiran. Sedangkan pihak ortodox (kolot) agama justru menganggap keliaran berpikirlah yang sesat.

Dalam statement beberapa agamawan mengarahkan ke : logikamu terbatas, karena diciptakan terbatas. Dan kamu sudah ditakdirkan mengatakan hal itu pagi ini.

Sugeng Hari Minggu. Semoga menyenangkan.