Skip to content

Share:Semangat seperti pak Angkringan depan Mirota Kampus

Maret 13, 2009

Tulisan lama

http://bimosaurus.multiply.com/journal/item/220/Semangat_seperti_pak_ Angkringan_depan_Mirota_Kampus

Saya akui, banyak kecemasan dalam diri saya, semenjak menikah dan punya anak. Akankah saya mampu memberikan bekal paling berguna bagi anak saya? Yaitu menyekolahkan, membekali dengan pola pikir yang tertata? Sementara saya tahu bahwa masuk ke Sekolah saja mahal. TK saja mahal.. Apalagi UGM.
Jaman saya dulu di UGM benar-benar punya semboyan “komitmen kerakyatan”. Namun sekarang mungkin sudah tidak mau lagi “komitmen kerakyatan” lagi. Akibatnya muahal sekali kuliah di tempat ini. Ketika awal kuliah mahasiswa baru biasanya anak-anak Teknik membuat semboyan di depan fakultas Teknik yang sering mengundang marah orang atas yang memahalkan UGM berupa: “Orang Miskin DILARANG Masuk Kampus Teknik”. Anakku besok saya kuliahkan di mana ya?

Namun ternyata semalam saya mendengarkan sebuah perbincangan bapak penjual angkringan depan Mirota Kampus Yogya. Dia seorang bapak yang sudah sepuh (renta), kurus, sudah kurang pendengaran, dan sudah sedikit (maaf) orang bilang peyot. Kadang saya kasihan jika belum jam 1 malam dia mengantuk, beliau menggelar kertas koran dan tidur di trotoar. Perbincangan dia adalah dengan seorang pembeli di Mirota Kampus yang meminta kopi dengan gelas kecil. Oleh si bapak itu dilayani dengan kopi gelas besar namun hanya berisi separuh airnya. Dan akhirnya diminum oleh sang pembeli dengan nikmat.

Penjual:”Kulo sampun apal nek pak niki mriki mesti pesen gelas alit”
(Saya sudah apal kalau pak ini beli pasti pesan dengan gelas kecil)

Pembeli:”heheheh.. nggih pak.. tibanipun diapali nggih
(iya pak, ternyata saya dihapali ya)

Penjual:”Kulo niku dodolan wedang wiwit tahun 89, nggih mesti kulino kalih wong tuku, gek riyin kulo nggih dodolan teng sepur”
(Saya jualan minuman sejak tahun 89 ya pasti terbiasa dengan pembeli, mana saya dulu kalau jualan di atas kereta)

Pejual:”Tapi sakniki tugas kulo mpun rampung kari ngijabke anak sing ragil ngenjing niku kulo mangkat Suroboyo nggih nikahke anak. Nggedekke anak wis rampung, nguliahke wis rampung, kari ngrabekke sing keri dewe” ( Sekarang tugas saya telah selesai yaitu menikahkan anak bungsu. Besok saya ke Surabaya untuk itu. Membesarkan anak sudah.. Mengkuliahkan sudah, dan tinggal menikahkan bungsu).

Saya:(tergelitik dengan kata KULIAH) “Lho pak rumiyin sami kuliah wonten pundi”
(Lho pak, dulu pada kuliah di mana)

Penjual:”Anak kula tiga, sing mbajeng kelahiran 75 niku estri mpun rampung saking UNY sakniki ngajar teng Tangerang, sing nomer kalih kelairan 78 jaler pun nyambut gawe, sing ragil kelairan 81 estri lulusan UII kala wingi sing ngenjing nikah niku. Nguliahke sing pertama lagi mlebu, sing nomer loro sampun nyusul kuliah. Sing pertama meh lulus, sing ragil mlebu UII, sing UII niki mas rasane remuk saestu, lha kala niku mpun nyumbang 12 yuto, lan sak semester e 2,3 yuto medal mas. Gek nek mung ngene yo koyo ra mungkin, nanging yo tekan wae”

(Anak saya tiga, yang pertama kelahiran 75, cewek sudah ngajar di Tangerang, yang kedua cowok kelahiran 78 ya sudah bekerja, yang terakhir kelahiran 81 cewek yang besok menikah. Mengkuliahkan yang pertama baru masuk yang kedua sudah nyusul, yang pertama belum lulus yang terakhir masuk UII, saat itu sudah nyumbang 12 juta, dan persemeternya keluar uang 2,3 juta. Kalau saya seperti ini khan seperti nggak mungkin ya, tapi ternyata sampai juga)

Ternyata sang bapak sangat pantas berbangga dengan hasil jerih payahnya. Dan sayapun… mendadak bersemangat untuk yakin bahwa semuanya akan tercapai selama ada kemauan!!

Selamat buat pak angkringan, terimakasih semangatnya!!!!

OLEH KARENA ITU… Jangan takut.. Lanjut berjalan.. !! Mari berlari, siapa yang tak berlari… akan ditinggalkan

From → Tak Berkategori

2 Komentar
  1. sangat inspiratif pak……
    terima kasih buat share pengalaman nya…

  2. Kalau Ini bisa jadi Motivator melebihi “Golden Way-nya” Pak Mario Teguh.
    Jadi Terharu……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: