Skip to content

Tulisan Hari Sabtu : Sebuah Onani Otak

Mei 4, 2013

Seperti ex-blogger Multiply yang lain, tentu saya juga merasa kehilangan tempat menumpahkan sisa isi kepala, terutama semenjak Multiply memastikan diri untuk menggusur para blogger, di awal Desember 2012. Para blogger ini digusur untuk keperluan mereka membuat sebuah rencana busuk, membuat pasar Online, yang mereka sangka akan menjadi terbesar di Indonesia. Persangkaan mereka tentu berdasar pada analisa prematur bahwa selama ini Multiply memiliki user yang banyak terutama pada online sellernya. Langkah menggusur blogger, dan diganti dengan sekedar online seller ini ternyata hanya langkah sok pintar dari para pembesar Multiply, yang jebul, semua online seller pada dasarnya adalah blogger yang berjualan. Kecele. Kini jika dilihat pada halaman Multiply.com, maka Multiply telah dinyatakan tutup segala operasionalnya pada 6 Mei mendatang. Rasain tuh Daniel Tumiwa dan kroco-kroconya.

Dulu, selaku blogger Multiply, saya termasuk cukup produktif. Segala macam tulisan, review, curahan isi hati, tutorial, puisi, maupun segala macam rahasia, bisa dituang di sana. Namun pasca pembatasan di Multiply hingga bangkrutnya juga itu, saya hanya melakukan blogging di domain saya sendiri yang tak lain hanya untuk tutorial gratis bagi para web developer yang mungkin memilih jalur otodidak macam saya. Curahan hati dan interaksi yang dulunya dilakukan di halaman comment blog Multiply secara OOT-an, akhirnya kami geser di Twitter.

Sebenarnya kami tidak tinggal diam. Sebuah platform telah digodog dan semoga bisa mencapai kematangan tersendiri. Platform tersebut adalah berbasis perkawanan sosial yang secara interaksi dapatlah menyamai Multiply. Mulai dari blogging, share gambar dengan operasionalnya juga, dan juga mode-mode lain yang tentu belum bisa dipaparkan disini. Platform tersebut telah kami beri nama Multinesian. Banyak persiapan yang telah kami buat termasuk mengusahakan satu server percobaan berupa sebuah server VPS yang kelak tentu kita harapkan bisa migrasi menjadi sebuah server yang cukup besar. Secara tenaga baru dilakukan programming dengan tenaga yang terbatas. Karena bertujuan untuk hal yang sifatnya cenderung non-profit, maka sementara pun apa yang kita lakukan juga belum akan profit. Terbayang juga kelak ongkos operasional yang akan muncul akibat makin besarnya data, makin besarnya server load dan lain sebagainya. Tentu kali itu, Multinesian telah memiliki banyak kepala untuk ikut memikirkan bagaimana proses untuk mendapatkan sokongan biaya operasional.

Ada satu semangat yang bisa diharapkan, dengan mencoba bercermin pada Wikipedia. Sebuah situs terbesar di dunia yang menjadi referensi ilmu pengetahuan, yang hanya memiliki karyawan kurang dari seratus, dan mereka berusaha untuk tidak mengambil iklan, sekalipun mereka sah saja jika akan melakukannya. Tentu apa yang mereka lakukan masih akan sangat masuk akal jika kita juga akan terapkan juga.

Namun ya sudah, entah bagaimana nanti, semoga multinesian tetap berjalan di jalannya, meski sementara ditinggal cari uang dan nafkah keluarga dulu, tapi sebuah keyakinan. Bayi multinesian harus lahir. Kelak akan segera disambut oleh dunia, dan akan mulai diberi saran-saran yang berharga dari para anggotanya, agar Multinesian tidak sekedar menjadi hal yang biasa-biasa saja. Semoga sumbang saran dari teman-teman semua akan menunjukkan kelas teman-teman itu sendiri.. Karena seorang engineer kapal sering hanya tahu problema teknis kapal.. namun sering tidak tahu kemana kapal harus berjalan..

From → Coretan

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: