Skip to content

Berani TUTUP JALAN, SD Negeri 1 & SD Negeri 4 Wonosobo memang Hebat!

Januari 13, 2014

sd1sucks

Apa kelebihan SD macam ini? SD Negeri 1 dan 4 Wonosobo ini konon dianggap elit oleh sebagian besar orang Wonosobo. Tiap pagi jalan Tentara Pelajar ini macet karena banyaknya orang mengantar anaknya dengan menggunakan kendaraan roda 4. SD ini terletak di Jalan Tentara Pelajar no 7 Wonosobo.

Banyak juga teman-teman saya yang dulu pernah bersekolah disini. Beberapa waktu lalu, SD ini sempat menggunakan program marketing nasional RSBI, yaitu sebuah program yang seakan mengusung prestasi, namun sebenarnya hanya digunakan untuk memahalkan dan menampakkan keelitan sebuah sekolah. KONON, sekolah ini juga cukup mahal, entah pada bagian apanya. Konon, beberapa waktu lalu, masuk ke SD ini sudah saingan sama masuk perguruan tinggi lho.

Kehebatan lain dari SD ini adalah : berani menutup jalan umum saat upacara bendera. Sementara KODIM Wonosobo yang terletak tak sampai 100 meter dari SD itu, membiarkan saja jalan digunakan sebagaimana mestinya. Jalan Tentara Pelajar itu adalah JALAN UMUM yang mana menghubungkan antara pusat kota Wonosobo yang ada di Alun-alun Wonosobo, dengan jalan utama lain untuk kota Wonosobo. Hari Senin, adalah hari aktifitas pertama dalam satu pekan, yang tentu banyak sekali orang harus beraktifitas melalui jalan raya, terlebih jalan umum. Jika sebuah ruas jalan penting harus ditutup, tentu hal ini akan menyebabkan orang lain harus memutar jalan melalui jalan lain. Di kalangan kebudayaan Jawa : MENUTUP JALAN ADALAH SEBURUK-BURUK PERILAKU.

Tapi oke lah, kita semua sama-sama masyarakat kecil. Kadang sesama masyarakat kecil, saat punya kuasa sedikit saja, sudah bisa merasa menang terhadap orang lain dan berusaha berpuas diri menguasai aset, termasuk jalan. Itulah premanisme. Saya tidak ingin anak saya sekolah pada sekolah haram ini. Saya katakan haram, karena proses belajar, termasuk upacara bendera, sudah meninggalkan tepa-selira, kesopanan, dan pemahaman terhadap orang lain. Pendidikan itu terlihat seperti : mengajarkan untuk menutup jalan utama, sebuah pendidikan yang tidak baik, wah-wahan, gagah-gagahan.

Seharusnya guru-guru, pengelola, kepala sekolah SD yang seharusnya terhormat itu, malu pada prosesi upacara bendera di Papua. Jaman saya di Papua dulu, sebuah instansi yang sedang berupacara, membiarkan orang berlalu lalang. Pemandangan yang mengharukan dan membuat bulu kuduk berdiri adalah: saat pengibaran bendera, orang-orang Papua yang kadang payudaranya masih kelihatan, memilih berhenti, dan ikut hormat pada bendera merah putih, tanpa paksaan. Jika kemarin saya cuma haru dan merinding, kali ini bertambah satu perasaan. MALU.

From → Coretan

20 Komentar
  1. waktu 2009 dan 2010 belum tutup jalan kayaknya ya mas?

    • Sepertinya pekan-pekan lalu juga nggak kok mas Tiar, karena kegiatan rutin saya kan mengantar anak, pasti lewat sana🙂

      Eh, Sepertinya nJenengan familiar dengan Wonosobo🙂

      • Dulu tahun 2009, tinggal hampir dua bulan di krisna dan tambi
        Tahun 2010, di krisna sebulan.

        Ada kerjaan di PLTU Dieng. Sekarang sedang ada kerjaan juga sih di sana, cuma aku udah gak ikut lagi. Udah pindah bagian😀

      • lain kali kalau ke wonosobo mampir ya Kang🙂 tempat saya ada di kotanya kok. Dekat alun alun. Saya carikan jalan yang nggak lewat SD 1 hahaha

      • In sya Allah..

  2. Sempat ketemu adik teman multiply yang kerja di hotel krisna juga.
    Sayang belum kenal sama mas Bimo waktu itu..

    Makanya aku suka komen juga kalo mas Bimo nulis tentang kuliner dieng di FB.

    • Apa kabar Pak ?? kirain masih di Dieng. Dulu itu ketemu sodara saya yg kerja di Hotel Kresna ya Pak ?? sekarang dia udah gak kerja disana tapi msh tinggal di Wnsbo🙂

      • Iya ria. Di dieng cuma dinas luar kota saja. Hijrah k wp juga ya.

      • Ia nih Pak ke WP juga, ngikutin yg lain🙂
        hehehhhe

  3. Ini sekolah negeri kan? Kok bisa segitu mahalnya?

    • iya mbak. itu tahun tahun kemarin. saya kurang tahu kalau sekarang, karena isu sudah menyebar di masyarakat.🙂

      bukan saya percaya isu. tapi saya tidak lagi percaya pernyataan.

  4. SD ini yg deket mie ongklok Longkrang itu bukan Pak ??

  5. Halo kang Bimooo! Jumpa lagi kita di sini. Wah, kok bisa sebuah sekolah menutup jalan? Lalu kenapa mereka harus menutup jalan? Apa lapangannya tidak cukup luas?

  6. hehehe… ya gitu deh. Kadang menjadi alasan bagi hal-hal yang sebenernya hanya arogansi semata. Kalo aku sendiri kerap sebal ama acara kawinan di sepanjang jalan anu di solo (deket rumah, lupa namanya). jalan anu itu panjang banget (dan sering bgt pada kawin di situ), dan kadang gak ada peringatan waktu masuk jalan.. tau-tau udah ketemu tenda aja.. hasilnya harus muter balik segitu panjangnya.. -_-“

  7. tolong deh..jangan biasakan melihat seuatu dengan tidak detail.. sepertinya ditutup saat upacara pas moment menaikkan bendera saja.. hari-hari biasa juga buka biasa..

  8. itu kan pas moment bendera penaikan bendera cuman beberapa detik ga sampai 2 menit kok. tolonglah hargai jasa para pahlawan. anda enak hanya menikmati kemerdekaan dengan menulis blog seenaknya saja. Jangan seenaknya menuduh sekolah tanpa bukti. itu namanya pecemaran nama baik sekolah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: