Skip to content

Gelar dan Gila Gelar

Februari 26, 2014


profrhoma

Masih hangat pembicaraan mengenai gambar ini. Rhoma Irama yang selama ini tak pernah tercatat kuliah di suatu tempat ataupun menjadi civitas akademika sebuah institusi pendidikan, tiba-tiba muncul pada sebuah spanduk sampah pengotor jalan, dengan gelarnya : PROF. Dalam berbagai obrolan media, terungkap bahwa menurut pengakuan para pendukungnya, gelar tersebut di dapat dari mekanisme Honoris Causa dari American University of Hawaii. Entah, Universitas mana itu. Tak satupun mungkin yang pernah kuliah di sana. Dengan mengambil alasan dari Luar Negeri tentu dia bisa mengelak bahwa gelarnya bertentangan dengan Sistem Pendidikan Nasional. Ada po? Profesor kok Honoris Causa? Ada catatan menarik bahwa para pejabat dan orang-orang terkenal Indonesia suka sekali dengan gelar. Taruh Marissa Haque, SBY, Hamzah Haz mendapatkan gelar-gelar HC dari universitas baik yang ternama maupun yang fiktif.

Ada kisah yang jauh lebih terhormat namun masih mengundang pertanyaan bagi saya : http://dunia.news.viva.co.id/news/read/430715-pria-indonesia-sabet-19-gelar-sarjana-dalam-13-tahun 19gelar

Andai itu adalah saya, saya malah bingung dengan segala macam gelar tersebut. Karena terus terang bahwa hingga detik ini saya belum dapat menunjukkan rasa tanggung jawab dan beban yang melekat dalam ijazah itu. Saya masih malu dengan seseorang di kabupaten saya yang hanya lulusan SD namun dia bisa membuka lapangan kerja bagi orang lain, termasuk para sarjana dan magister. Saya, yang pernah melalui pendidikan tinggi (kata orang), merasa seperti orang yang sedang belajar ribuan jurus silat, namun tak berdaya di arena karena tak pernah mau beraksi dan mencoba.

Lantas, apa sesungguhnya arti dan guna dari gelar-gelar itu?

From → Coretan

10 Komentar
  1. American University of Hawaii itu dulu di awal tahun 2000-an sering obral gelar di Indonesia. Berkedok program distance learning (kuliah jarak jauh) yang diadakan di hotel-hotel. Kuliah cukup beberapa bulan di akhir minggu, sudah dapat gelar “international” semacam BBA, MBA. Padahal saat ikut programnya juga ditawari paket beli gelar, disodori juga simulasi sertifikatnya kalo sudah jadi. Saya salah satunya yang pernah ditawari oleh tim marketing mereka🙂

    • Adakah legalitas tingkat internasional alias akreditasi tingkat internasional dalam masalah pendidikan tinggi? Kalau tidak ada, ya itu sebabnya para pencari gelar mencari celah ke sana..

  2. Universitas abal-abal itu juga jualan di Iran, tapi ditolak oleh pemerintah di sana dengan alasan illegal >> http://shivathespy.blogspot.com/2006/01/american-university-of-hawaii-exposed.html

    • Innalillahi.. jadi begitu cara mencari uang orang-orang di negara yang dianggap maju, mencari tempat yang dimana gelar itu masih berprestige tinggi. Sebenarnya gelar itu kan hanya tanda pernah melalui saja kan. Ilmu yang bermanfaat adalah yang bisa disampaikan kepada orang lain, atau diamalkan untuk kepentingan umat

  3. 19 gelar 13 tahun…. gimana kuliahnya yah?😀

    • Keren ini.. keren dalam enggan berkomentar.. Tapi memang semua orang akan tahu kapasitas seorang profesor itu akan seperti apa seharusnya

      • Betul, poinnya bahwa professor itu jabatan akademis yang disandang seorang dosen, sedangkan Rhoma bukan dosen.

      • Dari cara mengambil gelar profesor saja sudah terlihat bahwa dia tidak berpendidikan. Dia tidak tahu bahwa profesor itu gelar akademik, dan harus seorang dosen🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: