Skip to content

Learning By Teaching

Maret 1, 2014


teaching

Jika banyak orang menggunakan quote Learning By Doing, maka saya, selain menggunakan Learning By Doing, saya pun menggunakan Quote: Learning By Teaching. Kebetulan dalam perjalanan hidup saya, mengajar itu lebih menjadi suatu hal yang permintaan dadakan yang saya belum tahu sebelumnya. Pengalaman mengajar saya di bawah instansi formal pertama kali justru mengajarkan Gambar Teknik pada para jago gambar desain Teknik Mesin, di sebuah institusi pendidikan berbasis pertanian di Yogyakarta. Pengalaman pertama itu langsung memberikan ilmu pada saya bagaimana harus menghadapi para master yang mereka akan kita ubah pola operasionalnya.

Pengalaman mengajar yang saya rasakan paling besar adalah pada bulan September 2005. Saat itu tiba-tiba saya diminta menggantikan seorang teman dalam memberikan materi Database. Sungguh saya sama sekali tidak faham apa itu database. Hari Jumat saya mendapatkan order tersebut, hari Senin saya pun harus mengajar sekaligus tiga kelas. Jumat malam belajar, Senin digunakan untuk mengajar. Sedangkan yang diajar, banyak yang telah expert dalam database. Saat itu saya beracuan pada yang belum bisa. Maka segala pertanyaan para peserta didik yang pandai-pandai itu, saya tunda. (Sembari ngeles). Seminggu saya belajar, namun mengajarkan hal yang sama, membuat saya bertambah tangguh dalam mengajar dan ilmu database saya. Semakin hari saya mulai bisa memberikan benar-benar ilmu,  bahkan pada yang sudah pandaipun.

Pengalaman mengajar saya itu akhirnya, di masa sekarang, banyak sekali dibutuhkan baik di komunitas-komunitas maupun personal/privat dan juga beberapa instansi/institusi membutuhkan instruktur yang memiliki pengalaman dalam mengajar dan pengalaman dalam berpraktek. Telah ratusan yang pernah saya ajar, dari berbagai macam disiplin ilmu. Bahkan ada beberapa peserta didik yang datang justru karena melihat blog saya, jauh-jauh datang dari luar pulau. Bahkan mereka tidak melihat instansi dimana saya bekerja saat itu. Hanya dari blog. Kali ini saya sudah bisa dikatakan memiliki pengalaman mengajar hingga tingkat nasional.

Dalam filsafat Jawa ada filsafat mengenai ilmu:

Ilmu iku kalakone kanthi laku. Digembol ora mendosol, ditular ora ngabar, diguwang ora gemblondhang.

Ilmu itu didapat dan terjalankannya dengan dilakukan. Dimasukkan saku tak terlihat, disebarkan tidak basi, dan dibuangpun tidak bersuara.

Mengajar adalah aktivitas memberi yang tidak akan kehilangan dan justru bertambah. Mengajar sendiri memiliki nilai disamping edukasional juga memiliki nilai marketable yang persuasif. Di dalam agama Islam sendiri, menularkan ilmu sangat disarankan, seperti ada pada nas berikut ini :

Sampaikanlah dariku walau satu ayat. HR Bukhari

Bahkan ada sebuah hadits lain yang menyebutkan bahwa:

Barangsiapa ditanya mengenai sesuatu ilmu dan dia menyembunyikannya, maka di akhirat dia termasuk orang yang merugi.

Nah, sekarang.. Mari mulailah mengajar untuk mengasah diri, dan memperpandai orang lain, dan mengajak mereka juga turut mengajar. Takut ilmu dicuri? Konsep diambil? Percayalah siapapun yang mengajar akan bertambah pandai, dan ilmu yang bermanfaat dan memberi kesan tinggi, tidak akan dilupakan orang. Jika dihubungkan dengan rejeki, rejeki itu urusan Allah SWT. Dia bisa datang darimanapun. Pengalaman saya, kadang mengajar itu gratis, tapi pasca mengajar kita mendapat sesuatu yang lebih.

Mari kembali mengajar🙂

Gambar didapat dari http://lessonplans.dwrl.utexas.edu/sites/lessonplans.dwrl.utexas.edu/files/styles/thumbnail/public/businesspresentation.jpg

From → Coretan

11 Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: