Skip to content

Pelbagai Hal tentang HUTANG

Maret 14, 2014

Hutang, atau pinjam dana, adalah sesuatu yang sangat umum dilakukan. Hutang dilakukan oleh berbagai pihak, baik yang kurang dana terhadap orang yang punya dana, atau bahkan pihak yang punya dana pun juga berhutang pada pihak lain untuk alasan-alasan bisnis.

Hutang, dianggap investasi oleh sebagian orang yang berharap bahwa nilai mata uang di masa depan itu turun terhadap standard nilai mata uang jaman sekarang, seperti hutang barang-barang properti yang harganya selalu naik. Pihak yang berhutang uang untuk beli tanah dan dibayar dengan cicilan selama 15 tahun, akan terasa ringan di 15 tahun mendatang ketika nilai mata uang tersebut telah tidak begitu berarti dibanding harga tanah yang tidak mungkin turun.

 

Dalam agama, hutang adalah hambatan. Hukumnya dosa jika tidak disegerakan bayar. Dosa juga ketika seseorang memiliki dana namun tidak membayarkannya. Hutang ini juga sangat berpotensi menimbulkan keretakan hubungan sosial. Sudah banyak kejadian pembunuhan dan penculikan akibat hutang. Baik dilakukan oleh orang yang berhutang maupun dihutangi. Hutang ini dalam sebuah hadits, begitu pentingnya, sehingga seorang yang mati syahid pun akan tertahan masuk surga gara-gara hutang ini, sekalipun dia hutang terhadap orang yang dianggap kafir.

Rasulullah juga pernah berhutang dan ditagih hutangnya, dan dia membenarkan. Berikut nukilan riwayatnya:

Suatu ketika seorang pendeta Yahudi mendatangi Nabi yang sedang membereskan Baitulmal, dari belakang si Yahudi menarik surban Nabi yang sedang dikalungkannya hingga lehernya tersenggak. Si Yahudi berkata:”aku tahu Muhammad itu tidak gemar membayar hutang”. Saat itu nabi memang berhutang gandum pada si pendeta Yahudi untuk dibagikan di zaman perang. Melihat hal itu, Umar menghunus pedang, menarik si Yahudi dan menjatuhkannya ke tanah sambil meletakkan pedang pada leher si Yahudi. Rasul berkata : “Hai Umar, lepaskan, engkau tak berhak melakukannya. Dia benar, aku berhutang gandum padanya dan belum sanggup membayarnya. Abu Bakar, tolong bayarkan, dan aku berhutang padamu.”. Saat itu Nabi melanjutkan :”Umar, jika engkau sanggup mengalahkan marahmu dengan santunmu, maka itulah setengah kenabian”. Si Pendeta Yahudi mengatakan:”Aku sudah melihat semua tanda kenabianmu, kecuali bagian yang ini. Hari ini aku saksikan semua, engkau dapat mengalahkan rasa marahmu dengan santunmu, maka hutang tersebut aku relakan, dan aku berislam”

Jaman sekarang orang juga berhutang dengan menggunakan kartu kredit. Sudah banyak orang memiliki masalah dengan kartu kredit ini yang berujung pada resiko kematian, baik si penagih maupun si ditagih. Hebatnya kartu kredit ini sebagian besar akan memberikan kelunasan jika si penghutang itu meninggal dunia. Lho, sah masuk surganya, namun tak tenang semasa hidupnya. Masalah credit card ini ditambah lagi dengan pembajakan kartu kredit atau kesalahan sistem bank.

Saya juga memiliki banyak hutang, bahkan di masa lalu untuk melakukan penggajian ataupun menutupi kekurangan keluarga karena tidak gajian. Ternyata berhutang ini membuat diri sangat hina, tidak berani bertemu dengan si penghutang dan saat bertemu, kita memiliki perasaan ada di bawah si penghutang. Ya tentu hal-hal yang berkaitan dengan hati. Belajar dari hal tersebut  maka sebaiknya memang sekarang menghindari hutang. Jika terpaksa berhutang, hutang untuk barang-barang properti dan itupun ke bank, dengan demikian kita terhindar dari masalah hati.

Ada doa yang disarankan oleh Rasul untuk membantu mengatasi hutang ini :

Allahumma inni audzubika minal hammi wal hazaan, minal ajzi wal kasaal, minal jubni wal bukhli, wa min ghalabattiddaini wa qohri rijaal

 

yang artinya :

Ya, Allah aku berlindung kepada-Mu daripada susah dan sedih. Dari sifat lemah dan malas. Dari sifat pengecut dan kedekut. Dari beban hutang dan penindasan orang.

Maka, mari kita berusaha selesaikan hutang-hutang kita, dengan bekerja keras, menyisihkan sebagian hasil dan tetap berdoa. Saya juga sangat mengusahakannya.

 

 

 

 

 

 

 

From → Tak Berkategori

2 Komentar
  1. Ngeri tenan, mas, kalo terjerat hutang. Rasanya gak merdeka banget.
    Kalopun terpaksa berhutang, hutang itu lebih baik buat Asset, bukan untuk Liability.

    • Iya mas, dan sebenarnya sekarang memang agak berat untuk lepas dari hutang, karena sifat ekonomi dan finansial yang kita anut itu memiliki proses : inflasi yang menuntut orang lebih baik hutang properti daripada menabung untuk properti.

      Hidup ini mesti hati-hati ternyata ya mas..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: