Skip to content

Sebuah Cerita dari Bukit Seduplak Roto

Mei 18, 2014

sumbingseduplak

Bagi para pendaki gunung Sumbing, Seduplak Roto adalah nama yang terlewatkan diantara nama populer lainnya seperti Pestan (Pasar Setan), Watu Kothak, Watu Tugu dan sejenisnya. Seduplak Roto adalah sebuah bukit igir gunung yang berposisi di bawah Pestan dan di atas bukit Genus. Jaman dulu, bukit Seduplak ini sungguh memiliki fenomena indah, yaitu suara angin yang menjerit-jerit persis suara kuda atau anak kecil, akibat kencangnya angin dan lebatnya hutan. Jaman sekarang, suara ini sudah tidak lagi seperti dulu.

Dulu saya sering melakukan pendakian seorang diri meski dilarang. Beberapa gunung yang lain juga saya lewati sendirian. Tujuannya kadang sederhana: mengalahkan rasa takut. Meski kadang terdengar konyol, namun akhirnya sering membawa pelajaran bagi diri. Bahwa sebenarnya kita berkuasa atas rasa takut kita sendiri. Tak pernah terjadi apapun, selain kita kurang peralatan, dan keluhan kita sendiri.

Pada tahun 1995, saya pernah diminta dua kali mengantar teman untuk melakukan pendakian team ke Gunung Sumbing tersebut. ada dua teman saya dari Wonosobo dan Temanggung, akan membawa rekan-rekannya melakukan camping di sana, jadi seluruhnya 6 orang dengan saya. Sebut saja nama-nama itu adalah (bukan nama sebenarnya – mungkin) Ar, Bud, Den, dan dua teman putri Yul dan San. Di luar dugaan saya, ternyata diantara B, Y, dan D ini terlibat sebuah cinta segitiga. Mereka akrab. Bud menyukai Yul, sementara Yul lebih suka pada Den yang sudah dekat dengan San. Pendakian itu, lebih dirancang oleh Bud. Sementara saya dan Ar adalah orang yang menemani pendakian itu. Bud ingin mempererat hubungan bersama Yul. Kami faham, pendakian, perjalanan, adalah pengalaman bersama yang heroik yang berkesan untuk membentuk cerita bersama.

Malam pertama, adalah malam Rabu. Pendakian dimulai jam 3 sore. Melalui jalur kanan perjalanan begitu santai. Hingga akhirnya di bukit Seduplak Roto itu kamipun membuka tiga tenda, di tempat yang agak lapang. Tenda itu mengelilingi tempat yang sekiranya akan kami gelar api unggun. Sebelum magrib datang, Ar memberi instruksi untuk masing-masing bertugas, ada yang mencari kayu bakar, dan ada yang mengambil air dari tetesan embun batu yang sudah kami kumpulkan dalam gembes tempat air, ada 4 gembes yang kami simpan di sana. Jauhnya sekitar 100 meter diatas kami.

Ada dua orang yang seharusnya berjaga di tenda, yang pertama adalah Yul, dan yang kedua adalah Den. Saya dan Bud bertugas mengusung air. Sementara Ar mengajak San mengambil kayu bakar. Di luar dugaan saya, Bud memilih mengambil air lebih dulu menjelang magrib itu dengan berlari, dan dia membawa dua gembes berisi air penuh, berpapasan saya di tebing kecil, dan saya pun mengambil dua gembes air belakangan, sembari cari kayu bakar. Magribpun datang. Dari atas terlihatlah tenda kami di bawah sana. dan berlatar belakang lampu kota di bawah sana yang amat indah, saya berhenti dan menikmati pemandangan itu lebih dulu. Saya melihat di api unggun itu duduk dua orang laki dan perempuan, yang saya duga adalah Den dan Yul, atau Bud dan Yul. Sementara di sisi utara saya melihat cahaya senter yang merupakan sorotan dari teamnya Ar dan San.

Saya masuk area paling belakang, dan terkejutlah saya. Di sana sedang terjadi pertengkaran yang membuat merinding. Ada dua orang Yul disana. Ributlah seisi team. Rupanya, Bud tadi turun memang pengin menemui Yul yang berjaga di bawah. Di sanalah masalah muncul. Ternyata, Yul dan Den saat itu merasakan takut, dan memilih mengikuti groupnya Ar dan San. Tenda posisi kosong. Bud yang lebih duluan masuk tenda, bertemu dengan Yul palsu  di depan api unggun. Mereka ngobrol lumayan lama, ada 30 menit hingga kami datang. Dua orang Yul ini, sama, mereka dalam setengah tangis ngotot, bahwa mereka yang benar. Saya saat datang ke tenda langsung dihampiri Ar, dan diminta bersama Den membawa San yang jelas shock. Ar mengadili Bud dan dua Yul menjauh sedikit dari area.

Di dalam tenda, kami berdoa, dan tiba-tiba Ar datang meminta peniti, wajahnya shock. Jelas kami bingung. Ar bilang :”konon peniti bisa untuk ngusir setan”. San, mengambil peniti kumpulannya dan diberikan pada Ar. Dalam 20 menit, Ar datang bersama Bud dan Yul yang menangis pasca pingsan. Apa yang terjadi???

Ternyata Ar pun kebingungan saat di lokasi sambil membawa peniti itu. Meski dia yakin dia tahu yang mana Yul yang asli, dia tidak mau gegabah. Peniti itu dia timang-timang dan ternyata tak membawa suatu perubahan pun. Akhirnya dia nekad mengambil dua tangan Yul, dua jempol Yul yang berbeda dia kumpulkan dalam gengamannya, dan dia mulai menusuk salah satu jempol yang ada dalam gengaman itu. Berdarah. Saat itu juga jempol Yul yang satunya, sudah tidak terlihat beserta pemiliknya yang nyata-nyata palsu itu. Yul asli pun pingsan.

Bud? Jelas dia sangat shock dengan keadaan itu, dia telah pacaran bersama entah hantu atau apa… Dia pun menyesali diri. Kami pun akhirnya memutuskan malam itu untuk membatalkan pendakian.. Malam itu juga pasca Isya, kami turun ke desa. Bud sempat ngotot ingin melanjutkan perjalanan. Ar pun berkata :”kalau mau naik sendiri sana, kami mending makan di bawah, semua ini karena kamu udah punya niat nggak baik”. Bud memilih diam dengan kata-kata Ar. Sampai di desa Butuh, Ar mencari seorang kyai, dan meminta air untuk “membersihkan” teman-teman barangkali masih tertempel sesuatu dari bukit Seduplak. Kami menginap semalam, dan akhirnya esoknya kami berpencaran menuju kota masing-masing, dan saya kembali ke Jogja..

Kisah ini agak merusak rasionalitas saya, sebuah kejadian yang saya belum faham logikanya secara akal sehat. Cerita ini saya masukkan dalam kotak perkecualian, dalam kisah-kisah perjalanan saya yang cenderung harus rasional..

bms

Ilustrasi: pemandangan Gunung Sumbing dari desa Kwadungan Gunung, Temanggung.

 

Kita tak bisa melupakan, karena lupa tidak bisa disengaja. Kita hanya bisa untuk tidak mengingat-ingat, dan memenuhi kepala dengan ingatan baru.. Cerita ini lama tidak kuingat.. Karena ngeri

From → Coretan

10 Komentar
  1. Medeni yo…. 30 menit di dalam tenda bareng Yul palsu.
    Yang tidak rasional itu hantu kok bisa baca niat seseorang, misalnya niat Bud yg mau macam-macam itu.

    • tidak dalam tenda mas. Mereka ada di luar. Di api unggun. Saya juga sempat heran. Tapi memang dari beberapa percakapan setelahnya, Yul memang sempat berkata dulunya agak takut dengan Bud, karena dia nekad.

      Semoga mereka tidak membaca ini🙂

      • Oiya, tadi saya salah mengartikan ini:
        “Tenda posisi kosong. Bud yang lebih duluan masuk tenda, bertemu dengan Yul palsu di depan api unggun. Mereka ngobrol lumayan lama, ada 30 menit hingga kami datang.”

        Terus terang gak bisa membayangkan kalo melihat 2 orang yang salah satunya makhluk jadi-jadian.

      • cukup lama kejadian ini berlalu mas. Tahun 99 dst saya sering naik sana, dan kondisinya memang tidak seperti dulu lagi, sudah terbuka dan kata penduduk sekitar, telah sering terjadi masalah di sana.

        https://bimosaurus.wordpress.com/2014/02/21/lampor-sindoro/

        ini juga menjelaskan bahwa makhluk diluar manusia binatang dan tumbuhan, itu memang ada.

  2. serem banget, mas

    • Kalau saat itu saya kaget. Rasanya telinga, kepala dll panas kemrungsung. Seremnya belakangan. Sampai2 sugesti mengatakan bahwa kita juga sedang ditempeli. Hati tidak karuan, dan beberapa hari di jogja saya tidak berani bertindak aneh aneh

  3. dwiyantih permalink

    sangarrr .. kok bisa ya ?

    • saya nggak ngerti, bahkan saya saat itu berharap agar mata saya yang mungkin salah.. tapi sepertinya tidak. Kejadian berlangsung begitu saja..
      Sampai sekarang saya tidak ngerti mengapa itu bisa terjadi🙂

  4. Aryan permalink

    Yang jelas itu kalo nggunung jangan sampe punya niatan buruk…:mrgreen: atau mungkin iman kita yang kalah kuat dengan godaan syaiton🙂

    • Betul.. Setan itu menggoda manusia kan karena taat perintah Tuhan. Maka pihak dari Tuhan juga menginfo ke setan, “tuh ada yang niat nggak bener, kerjain saja”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: