Skip to content

Dua Tahun Hilang itu…

Juni 23, 2014

tahunhilang

Tsamina mina e e, tsamina mina e e.. Soundtrack Piala Dunia 2014, mengingatkan saya pada soundtrack Piala Dunia 2010 yang dinyanyikan oleh Shakira. Sepertinya lagu yang indah itu, menjadi mengingatkan saya pada suatu masa, yang sepertinya ada energi kuat untuk saya menuliskan dan menjadi pelajaran bagi siapa saja… tentang masa “dua tahun yang hilang”. 

 

Begitu saya menamainya. PD 2010 menjadi PD penanda momen yang pedih buat saya. Meski telah lebih dari dua tahun juga itu berlalu, saya pun masih mengingatnya sebagai peringatan besar. Saya katakan hilang, karena saya sadar, saat itu adalah wasting time dalam hidup saya. Dimana pengorbanan segala sumberdaya dan keluarga, tidak dihargai. Setinggi apapun melompat, seberat apapun berusaha, saat itu hanya akan dieksploitasi. Tidak akan berkembang. Segala kebodohan saya itu, akibat saya terlalu baik dengan apa yang ditelikung diatasnamakan KOMITMEN. Kita faham. Terlalu baik, itu tidak baik.

Hati-hatilah dalam percaya. Karena siapa yang kita percaya, paling mudah menjerumuskan kita.

Quote ini saya pegang. Belajar banyak dari kejadian di lima tahun ini. Siapapun yang konon dapat diandalkan untuk maju, toh juga hanya akan mengandalkan diri kita juga🙂. Jadi, jangan pernah mengandalkan orang lain. Ini hidup kita.

 

==

 

Segala keserakahan, akan berwujud pada kehancuran. Inilah yang terjadi. Kemalasan bekerja, dan hanya mengandalkan satu pihak yang diperah, adalah eksploitasi terhadap pihak lain. Borjuis itu bukan orang kaya. Tetapi pihak yang menghisap pihak lain. Kadang pihak ini menghisap karena tidak mampu berbuat apapun selain itu. Dia menginginkan apapun yang orang lain dapatkan secara kerja keras, sementara dia mati langkah. Segala tipu-tipu, segala sifat kapitalisme garong sampai sekarang belum bisa saya maklumi, kecuali jika memang itu sudah merupakan sifat paten keturunan.

Keadilan itu bukan memberikan sama rata pada semua pihak. Tapi memberikan yang sepantasnya sesuai dengan perannya. Siapa yang bekerja, seharusnya siapa yang mendapat ganjarannya. Tapi tidak demikan masa itu. Siapa yang bekerja justru dia akan banyak disalahkan, yang tidak bekerja tidak akan banyak melakukan kesalahan. Saya sedang curhat? Mungkin iya. Tapi sebenarnya dua tahun hilang itu hanya pelajaran, bahwa sebenarnya toh siapapun yang memiliki bargaining power lebih, tak perlu takut pergi, sekalipun dengan alasan meninggalkan komitmen. Sekalipun anda dianggap pengkhianat. Santai. Hanya itu yang mereka bisa. Toh peran nyata pada saat ini tidak lagi bisa mereka tampilkan. Mati langkah, kebingungan dalam segala lini kehidupan.

Sayangnya, orang yang punya mulut, akan menyebarkan pada khalayak lebih keras sekeras-kerasnya. Bahwa telah terjadi pengkhianatan. Ya benar. Pengkhianatan atas eksploitasi sumber daya manusia. Boleh kan. Pada akhirnya alam dan karma yang akan berbicara. Semua ini pelajaran. Toh sebenarnya bukan lagi persoalan “kalau ku mati kau juga mati”. Bukan. Tapi justru “kalau ku pergi, kau pasti mati”. Itu kenyataan. Fakta terekam🙂. Saya pun tidak lagi percaya pada apa yang mengatasnamakan agama. Agama apapun. Karena apapun yang berasal dengan mengatasnamakan agama, mengambil dalil dengan agama, dan sejenisnya, bisa jadi adalah usaha untuk melakukan pembelaan diri atas apa yang telah dia yakini secara salah. Isu-isu mistis, sok paranormal, meninggalkan tanggung jawab dengan alasan “ada kode dari langit biru” adalah omong kosong.

===

Tiga tahun “menganggur” saya justru sedikit-sedikit banyak mengecap hasil. Aneh saja jika kondisi tak bekerja memiliki hasil lebih baik daripada kerja super keras hingga tiga hari tidak makan dan tetap beradu dengan segala pekerjaan. Masih termaafkan jika semua ‘nggetih’ sama sama ‘nggetih’. Namun aneh jika satu berdarah-darah, dan yang lainnya juga berdarah-darah .. di game-game kesayangannya, di doa-doa pelarian mereka yang manipulatif. Sebenarnya mereka tak bisa apa-apa.

Ah kenapa harus terdengar lagu Waka-waka ini lagi? Apa yang pernah kutuliskan di Multiply yang telah koit, akhirnya muncul lagi, kutuliskan, dan kupublish, sebagai pelajaran..

From → Coretan

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: