Skip to content

Sebuah Catatan Singkat Pasca Pemilu Presiden 2014

Juli 10, 2014


jkwp

 

Cukup sulit, mengakui ide lawan. Setuju dengan apa yang lawan lakukan. Sebuah kebesaran jiwa Pak Prabowo, dalam debat publik, beliau mau melakukannya. Sebenarnya justru dia sedang mengajari kita para pendukungnya untuk bersikap dewasa..Negara kita tetap butuh orang macam dia untuk berperan maju dan aktif. Dia bukan orang yang bodoh.

Bahkan bisa dilihat bagaimana seorang Pius, Amien Rais yang dulu ada di pihak seberangnya bisa mendukungnya. Bahkan ibu dari anak yang tewas karena diduga (dugaan lho ya) terbunuh oleh Kopassus pimpinan beliau dalam kerusuhan ’98, bisa mendukungnya. Tentu selain dia berstrategi hebat, dia juga seorang yang seharusnya tidak bersalah. Dia dihormati dan disegani Internasional. Tak ada yang ragu dengan ilmu pertahanan yang dia miliki. Penting bagi Indonesia, memberikan peran sentral di negeri ini, meski tidak harus Presiden.

Sebenarnya kalau mau lebih terbuka, kita punya segudang squad luar biasa. Bongkar kotak-kotak kita. Mau dari sekelas Habibie, Jusuf Kalla, Mahfud MD, yang terkenal ke-negarawan-annya dan ahli hukum, Prabowo sebagai seorang strategist dan tactician, hingga Jokowi, Anies Baswedan, Aher, Risma, sebagai penggerak muda dan pengkontrol lapangan, serta lain sebagainya. Amien Rais, yang jago meracik suasana telah terbukti di pemilu 99, dengan kondisi kalah, diapun tetap bisa mengatur suasana. Lengkap bukan?.

Kita perlu fahami musuh bersama bangsa ini, kebodohan, penetrasi pihak asing, korupsi dan lain sebagainya. Media yang tidak berpihak pada rakyat secara umum juga musuh kita semua. Peperangan ini dimulai dari media yang menyentuh ke seluruh lapisan masyarakat dari atas hingga bawah. Ini musuh pertama kita semua. Kita sudah ketahuan, kelemahan bangsa ini yang tak sanggup mengatasi perbedaan dan terlalu militan dalam kotak kecilnya sendiri tanpa berpikir ruang space yang lebih besar. Indonesia. Betapa mudah bangsa lain kelak mengadu domba. Semoga sih, meruncingnya perbedaan pendapat yang ada ini, adalah seperti sepak bola saja. Jakmania oke lah berseteru lawan Viking atau Bobotoh dan Bonek. Tapi saat kita melawan kesebelasan negara lain, kita itu adalah Indonesia!

Saya bayangkan jika rakyat mendukung bersatunya mereka untuk kejayaan bangsa, benteng-benteng perbedaan dan kepentingan yang ada di sekeliling mereka runtuh.. Negeri ini pasti luar biasa. Kita cukup memilih mereka berperan sebagai apa. Tak lagi perlu ribut. Satu dan Dua haruslah kembali tak berpihak. Semoga semua sesuai harapan kita. Karena siapapun dia, hidup kita akan terus harus diperjuangkan sendiri. Jangan lantas karena malas dan kesalahan kita sendiri, terus menyalahkan siapa presidennya. Tetap bekerja keras dan..

Jayalah Indonesia.

From → Tak Berkategori

8 Komentar
  1. Semoga negara kita selalu damai sejahtera…

  2. aku suka bagian, “kelemahan bangsa ini yang tak sanggup mengatasi perbedaan dan terlalu militan dalam kotak kecilnya sendiri tanpa berpikir ruang yang lebih besar. Indonesia.”

  3. 0mali permalink

    semoga segera selesai segala polemik pilpres kita ini, aamiin *baru sempat baca😀

    • Saya tahu. Pilpres ini adalah pengalihan isu orang MU yang tidak ingin dibully.. Damput..

      Saya kan orang MU

  4. Hidup Prabowo…
    Hidup Peka’es piyungan….!😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: