Skip to content

Perbedaan Tanggal Idul Haji?

September 30, 2014

Perbedaan tanggal Hari Raya Idul Qurban ternyata lebih memusingkan ketimbang Idul Fitri. Mengapa? Jika Idul Fitri, siapa yang telah memasuki 1 Syawwal maka dia telah masuk ke Hari Raya. Berlainan juga dengan Idul Adha. Idul Adha ini terjadi pada tanggal 10 Zulhijjah. Sementara seringkali momen yang dijadikan acuan adalah bukan siapa masuk tanggal berapa, namun agenda terjadinya wukuf di Arofah.

Tahun ini jelas terjadi perbedaan hari raya Idul Adha. Menurut penanggalan pemerintah akan terjadi pada tanggal Ahad 5 Oktober 2014, sementara ada pihak yang mengatakan bahwa karena tanggal 3 Arofah sudah wukuf maka tanggal 4 lah Idul Adhanya.

Bagi saya, benar semua sajalah. Ini karena adanya perbedaan moment penentuan dan juga perbedaan waktu. Indonesia Bagian Barat ada di format waktu GMT+7. Sementara Arab Saudi ada di GMT+3. Indonesia memiliki waktu 4 jam lebih dahulu untuk memasuki hari berikutnya. Sementara, saat di Arab sana wukuf tanggal 3, kemungkinan Indonesia telah memasuki perbatasan hari antara tanggal 3 dan 4 Oktober.

Bagi yang beracuan : Lebaran itu tergantung pada 1 hari setelah Arab wukuf, ya kemungkinan tanggal 4 dia belum akan berlebaran karena Arab belum masuk tanggal 4. Maka dia akan berlebaran tanggal 5 Oktober, dengan konsekuensi dia akan dianggap beda hari dalam berlebaran (terhadap Arab) padahal jamnya berdekatan.

Bagi yang beracuan : Toh Arab lebaran tanggal 4, dan dia tetap mengambil aman lebaran tanggal 4, maka dia akan berlebaran di tanggal 4, dengan konsekuensi dia mendahului Arab dalam berlebaran. Karena saat kita tanggal 4 dan kita Sholat Ied, Arab belum masuk Hari Raya. Masih tanggal 3. Tertinggal 14 jam.

Nah, bagi saya, lebih memusingkan lagi karena sudah beberapa bulan ini saya tidak mendapatkan tambahan libur. Libur Idul Adha yang saya harapkan ternyata tetep saja jatuh di hari Ahad. Mengambil jatah berbedapun percuma, karena tetep saja jatuh hari Sabtu yang libur juga..

Ah sudahlah..

From → Coretan

4 Komentar
  1. meskipun lebarannya tanggal 4, tetap nggak ada libur tambahan, mas😀

    • Itulah.. mengapa sampai saya posting.. kecewa saya.. Harusnya besok ada libur Tasrik.. kan masih hari raya.

  2. Arab lebaran tanggal 4, dan dia tetap mengambil aman lebaran tanggal 4, maka dia akan berlebaran di tanggal 4, dengan konsekuensi dia mendahului Arab dalam berlebaran. Karena saat kita tanggal 4 dan kita Sholat Ied, Arab belum masuk Hari Raya. Masih tanggal 3. Tertinggal 14 jam. —> bingung di bagian ini. Bukankah perbedaan jamnya hanya 4 jam? (5 jam kalau di daerah saya). Dan perubahan hari di penanggalan hijriah ketika masuk waktu maghrib kan? Jadi, kalau misal shalat ied di sabtu tanggal 4 jam 7 pagi WIB. Maka di arab saudi itu adalah jam 3 pagi, keduanya sama masuk di 10 Dzulhijjah. Tertinggal 14 jam hitungannya gimana ya? Maaf nih, hitung2an saya emang agak payah😀 Jadi bingung, semoga berkenan menjelaskan🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: