Skip to content

Kilas Pintas Geliat Teknologi Informasi Lintas Nusantara

November 9, 2016
Blogpost ini ditulis untuk berbagi rasa beruntung penulis sebagai seorang buruh TIK, yang berkesempatan melintasi banyak daerah di Indonesia, sekaligus turut menyaksikan berbagai perkembangan kemajuan teknologi (khususnya TIK) di penjuru Nusantara. Dari berbagai perjalanan itu didapat banyak pengalaman, wawasan baru, dan fakta-fakta lapangan. Sebagai pekerja Teknologi Informasi kesana-kemari, lingkup job saya didominasi oleh fakta di dunia Civitas Akademika, baru kemudian diikuti oleh fakta di dunia pemerintahan daerah. Namun apapun nanti itemnya, saya akan katakan bahwa item-item tersebut sebagai objek pengamatan saya.

Ada fakta-fakta menarik di lapangan yang sedikit ironis jika dibanding dengan yang “seharusnya“. Versi “seharusnya” akan mengatakan bahwa : “semestinya, yang dekat dengan ibu kota akan memiliki infrastruktur yang lebih rapi dan mutakhir“. (Saya tidak mengatakan “lebih mahal”). Pada kenyatan di lapangan ternyata tidak demikian. Saya menemukan fakta bahwa ada geliat yang lebih maju, lebih kompetitif, lebih bersipacu rasa ingin tahu, dibandingkan beberapa objek pengamatan yang terletak di ibukota. Bahkan Jakarta Pusat sekalipun. Mari diikuti beberapa cerita-cerita menarik berikut ini.

Sebagai peringatan (warning) sebelumnya, fakta-fakta tulisan ini belum cukup layak untuk dijadikan sebagai materi uji statistik untuk berbagai keperluan, namun diharapkan cukup dapat membuka mata tentang apa yang terjadi di beberapa bagian negeri ini.

Dari Sumatera hingga Papua

Geliat PTIPD UIN Sumatera Utara
Saya sangat berbahagia menemukan satu paket harta karun di UIN Sumatera Utara, Medan. Harta karun itu berupa sebuah ruang server, yang berisi beberapa server, satu rak yang berisi Blade Server, Router, KVM, dan ubarampe lainnya. Dalam desainnya, gugus server ini dijadikan sebagai server-server paket aplikasi penunjang akademik, riset, kepegawaian, jurnal dan web server untuk Universitas.

Jpeg
Paket Rak Server Dell, Storage dan Router di UIN Sumatera Utara

Paket rak server ini ternyata sudah ada sejak tahun 2010, namun baru dapat digunakan beberapa tahun setelahnya. Dalam beberapa obrolan, saya tangkap ada beberapa tantangan seperti demikian :

  • Ketidakstabilan listrik, adalah kendala utama
  • Pengadaan dengan sistem proyek memiliki kendala utama : masa garansi lebih cepat ketimbang masa pemeriksaan barang. Hal ini menyulitkan jika harus dilakukan penggantian barang setelah masa pemeriksaan
  • Karena masa pemeriksaan kadang cukup lama, maka sparepart kadang sudah tidak dikeluarkan oleh vendor penyedia barang.

Koleksi mainan saya bertambah di sini : Mikrotik, Juniper, Dell server, IBM server, Storage

Geliat TIK di Rejang Lebong
Sekitar akhir tahun 2014 hingga permulaan tahun 2015, saya berkesempatan bermain ke kota Curup. Sebuah kota di dataran tinggi Provinsi Bengkulu. Perjalanan ini adalah ke sebuah Sekolah Tinggi Agama Islam di sana. Meski di kota yang masih sunyi dan jauh dari keramaian, STAIN Curup ternyata sudah memiliki kepedulian dan rencana induk teknologi informasi. Hal ini dapat dilihat dari infrastruktur TIK yang dipersiapkan. Bersenjatakan bandwidth 30 mbps, 4 server tipe Dell beserta paket UPS, rupanya institusi ini tak gentar untuk bersaing dengan institusi-institusi lain yang ada di ramainya metropolitan. Core-core teknologi yang sudah digunakan di sana antara lain :

  • Penggunaan Platform Open Source : Sistem Operasi, environment, bahasa pemrograman, CMS
  • Penggunaan Virtualisasi Server
  • DRC dan Backup
  • dan lain sebagainya

Sayang sekali saya tak sempat mengambil gambar rapinya sistem server di sana. Saya hanya mendapatkan foto pelatihan saat diadakan training penggunaan paket-paket aplikasi pendukung sistem akademik.

img_6996
Prosesi sebuah pelatihan penggunaan paket sistem informasi

Ingin tahu? Kota Curup seperti apa? Kota ini terletak di dalam kabupaten Rejang Lebong. Kira-kira seperti gambar berikut :

img_6993
Suasana sejuk dan masih jauh dari keramaian di kabupaten Rejang Lebong

Untuk kendala? Sepertinya kendala di Curup hampir sama dengan catatan kendala-kendala di Medan, namun ditambah lagi dengan : jauhnya akses ke vendor-vendor penyedia infrastruktur.

Lagi, ke kota Padang
Kota Padang, salah satu kota luar jawa yang paling sering saya kunjungi. Saya pikir saya tak bakal ke Padang lagi. Namun ternyata saya salah. Saya berkesempatan lagi ke kota Padang, untuk sebuah universitas baru, penjelmaan dari sebuah STIE dari Yayasan Dharma Andalas. Universitas Dharma Andalas Padang. Meski baru, universitas ini sudah memiliki rancangan tata kelola TIK yang baik. Bersenjatakan paket server IBM, Virtualisasi Server, infrastruktur jaringan yang terencana dilengkapi dengan sistem network monitoring, universitas ini siap untuk bersaing dengan universitas lainnya.

Jpeg
Ruang Server Dharma Andalas

Ada pengalaman apes saat saya di sana, yaitu listrik yang padam hampir lebih dari akumulasi 5 jam dalam jam kerja. Ini adalah kendala yang menyebabkan tidak efektifnya sistem pendidikan dan penyediaan data daring (online) terpenuhi. Kendala lainnya? Tentu kendala-kendala seperti di Medan, ada di Padang.🙂

Menuju Kota Telanai
Jambi. Kesamaan Jambi dengan Bengkulu itu apa? Salah satunya adalah banyaknya orang Jawa di sana. Dalam percandaan, saya sering katakan : “jauh-jauh ke luar Jawa, ketemunya Jawa lagi. Bosan.” Namun di Bengkulu, saking banyaknya orang Jawa, nama jalan, kecamatan, kelurahan adalah nama-nama yang ada di Jawa. :)). Intermezo.
Saya berkesempatan lagi ke kota ini, setelah dulu pernah mengerjakan pekerjaan di Polda, Universitas Jambi, dan kali ini adalah IAIN Jambi. Lingkungan IAIN Jambi ternyata sudah menggeliat dengan ITCenter-nya. Ruang server yang sempat saya tengok, sudah bersenjatakan : Mikrotik, IBM Server, Seagate NAS Storage, dan beberapa alat pendukung lainnya termasuk rak. Kendala listrik tentu juga ada di Jambi, ditambah lagi, karena lingkungannya yang masih terbuka, ancaman bahaya petir bolehlah dicemaskan oleh para penunggu data center disana.

Jpeg
Ruang Server IAIN Jambi

Saya, tidak suka selfi dan foto diri, tapi kali ini bolehlah saya foto di depan IT-Center IAIN Jambi.

Jpeg
Kuli Server

Lompat ke Tengah : Tanjung Selor, Bulungan, Kaltara
Tanggal 1 Oktober 2015 saya berkesempatan untuk datang ke Kota Tanjungselor (Kabupaten Bulungan) sebagai narasumber, di Provinsi Kalimantan Utara, dalam acara Sosialisasi Open Source di Lingkup Pemerintah kabupaten Bulungan. Dalam dialog yang terjadi dalam acara tersebut, didapatkan informasi bahwa Pemerintah kabupaten Bulungan telah memiliki greget untuk memulai babak baru di dunia Teknologi Informasi. Salah satunya adalah penggunaan perangkat lunak bebas.

Jpeg

Pemerintah Bulungan, mengalami proses pembaharuan struktur setelah terjadinya pemekaran wilayah yang melahirkan provinsi baru, Kalimantan Utara. Dengan infrastruktur dan SDM yang masih terbatas, Kabupaten Bulungan menghadapi tantangan berat. Sebagai catatan saja Bidang Komunikasi dan Informatika kabupaten Bulungan, hanya memiliki staf tiga orang dan dua outsourcing, sementara harus menangani banyak hal, termasuk tantangan terberatnya : penertiban retribusi menara. Alam Bulungan yang bersungai-sungai besar, dengan luas daerah 13.181,92 km2, tentu bukan tugas ringan.

Oh ya, dalam perjalanan antara Tarakan ke Kaltara saya sempat menangkap momen bagus, yaitu matahari yang terbit di antara selat.

Jpeg

Data Center di sudut Utara Indonesia
Ternyata, di bagian utara Sulawesi sana, saya menyaksikan, tidak kalah genting bersicepat bersaing dengan daerah lain. Pembangunan data center Politeknik Negeri Manado, menurut saya adalah salah satu indikator, dimana di bagian yang jauh dari ibu kota negeri tidak mau kalah kualitas dengan yang ada di Jawa. Dalam pengalaman saya, institusi-institusi pendidikan di Manado memiliki staf-staf TIK yang bisa dikatakan diatas kata ‘memadai’. Pengelolaan data, pengelolaan infrastruktur dan jaringan, termasuk boleh diacungi jempol.

Jpeg
Ruang Datacenter Politeknik Negeri Manado

Politeknik tersebut telah menerapkan teknologi antara lain:

  • Opensource
  • Virtualisasi
  • Mirroring dan Backup
  • Monitoring

Bagaimana? Masih menganggap remeh Indonesia?

Kenangan Manis di Manokwari
Bulan Ramadan yang bertepatan dengan bulan Juni 2016, saya mendapatkan undangan ke kota Manokwari. Universitas Papua, yang selama ini dalam bayangan saya masih primitif pemanfaatan teknologi informasinya, ternyata berubah 180 derajat. Gambar di bawah ini menunjukkan hal-hal tersebut.

Jpeg

Jpeg

Maintenance Server

Jpeg
Perlengkapan networking

Jpeg
Server-server

Jpeg
Server-server

Jpeg
Rektorat

Bagaimana? Rapi bukan? Bandingkan dengan sebuah Sekolah Tinggi milik Kementerian Perhubungan di sekitar Bekasi ini!

ngaritkabel
OOT : Bekasi😀

Kota Manokwari juga menjadi tempat yang asik untuk berjalan-jalan. Makan juga tidak mahal. Saya berbuka puasa di pinggir jalan dengan cocktail dan kolak pisang gelas besar, hanya 5000 dan 8000 saja. Pecel lele, ayam goreng, harga standard. 12 ribu hingga 15 ribu. Sewa mobil buat jalan-jalan juga murah. 100 ribu saja untuk semalam.

Palu, Kota Bersejarah
Saya jarang mendengar denyut teknologi informasi tentang kota Palu. Pada pertengahan 2016, saya mendapatkan undangan untuk ikut cawe-cawe melakukan desain dan penataan sistem data di sebuah yayasan yang bergerak dalam bidang pendidikan : Alkhairaat. Sungguh sedikit tercengang ketika mendapatkan informasi bahwa, Alkhairaat adalah organisasi massa yang didirikan oleh Habib SIS Al Jufri untuk bidang pendidikan dan peningkatan kesejahteraan umat. Fakta-fakta lain tentang ormas itu antara lain:

  • Alkhairaat sudah ada di 13 provinsi di Indonesia
  • Nama Habib SIS Al Jufri menjadi nama bandara Palu, dan ditetapkan menjadi pahlawan nasional
  • Alkhairaat memiliki hubungan sejarah dengan Sarekat Islam, Soekarno, HOS Cokroaminoto, yang dijadikan sebagai beberapa nama jalan di kota Palu
  • Gedung Universitas Alkhairaat adalah bekas kantor kabupaten Palu yang dilelang tahun 2002

Saat ini yayasan tersebut telah berusaha menggeliat dengan penggunaan teknologi informasi untuk pengelolaan sistem akademikanya.

Jpeg
Lembur menata network di Palu

Kota Palu, menurut saya, memiliki masyarakat yang madani, multikultur, pluralis, dan memelihara adat yang tinggi. Kota ini juga memiliki obyek wisata yang cukup banyak. Semboyan yang saya selalu ingat-ingat di kota Palu ini : Nosarara Nosabatutu.. adalah kata dalam bahasa Kaili yang artinya : Bersama Kita Satu

===

Masih ada banyak cerita lain yang suatu ketika dapat saya bagikan dalam posting. Namun beberapa fakta di atas sepertinya bisa menjadi gambaran, bagaimana sebenarnya masyarakat, instansi, institusi di luar Jawa, memiliki keinginan kuat untuk maju. Mereka juga memiliki metoda untuk maju. Langkah mereka sudah sangat baik, kadang mengirim SDM dari Jawa, menyekolahkan SDM ke Jawa. Meski sebenarnya apa yang ada di Jawa, kadang beberapa justru saya temui dengan kondisi yang sangat buruk. Jika pemerintah mengetahui, sebenarnya ini adalah saat yang tepat untuk pemerataan, menandingkan satu daerah dengan daerah lain untuk saling bersipacu. Kendala-kendala yang biasa dihadapi di lingkungan pemerintahan seperti : masa penganggaran proyek, sistem proyek yang tidak bersahabat dengan pemeliharaan alat-alat, seharusnya mulai dipikirkan. Pemerataan listrik, kebutuhan internet yang masih mahal, dan infrastruktur dasar lain semestinya diperkuat. Penyuburan komunitas-komunitas antar daerah dapat dilakukan pemerintah untuk semakin kuatnya hubungan antar daerah dalam pembangunan teknologi.

Memang, masih banyak PR bangsa Indonesia. Tapi seperti kata saudara saya suku Kaili, pastilah kita bisa : Nosarara Nosabatutu, Bersama Kita Satu.

From → Tak Berkategori

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: